Pemilu Amerika: Mike Bloomberg pekerjakan influencer untuk membuat meme dalam kampanye

Bloomberg menanggapi penonton yang menyelak omongannya di Nashville, Tennessee. Hak atas foto Getty Images
Image caption Bloomberg menanggapi penonton yang memotong pidatonya di Nashville, Tennessee.

Bakal calon presiden dari Partai Demokrat Amerika Serikat, Mike Bloomberg, mempekerjakan influencer media sosial guna meraih pemilih muda.

Beberapa konten yang dibuat oleh kreator internet telah menjangkau puluhan juta pengikut mereka.

Menurut mantan walikota New York ini, strategi dengan meme ini merupakan hal baru dalam pemilihan presiden.

Hingga kini ia telah mengabiskan US$300 juta (sekitar Rp4,1 trilyun) untuk menduduki Gedung Putih.

Bloomberg, bekas anggota Partai Republik, adalah satu dari delapan kandidat yang tersisa di Partai Republik yang akan menantang Donald Trump pada pemilu bulan November mendatang.

Juri bicara nasional Bloomberg, Sabrina Singh, mengatakan, "kami bertaruh strategi dengan meme ini akan menjadi komponen yang efektif untuk melawan operasi digital Trump".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Markas kampanye Bloomberg di New York.

Apa saja yang disampaikan dalam unggahan kampanye?

Kampanye Bloomberg bekerja dengan Meme 2020, sebuah perusahaan yang mewakili beberapa akun terbesar di media sosial.

@GrapeJuiceBoys - akun yang sering mengunggah budaya kulit hitam dan punya 2,7 juta pengikut - memastikan kepada BBC mereka telah memproduksi konten berbayar untuk kampanye Bloomberg campaign, sekalipun secara personal tidak mendukung kandidat tersebut.

Unggahan tentang Bloomberg juga muncul di @Tank.Sinatra (2,3 juta pengikut) dan akun yang dikelola oleh Jerry Media (14,9 juta), dan beberapa lagi.

Di unggahan ini dipastikan mereka dibayar oleh kampanye Bloomberg dan pengumuman ini diwajibkan oleh komisi pemilihan umum Amerika untuk unggahan berbayar.

Sementara itu, unggahan di Tribe, pasar online yang menghubungkan "influencer mikro" (antara 1.000 - 10.000 pengikut) dengan pengiklan, unggahan yang mendukung Bloomberg dibayar US$150 (sekitar Rp2 juta).

Para influencer ini diminta untuk menyebutkan alasan kenapa "kita memerlukan perubahan di pemerintahan".

Bloger makanan dan perjalanan Alycia Chrosniak menyampaikan kepada kantor berita Reuters ia ditawari oleh tim Bloomberg tapi menolak.

"Rasanya aneh mendukung orang, dan bukan produk," kata Chrosniak yang biasanya mengunggah konten yang disponsori restoran atau hotel.

Menurutnya, Bloomberg bukan "pilihan utamanya" dalam pemilu nanti.

Ini bukan pertama kali kampanye media sosial Bloomberg mengundang keheranan.

Saat debat Partai Demokrat Januaru lalu, di mana ia gagal mendapat posisi, akun kampanyenya mencuitkan "#BloombergFacts" palsu, termasuk wajah kandidat ditempelkan ke bakso.

Bisakah meme mengantar Bloomberg ke Gedung Putih?

Kampanye meme Mike Bloomberg merupakan strategi inovasi digital terbaru yang mungkin bisa menghubungkan dengan pemilih usia 25 tahun ke bawah.

Tahun 2008, upaya ini adalah menggunakan Twitter, sedangkan tahun 2016, dipakai Snapchat.

Kini taktik baru lagi adalah menggunakan akun meme Instagram untuk mengarah pada pemilih yang lahir di akhir 1990-an.

Menurut Marianna Brady, wartawan BBC di Washington, tim kampanye digital Bloomberg paham mereka tidak bisa menang lewat kampanye TV maupun Facebook karena pemilih muda berkumpul di Instagram, Snapchat, VSCO dan TikTok.

Sebagai perbandingan, siaran langsung ajang penghargaan Oscar di TV ditonton 23,6 juta, sedangkan akun-akun yang mengunggah kampanye meme Bloomberg, pengikutnya secara keseluruhan jumlahnya 60 juta.

Kampanye ini diedarkan di waktu yang sama selama dua jam Rabu (13/02) malam untuk memastikan dilihat oleh orang muda di Instagram mereka, sebelum tidur.

Dengan menggunakan humor yang mengejek diri sendiri dan bersandar pada statusnya sebagai bilyuner, Bloomberg menempatkan diri sebagai orang yang bisa mengalahkan Donald Trump.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Perpecahan keluarga akibat Pemilu 2020

Berapa yang dihabiskan oleh Bloomberg?

Pengeluaran iklan Bloomberg sudah melebihi Trump. Dua minggu terakhir, ia menggelontorkan lebih dari US$1 juta per hari untuk iklan Facebook menyasar Super Tuesday di negara-negara bagian yang akan iklan pada tanggal 3 Maret.

Menurut NBC News, jumlah ini lima kali lipat dari yang dikeluarkan oleh Trump.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dua orang kaya New York ini berfoto saat main golf bersama di tahun 2007.

Menurut Forbes, kekayaan pendiri kerajaan bisnis media keuangan ini mencapai US62 trilyun, sementara Trump US$3,1 trilyun.

Trump - yang juga berasal dari New York - sendiri meremehkan Bloomberg dalam cuitannya: "Bloomberg mungil ini seorang PECUNDANG yang punya uang tapi tak bisa debat dan tak pernah tampil di publik. Lihat saja nanti".

Balasannya, Bloomberg berkata penduduk New York City "menertawakanmu dan menyebutmu badut sirkus yang gemar menggongong".

Berita terkait