Salah satu bintang paling terang di Bima Sakti, Betelgeuse 'akan meledak', adakah dampaknya?

Betelgeuse

Sumber gambar, ESA

Keterangan gambar,

Perubahan cahaya Betelgeuse menimbulkan spekulasi kemungkinan terjadinya kematian bintang.

Para ahli astronomi dunia, baik profesional maupun amatir, sedang mengamati langit dengan harapan akan menyaksikan "peristiwa yang hanya terjadi sekali dalam hidup".

Mereka menduga Betelgeuse, salah satu bintang paling terang, kemungkinan akan mengalami supernova lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Atau dalam bahasa sehari-hari: meledak.

Meskipun para astronom sudah mengetahui bahwa Betelgeuse pada akhirnya akan "meledak", perkembangan belakangan ini tetap menarik perhatian.

"Bintang sekarat"

Betelgeuse dikelompokkan menjadi "bintang sekarat", yang pasti akan meledak. Cuma soal waktu saja.

Bintang ini umurnya delapan sampai sepuluh juta tahun, sementara Matahari kita sudah berusia 4,5 miliar tahun. Namun Betelgeuse telah menghabiskan bahan bakar nuklirnya dengan cepat.

Sumber gambar, ALMA

Keterangan gambar,

Foto tahun 2017 yang diambil teleskop ALMA Observatory di Chili ini adalah foto Betelgeuse dengan resolusi tertinggi.

Betelgeuse juga bergetar dengan kecepatan sangat tinggi, yang berarti sedang mengembang dan mengerut — dengan diameter 550 sampai 920 kali Matahari kita.

"Ini kita kenal sebagai bintang yang akan menjadi supernova," kata Daniel Brown, asisten profesor astronomi di Nottingham Trent University, Inggris kepada BBC.

"Model yang ada saat ini mengisyaratkan ledakan dapat terjadi kapanpun berdasarkan skala waktu astronomi."

"Ini berarti dalam 100.000 tahun lagi," tambah Brown.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Betelgeuse (atas kiri) berada di rasi bintang Orion, yang berjarak hampir 700 tahun cahaya dari Bumi.

Apakah Betelgeuse segera menjadi supernova?

Dalam beberapa bulan terakhir, para astronom mengamati bahwa Betelgeuse sangat meredup.

Para peneliti Villanova University di AS mengatakan, pada Desember lalu bahwa bintang ini mencatat titik paling redup berdasarkan observasi selama 50 tahun.

Para ilmuwan berteori bahwa meredupnya cahaya bintang bisa menjadi tanda bahwa ia sedang sekarat.

"Ketika bintang besar mendekati akhir masa hidupnya, mereka kehilangan massa yang begitu besar," kata Sarafina Nance, astronom University of California, AS yang mengkaji Betelgeuse.

"Teorinya, semua debu yang dilontarkan akan menutupi dan membuat bintang yang sekarat itu menjadi gelap, sehingga kita tidak lagi bisa melihatnya sebelum ia menjadi supernova."

Meski demikian, para ilmuwan juga mengetahui bahwa Betelgeuse adalah sebuah bintang yang dapat berubah-ubah.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Astronom sudah memperkirakan Betelgeuse adalah "calon supernova".

Bintang seperti ini cahayanya dapat berubah-ubah jika dilihat dari Bumi, seperti dikatakan Emily Brundsen, ahli astrofisika University of York kepada BBC.

"Tidak ada tanda-tanda yang mengisyaratkan akan segera terjadi ledakan di Betelgeuse. Terlepas dari itu, kami tidak pernah berkesempatan untuk mengamati dengan seksama proses bintang menjadi supernova. Jadi selalu ada kemungkinan (bahwa ledakan seketika) akan terjadi," tambah Brundsen.

Ledakan seperti apa?

Supernova adalah sebuah ledakan kuat dan bercahaya yang menghasilkan energi sangat besar.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Supernova Betelgeuse akan lebih terang dibandingkan Bulan.

Ledakan ini sudah pasti akan menarik perhatian karena jaraknya "begitu dekat" dengan Bumi.

"Dalam beberapa hari, Betelgeuse bisa jadi seterang bulan purnama," kata Brown.

"Bahkan akan terlihat saat siang hari."

Keadaan ini akan terjadi selama berbulan-bulan.

Jadi ledakan ini berbahaya?

Kerusakan yang ditimbulkan oleh supernova sangat besar skalanya.

Jika Matahari kita meledak misalnya, para astronom mengatakan seluruh sistem tata surya akan hancur.

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar,

Supernova 1987A adalah supernova yang terakhir diamati di dekat galaksi kita, Bima Sakti.

Sejumlah ledakan bintang yang terjadi sebelumnya, meningkatkan suhu Bumi dan berkemungkinan merusak lapisan ozon, sehingga terjadi peningkatan paparan radiasi yang bisa merusak dari matahari dan kosmis.

Tetapi Matahari kita terlalu kecil, sehingga tidak akan meledak dalam bentuk seperti Betelgeuse - meskipun jika meledak diperkirakan tetap akan "memakan" Merkurius, Venus dan Bumi dalam waktu beberapa miliar tahun.

Namun Betelgeuse berada dalam jarak aman dari Bumi.

"Masalah timbul jika jaraknya kurang dari 50 tahun cahaya," kata Daniel Brown.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Betelgeuse akan meledak: adakah risikonya terhadap Bumi.

Betelgeuse berada di rasi bintang Orion, yang berjarak hampir 700 tahun cahaya dari Bumi.

Kajian tahun 2016 yang diterbitkan di jurnal Astrophysical memperkirakan, diperlukan waktu enam juta tahun sebelum getaran dan debu ledakan mencapai sistem tata surya.

Apakah supernova Betelgeuse sangat khusus?

Supernova pada galaksi kita, Bima Sakti, adalah sebuah kejadian langka dan terakhir kali teramati pada tahun 1604.

Jaraknya waktu itu 13.000 tahun cahaya, sama dengan 20 kali jarak Betelgeuse.

Peristiwa ini dikenal sebagai supernova Kepler karena didokumentasikan astronom Jerman, Johannes Kepler.

Kejadian mutakhir yang dapat dilihat mata telanjang adalah 1987A, yang terjadi di galaksi tetangga Awan Raksasa Magellan, berjarak 168.000 tahun cahaya.

Meskipun jauh jaraknya, ini adalah supernova terdekat yang bisa diamati sejak supernova Kepler.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Supernova terakhir di Bumi Sakti terjadi pada abad ke-17 dan didokumentasikan astronom Johannes Kepler.

"Betelgeuse memberi kesempatan untuk mengamati proses evolusi kematian bintang dan memahami alam semesta," kata Emily Brundsen.

"Jika meledak saat ini, supernova akan menjadi mimpi buruk para astronom karena mereka harus mengkaji ulang pengetahuan terkait dengan bintang."

"Tetapi ini juga akan menjadi peristiwa yang menakjubkan."

Mengapa sulit meramalkan terjadinya supernova?

Meskipun "kematian bintang" telah didokumentasikan dan diamati beberapa kali dalam sejarah, prosesnya belum pernah diamati dengan seksama.

Kemudian Betelgeuse terjadi.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Supernova seperti yang terjadi di rasi bintang Cassiopeia, adalah sebuah ledakan kuat, tetapi para astronom mengatakan Betelgeuse tidak akan membahayakan Bumi.

Sekalipun jarak 700 tahun cahaya sangat jauh, dalam skala astronomi ini membuatnya nyaris seperti tetangga galaksi Bima Sakti.

Jarak ini membuat Betelgeuse menjadi salah satu bintang, selain Matahari, yang permukaannya dapat diamati dengan rinci.

Maka supernova Betelgeuse akan memberi kesempatan berharga bagi ilmu pengetahuan agar dapat mengkaji fenomena ini dengan lebih seksama.

Selain menjadi pertunjukan yang menakjubkan bagi para pengamat bintang.