Pemandangan langit malam terancam ribuan satelit, kata para astronom

Jejak satelit Hak atas foto Marco Langbroek/SatTrackCam Leiden
Image caption Para pakar astronomi khawatir banyaknya satelit yang bercahaya akan mengganggu penelitian mereka.

Para pakar astronomi memperingatkan penelitian mereka terkait jagad raya akan terganggu karena banyaknya satelit yang akan diluncurkan.

Mulai pekan depan, upaya untuk meluncurkan satelit baru akan dimulai, untuk memudahkan akses internet dari angkasa.

Namun armada pertama satelit yang telah diluncurkan ke orbit oleh perusahaan Amerika, SpaceX, telah mempengaruhi pemandangan langit malam.

Satelit-satelit ini juga memancarkan cahaya putih dan tampak seolah bersaing dengan sinar bintang.

Para ilmuwan khawatir rencana "konstelasi besar-besaran" satelit ini dapat mengaburkan gambar dari teleskop dan mengganggu pengamatan astronomi.

Dr Dave Clements, pakar astrofisika dari Imperial College London, mengatakan kepada BBC News: "Langit malam adalah pemandangan yang biasa dan yang terjadi di sini adalah tragedi untuk sesuatu yang biasa (kita lihat)."

Perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam peluncuran satelit mengatakan mereka bekerja sama dengan para pakar astronomi untuk meminimalkan dampak peluncuran satelit-satelit ini.

Mengapa begitu banyak satelit yang akan diluncurkan?

Peluncuran satelit ditujukan untuk mendapatkan akses internet dengan kecepatan tinggi.

Tanpa menggunakan kabel lagi, satelit dapat memancarkan akses internet dari ruang angkasa.

Bila banyak satelit yang memancar dari orbit, makan daerah terpencil sekalipun bisa mendapatkan akses.

Hak atas foto ONEWEBB
Image caption Konstelasi satelit OneWeb terletak sekitar 1200 kilometer di atas Bumi.

Saat ini terdapat sekitar 2.200 satelit yang mengitari Bumi.

Namun begitu memasuki tahun baru 2020, proyek perusahaan Amerika SpaceX, akan mengirimkan 60 satelit ke orbit setiap beberapa minggu.

Jumlah total yang akan diluncurkan sampai akhir tahun depan adalah sekitar 1.500 satelit dan pada pertengahan tahun 2020, diperkirakan akan ada 12.000 satelit.

Perusahaan Inggris OneWeb merencanakan meluncurkan sekitar 650 satelit dan jumlah ini bisa meningkat menjadi 2.000 bila ada permintaan konsumen.

Sementara itu Amazon merencanakan memasang 3.200 satelit.

Mengapa para astronom khawatir?

Pada bulan Mei dan November, Starlink meluncurkan 120 satelit ke orbit dengan jarak di bawah 500 km.

Namun para pengamat bintang khawatir wahana di ruang angkasa itu juga akan berkilau di gambar-gambar yang mereka ambil.

Hak atas foto Gemini Observatory/ NSF
Image caption Observatori Gemini merekam jejak satelit Starlink.

Dhara Patel, pakar astronomi di Royal Observatory Greenwich, London mengatakan, "Satelit-satelit ini sebesar meja, namun sangat memancar, dan panel wahana itu memancarkan sinar matahari, dan itu berarti dapat kami lihat di gambar-gambar yang kami ambil dengan teleskop."

"Satelit-satelit ini juga menggunakan gelombang radio dalam jumlah besar... dan itu berarti dapat mempengaruhi sinyal yang digunakan para pakar astronomi. Jadi satelit juga mempengaruhi radio yang digunakan astronom."

Ia memperingatkan masalah akan meningkat seiring dengan semakin banyaknya satelit yang diluncurkan ke orbit.

Apa artinya untuk penelitian?

Dr Clements percaya satelit dapat mempengaruhi unit-unit observasi.

"Wahana-wahana itu terletak antara apa yang kami amati di Bumi dan seluruh jagat raya. Jadi wahana-wahana menghambat pengamatan," katanya.

"Yang tak tertangkap adalah apa yang ada di balik wahana-wahana ini, apakah itu asteroid yang berbahaya atau benda yang paling jauh di jagat raya."

Ia juga mengatakan peluncuran satelit-satelit ini akan menyulitkan ilmuwan yang menggunakan teleskop untuk mengambil survei besar di langit.

"Satelit-satelit ini menginterupsi observasi, seperti halnya orang yang berjalan berkeliling dengan membawa lampu dan menyalakannya."

Namun Prof Martin Barstow, pakar astro fisika dari Universitas Leicester mengatakan sebagian masalah dapat diatasi.

"Jumlah satelit (yang akan diluncurkan) terdengar mengerikan, namun angkasa cukup besar. Sehingga bila semua diletakkan di langit, densitas benda-benda ini tak begitu besar," kata Barstow.

"Karena satelit-satelit ini memiliki posisi, masalahnya dapat diantisipasi. Satelit akan terlihat seperti titik dalam satu gambar dan bisa tampak seperti cahaya yang terurai. Namun orang akan tahu dan dapat menghapusnya dari gambar," tambah Barstow.

Apa yang dikatakan perusahaan-perusahaan yang terlibat?

Hak atas foto AFP
Image caption SpaceX tengah menjajagi untuk membuat satelit mereka tak begitu bercahaya.

SpaceX mengatakan kepada BBC bahwa mereka bekerja sama dengan pakar astronomi internasional untuk meminimalisir dampak satelit Starlink.

Dalam peluncuran berikutnya, mereka menguji coba olesan khusus yang dirancang untuk membuat wahana lebih redup.

OneWeb mengatakan mereka ingin "menjadi pemimpin yang bertanggung jawab di ruang angkasa" dan meluncurkan satelit mereka 1.200 km ke orbit sehingga tidak mengganggu observasi astronomi.

Ruth Pritchard-Kelly, wakil presiden OneWeb, mengatakan,"Seluruh dunia memerlukan sambungan internet... Jadi itu akan terjadi. Dan pertanyaannya adalah bekerja sama dengan pihak terkait lain untuk menjamin tidak mengganggu mereka," katanya.

"Kami tahu kami akan menyelesaikan isu ini dengan semua pihak," tambah Pritchard-Kelly.

Sementara ini, para pengamat bintang akan terus menikmati langit sambil menanti apakah akan ada kompromi yang tercapai di antara semua pihak yang terlibat.

Topik terkait

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar