Pencurian karya seni di Twitter dibantu oleh 'bot'

Karya seni Missy Pena Hak atas foto Missy Pena
Image caption Karya populer dari seorang seniman yang dicuri dengan menggunakan sistem otomatis alias 'bot'.

Beberapa seniman menyampaikan kepada BBC bahwa karya mereka dicuri di media sosial dan diperdagangkan secara daring di tempat lain.

Menurut mereka, beberapa orang dengan niat buruk mencari karya-karya seni - kadang dengan bantuan sistem yang dikenal dengan sebutan 'bot' - lalu mengunggah ke sebuah situs web dan diperdagangkan sebagai desain kaus tanpa seizin mereka.

Orang-orang ini berkomentar di unggahan karya si seniman di media sosial, dengan menyertakan tautan langsung ke situs web yang memperdagangkan kaus itu.

Dengan cara ini, para pengikut si seniman akan tertipu menyangka kaus itu adalah produk resmi si seniman.

Menurut beberapa seniman, proses ini bisa dilakukan bahkan tanpa ada campur tangan langsung dari manusia.

Kata mereka, sistem otomatis alias 'bot' akan mencari gambar di media sosial, kemudian mengunggahnya ke situs penjual kaus yang tak mengerti sumber gambar, lalu memberi tautan di unggahan awal si seniman.

Ini semua dilakukan secara otomatis.

Ini membuat beberap seniman mencoba mendapatkan kembali karya mereka dengan mengunggah gambar yang jelas-jelas menyatakan telah terjadi pencurian hak kekayaan intelektual.

Tidak ada tanda bahwa orang-orang yang melakukan ini terkait langsung dengan situs web tempat berjualan kaus.

Namun para seniman frustrasi karena situs web ini tak melakukan apa-apa untuk menghentikan praktek pencurian.

Rob Schamberger, seniman profesional yang bekerja untuk perusahaan gulat profesional WWE, mengatakan kepada BBC bagaimana sistem ini bekerja.

"Ini benar-benar perlu ditangani," katanya.

"Saya perhatikan ini selalu terjadi ketika ada yang bilang 'ingin gambar seperti ini di kaus'."

"Ada yang membuat program di Twitter untuk mencari kata-kata seperti itu," ujarnya.

"Lalu program itu akan mengambil gambar yang dimaksud, menempelkannya di situs yang menjual kaos, kemudian menjual produk kaus itu dengan segera. Semuanya dilakukan secara otomatis."

Ia juga mengingatkan bahwa situs tempat menjual kaos itu tidak selalu resmi. Ia menyarankan seniman lain untuk menghindari hal ini terjadi pada mereka.

"Jadi kalau ada yang berkomentar: 'ingin gambar seperti ini di kaus' maka saya akan memblokir komentar itu agar karya saya tak dicuri".

Rob tidak sendirian. BBC bicara kepada beberapa seniman yang menyatakan karya mereka juga dicuri.

"Itu terjadi setiap beberapa bulan atau minggu," kata Missy Pena, ilustrator lepas yang tinggal di Washington.

"Saya sudah berhenti mencarinya, tapi banyak yang menyampaikan kepada saya soal situs-situs yang menjual karya saya dalam bentuk kaus."

"Biasanya saya mengirimkan peringatan pelanggaran hak cipta agar mereka turunkan karya itu."

"Ini biasanya berhasil apabila situs yang menjualnya ada di Amerika, tapi jika mereka di China, itu seperti perjudian.

"Mungkin saja mereka menurunkan karya saya, tapi biasanya mereka abai saja. Belakangan, mereka malah memblokir email saya. Tak ada yang bisa saya lakukan."

Missy Pena merupakan salah satu yang menggunggah ke media sosial gambar yang ditujukan untuk bot ini.

Beberapa akun Twitter ini sudah berhasil dihapus, tetapi beberapa masih beroperasi.

Luciana, seniman 21 tahun asal London, menjelaskan bahwa pencurian seperti ini juga terjadi padanya. Orang mencuri gambar dari situs resminya, dan mengunggah ke situs lain.

"Saya sering mengunggah desain lucu-lucu di situs penjualan kaus saya," katanya. "Saya lihat ada yang mencoba untuk menautkan pembelian ke situs yang lain."

"Mereka mencoba bilang, 'Di sini kalau ingin membeli kaos dengan desain ini', maka saya cek situs web itu. Tidak ada informasi siapa yang mendesainnya, atau ke mana uangnya.

"Saya ingin menyebarkan kewaspadaan kepada para seniman, bahwa karya mereka bisa dicuri. Saya tak mau orang-orang berbakat ini kehilangan uang karena hal seperti ini."

Kaos yang memakai desain karya Luciana tanpa izin masih dijual di beberapa situs daring.

Akun Twitter yang menurut Luciana mencuri karya seninya juga masih aktif.

BBC telah meminta komentar dari situs daring penjual kaos yang dimaksud.

Berita terkait