Rencana pemerintah Nepal untuk membersihkan 35 ton sampah di Everest dikritik sherpa

Puncak Everst menarik hati para pendaki gunung dan ini bisa menyebabkan antrian saat musim-musim sibuk. Hak atas foto AFP
Image caption Puncak Everst menarik hati para pendaki gunung dan ini bisa menyebabkan antrian saat musim-musim sibuk.

Rencana pemerintah Nepal untuk membersihkan 35 ton sampah dari Puncak Everest dan enam puncak lain di Himalaya mendapat kritik dari beberapa pendaki terkenal.

Pemerintah mengatakan akan mengerahkan tentara untuk melakukan tugas yang akan memakan biaya 860 juta rupee (sekitar Rp102 milyar).

Tahun lalu mereka mereka berhasil mengangkut 10 ton sampah dari kawasan ini.

Namun Kami Rita Sherpa - yang pernah mendaki puncak tertinggi di dunia itu sebanyak 24 kali - mengatakan para pembersih ini tak punya kemampuan mencapai puncak tertinggi.

"Mereka memungut sampah dari tempat yang rendah," kata Sherpa kepada BBC Nepal. "Mereka harus mengerahkan para sherpa untuk membersihkan di tempat-tempat yang tinggi".

"Hanya sherpa pemandu dan pengangkut yang bisa, dan mereka harus diberi kompensasi yang pantas untuk membersihkan puncak-puncak ini."

Ada enam puncak tinggi di Himalaya: Everest, Lhotse, Pumori, Amadablam, Makalu dan Dhaulagiri yang menarik perhatian pendaki gunung dari seluruh dunia.

Para pendaki ini umumnya meninggalkan tabung oksigen dan tabung gas masak, peralatan pendakian dan sampah lain seperti pembungkus makanan serta kaleng dan botol minuman.

Selain itu, setiap tahun beberapa pendaki meninggal di Himalaya. Tahun 2019, ada 11 orang meninggal dalam upaya mencapai Everest dan jenazah mereka ditinggalkan di gunung.

Jenazah-jenazah ini termasuk yang harus dibawa turun dalam rangka membersihkan gunung.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Sebanyak 11 ton sampah ditemukan di Everest

Secara khusus sulit untuk membawa turun benda-benda yang berada di puncak yang tinggi. Banyak jenazah dan sampah yang terbaring di antara es dan salju selama beberapa dekade.

"Sherpa pendaki adalah orang yang tepat untuk membersihkan puncak," kata Purba Tashi Sherpa, yang sudah menjelajah Everest 21 kali. "Pemerintah harus tahu hal ini."

Juru bicara ketentaraan Nepal Bigyan Dev Pandey megatakan ia yakin timnya akan mampu mencapai lokasi tinggi dalam upaya pembersihan yang akan berakhir tanggal 5 Juni ini.

"Kami belajar dari kesalahan dan bekerja keras untuk membersihkan gunung, termasuk di lokasi yang tinggi," katanya kepada BBC Nepal.

Pemerintah Nepal juga melakukan langkah pencegahan agar orang tidak membuang sampah dengan mengenakan deposit US$400 yang akan dikembalikan apabila pendaki membawa kembali sampah mereka ke bawah.

Menurut para sherpa, mengangkut sampah-sampah ke bawah tidak mudah. Bahkan mereka yang terampil sekalipun kewalahan.

Ang Tshering Sherpa, bekas presiden Nepal Mountaineering Association, mengatakan kepada BBC Nepal: "Sangat sulit membawa turun tabung berat atau jenazah dari kamp pendakian yang tinggi."

"Jenazah beku beratnya bisa mencapai 150kg, dan tampaknya mustahil seorang sherpa bisa membawanya turun."

Topik terkait

Berita terkait