Pengacara ditembak mati di siang bolong, Belanda yang teratur dan punya birokrasi rapi 'menuju' negara narkoba?

Derk Wiersum dan lokasi pembunuhannya di Amsterdam
Image caption Pembunuhan pengacara terkemuka mengagetkan Belanda dan memunculkan kekhawatiran yang luas soal kejahatan terkait narkoba.

"Jelas negara kita punya ciri seperti negara narkoba (narco-state)," kata Jan Struijs yakin. Ia adalah ketua serikat polisi terbesar di Belanda.

"Kita bukan Meksiko. Di sana pembunuhan terkait narkoba bisa mencapai 14.400 nyawa. Namun kalau lihat infrastrukturnya, jumlah uang yang dikelola organisasi kriminal besar sekali. Ini adalah ekonomi paralel. Jelas ini negara narkoba."

Kata-kata ini digemakan oleh kasus pembunuhan yang menarik perhatian.

Derk Wiersum, 44 tahun ayah dua anak, ditembak mati di depan istrinya di halaman rumah mereka di Amsterdam bulan September 2019.

'Ini dimaksudkan untuk menakut-nakuti kita'

Derk Wiersum adalah pengacara untuk saksi kunci, Nabil Bakkali, yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk menangkap dua orang penjahat paling dicari di Belanda.

Penembakan terjadi di siang bolong, di perumahan di pinggiran kota, dan ini dipandang sebagai serangan terhadap warga sipil, demokrasi dan penegakan hukum.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sesudah pembunuhan terhadap Derk Wiersum, jajak pendapat memperlihatkan hampir enam dari 10 orang Belanda percaya negara mereka adalah negara narkoba.

"Ini dimaksudkan untuk menakut-nakuti kita," kata jaksa Fred Westerbeke.

"Beberapa kejadian dalam beberapa tahun ini seperti tanda-tanda yang jelas," kata penulis Wouter Loumans yang buku larisnya, Mocro Mafia, bercerita tentang kebangkitan generasi kriminal baru di Amsterdam.

"Tanda-tanda ini mengalir dari dunia bawah tanah, mulai naik ke permukaan. Dan ini sudah terjadi."

Loumans memberi daftar peristiwa yang menandakan semakin brutalnya kejahatan terkait narkoba di Belanda:

  • Dua anak laki-laki tewas akibat peluru yang memantul dalam tembak menembak dengan menggunakan senapan otomatis Kalashnikov
  • Ibu yang dibunuh di depan anak-anaknya
  • Kepala yang ditemukan di depan sebuah kedai kopi
  • Pembunuhan Reduan Bakkali, kakak dari seorang informan polisi dan saksi kunci
  • Pembunuhan pengacara Derk Wiersum
Hak atas foto EPA
Image caption Dua anak laki-laki tewas oleh tembakan Kalashnikov bulan Desember 2012, menandai peningkatan besar-besaran dalam masalah kriminal di Belanda.

Apa itu 'Mocro Mafia'?

"Itu bahasa jalanan, anak muda asal Maroko memanggil satu sama lain dengan sebutan 'Mocro'," kata Loumans.

"Tapi itu berlaku untuk anak muda yang besar di tempat-tempat yag tak pernah dikunjungi turis di Amsterdam, di perumahan kelas bawah".

"Mereka tak punya kesempatan di luar, maka mereka megejar karier di dunia bawah tanah."

'Menggerogoti masyarakat'

Sebelum pembunuhan terhadap Wiersum, sebuah laporan untuk wali kota Amsterdam menggambarkan kota ini sebagai "surga bagi penjahat narkoba".

"Kita tahu ini sedang terjadi," kata Jan Struijs.

"Pengacara, wali kota, polisi, semuanya sedang terancam oleh kejahatan terorganisir. Tanda bahaya sudah berbunyi, tapi politisi kita naif. Ini semua sedang meggerogoti masyarakat kita."

Beberapa hari kemudian seorang pengacara lain, Philippe Schol, ditembak kakinya oleh orang lewat ketika sedang membawa anjingnya berjalan-jalan dekat rumahnya.

Hak atas foto Dutch police
Image caption Polisi mengedarkan gambar tersangka pembunuh Reduan Bakkali, saudara dari saksi kunci dan informan dalam kasus narkoba.

Sebuah jajak pendapat menyatakan 59% warga Belanda percaya negara mereka sedang menjadi negara narkoba atau negara yang ekonominya tergantung pada perdagangan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Ini ironis sekali. Belanda adalah negara yang sangat birokratis, kita bahkan sampai dikirimi pengingat oleh pemerintah untuk membayar pajak anjing seandainya telat membayar.

Sementara di sisi lain penjahat berkeliaran bebas dan baku tembak antar geng terjadi secara rutin.

Buronan nomor satu

Pekan ini terjadi sebuah penangkapan di Dubai.

Ridouan Taghi ditangkap saat memasuki Dubai dengan paspor palsu. Ia ditahan di tahanan internasional untuk dugaan pembunuhan dan perdagangan narkoba.

Ridouan, 41 tahun, digambarkan polisi sebagai "orang paling berbahaya" yang diduga memerintahkan serangkaian "likudiasi", termasuk terhadap Derk Wiersum.

Hak atas foto Dutch police
Image caption Kepolisian Belanda dan kepolisian Uni Eropa (Europol) sempat mengedarkan foto Ridouan Taghi ini sebagai buronan nomor satu.

Hari Rabu (18/12), Ridouan diterbangkan ke Belanda atas permintaan ekstradisi Kejaksaan Belanda.

Ia ditunggu untuk persidangan kasus "Marengo" berupa lima pembunuhan dan serangkaian upaya pembunuhan, termasuk kepada saudara dari informan kunci Nabil Bakkali.

Ridouan Taghi selama ini diyakini tinggal di Dubai bersama istri dan enam anaknya.

Menurut polisi Belanda, penangkapan ini merupakan operasi internasional. Ratusan detektif terlibat di dalamnya.

Kepala polisi Erik Akerboom menyatakan penangkapan ini "penting sekali bagi Belanda".

"Taghi dan para tukang pukulnya mengancam ketertiban hukum. Tugas kami untuk menyingkirkan ancaman itu," katanya.

Hari berikutnya, enam orang ditangkap di seluruh Belanda dengan tuduhan pencucian uang, dan pemilikan senjata serta narkoba.

Sekalipun Ridouan Taghi ditangkap, Wouter Loumans ragu apakah ini akan menghalangi orang muda mengkuti jejaknya.

"Soalnya adalah kesempatan di masyarakat. Kalau tak punya bakat atau tak ada pendidikan, mereka tak bisa keluar dari dunia itu. Menjadi bagian dari kejahatan terorganisir adalah cara mereka. Maka ini bukan masalah narkoba. Ini masalah sosial."

Seberapa besar masalahnya?

Belanda selama ini dianggap ideal bagi perdagangan narkoba.

Jaringan transportasi yang luas, hukuman ringan terhadap pengguna narkoba dan pintu masuk pasar yang besar membuatnya jadi pusat arus narkoba global.

Hak atas foto Dutch public prosecutor
Image caption Dalam tiga hari terakhir di minggu ini, polisi menyita 1.457kg kokain di pelabuhan Rotterdam.

Penulis terkenal Roberto Saviano percaya bahwa masalah di Amsterdam lebih buruk daripada yang diduga.

"Ada klan dari seluruh dunia karena Belanda itu daerah transit paling penting. Siapa pun yang mengendalikan Belanda, mereka mengendalikan urat nadi perdagangan narkoba global," katanya kepada koran Volkskrant.

Peredaran uang di pasar gelap narkoba mencapai miliaran euro. Narkoba sintetis yang diperdagangkan di jalanan di Belanda mencapai 18.9 miliar euro (sekitar Rp295 triliun) di tahun 2017.

Belanda kini dianggap produsen utama narkoba sintetis di dunia seperti MDMA, LSD, amfetamin, GHB dan crystal meth.

Hak atas foto Osnabrück Police
Image caption Bulan Agustus 2017, ribuan pil ekstasi berbentuk mirip wajah Donald Trump ini disita polisi di kota Osnabrück, Jerman.

Kepala polisi Jan Struijs menyoroti cepatnya peredaran narkoba ke seluruh dunia.

"Pada hari Donald Trump menjadi presiden Amerika, ekstasi 'Trumpies' ditemukan di Schiphol; 24 jam kemudian sudah dijual di Australia".

Belanda dalam peta narkoba dunia

Kartel narkoba Amerika Selatan memasarkan barang mereka ke Afrika Barat.

Dari sana dibawa ke utara lewat jalur penyelundupan dari Maroko. Banyak orang Maroko yang migrasi ke Belanda dan hubungan keluarga serta rute migrasi bisa digunakan untuk ini.

Diduga, ini adalah cara Ridouan Taghi membangun kejayaannya.

Ia mewarisi atau "mengambil kendali" jalur ini dan mulai memasukkan kokain - yang lebih mendatangkan uang dan kekerasan - menggantikan ganja.

Para pemimpin gang ini beroperasi secara internasional, tapi secara domestik, polisi melihat mereka menyewa pembunuh bayaran yang kini semakin muda usianya.

"Polisi paham soal ini tapi tak punya cara untuk intervensi," kata Jan Struijs.

"Anggaran kami dipotong karena penghematan. Selain itu program pembinaan anak muda juga ditiadakan. Maka anak muda sudah tak bisa kami awasi. Tiba-tiba saja kami melihat mereka melakukan 'likuidasi'".

Namun apakah ini berarti Belanda sedang menjadi negara narkoba?

"Memang kami tak menemukan mayat tergantung di jembatan," kata Wouter Loumans, "tapi ada korupsi di pelabuhan, ada pembunuhan pengacara, ancaman kepada wartawan. Ini ciri-ciri ringan dari negara narkoba."

Ekonomi Belanda memang tidak tergantung atau ditentukan oleh industri narkoba, tetapi industri ini sedang memperlihatkan pengaruh mereka ke masyarakat luas.

Berita terkait