Amerika Serikat tak sengaja masukkan Wakanda sebagai negara mitra perdagangan bebas

Lupita Nyong'o dan Letitia Wright di Black Panther Hak atas foto Marvel/Disney
Image caption Wakanda adalah negara fiktif yang terletak di Afrika Timur, tempat asal pahlawan super Black Panther.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memasukkan Wakanda sebagai daftar mitra perdagangan bebas mereka - sekalipun negara itu hanya fiktif belaka.

Juru bicara USDA mengatakan Kerajaan Wakanda ditambahkan ke dalam daftar secara tidak sengaja saat ada ujian bagi pegawai USDA.

Bagian pelacakan tarif secara daring memasukkan rincian daftar barang dari kedua negara yang diperdagangkan, termasuk bebek, keledai dan produk dari susu sapi.

Dalam jagat sinema dan komik Marvel, Wakanda adalah negara fiktif di Afrika Timur yang menjadi negara asal dari pahlawan super Black Panther.

Negara fiktif Wakanda ini segera dihapus dari daftar sesudah media AS bertanya tentangnya, sambil bergurau bahwa kedua negara bisa terlibat dalam perang dagang.

Wakanda pertama kali muncul di dalam komik Fantastic Four tahun 1966, dan muncul kembali besar-besaran ke publik sesudah tampil di film Black Panther yang menjadi peraih Piala Oscar tahun lalu dalam kategori ilustrasi musik, rancangan busana dan desain produksi.

Daftar di USDA yang tak lazim ini ditemukan pertama kali oleh Francis Tseng, seorang teknisi perangkat lunak dari New York yang sedang mencari tarif produk pertanian terkait sebuah lamaran beasiswa yang sedang ia lakukan.

Ia berkata kepada kantor berita Reuters bahwa ketika pertama kali melihat Wakanda di daftar itu ia "sangat bingung".

Sesudah Wakanda dikeluarkan dari daftar, juru bicara USDA bicara kepada Washington Post bahwa Wakanda ditambahkan ke dalam daftar ketika staf sedang melakukan uji coba, dan seharusnya tidak diterbitkan untuk publik .

"Informasi tentang Wakanda seharusnya dihapus sesudah uji coba selesai, dan sekarang sudah dicabut," katanya.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Black Panther dan dampaknya di tahun 2018

Ini bukan pertamakalinya negara fiktif menyelinap masuk ke dunia nyata.

Tahun 2017, Menteri Luar Negeri Polandia ketika itu Witold Waszczykowski mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah bertemu dengan perwakilan dari sejumlah negara, "seperti Belize dan San Escobar", untuk mendikusikan upaya Polandia untuk bergaung dengan Dewan Keamanan PBB.

Belize memang ada di dunia, sementara San Escobar tidak ada.

Di saat yang sama, pihak berwenang terkadang tidak sengaja menghapus negara yang sebenarnya memang ada di dunia.

Contohnya di tahun 2014 sampul depan buku panduan Uni Eropa menampilkan negara-negara anggota, termasuk Inggris Raya. Anehnya Wales secara misterius tidak tercantum di sana.

Topik terkait

Berita terkait