Mengapa drama Korea bertema percintaan antara warga Korsel dan Korut ini banyak dipuji

Son Ye-jin and Hyun Bin Hak atas foto CJ ENM
Image caption Drama ini menceritakan kisah percintaan antara wanita kaya asal Korea Selatan dan seorang perwira Korea Utara.

Drama Korea Crash Landing on You, yang mengisahkan lika-liku percintaan antara seorang perempuan Korea Selatan dan laki-laki Korea Utara yang berprofesi sebagai tentara, sukses besar.

Dikisahkan, seorang perempuan Korea Selatan secara tidak sengaja mendarat di Korea Utara dengan menggunakan paralayang dan kemudian jauh cinta dengan seorang prajurit setempat.

Dari segi tema, Crash Landing on You merupakan kisah percintaan drama Korea (K-drama) yang tipikal.

Namun, seri ini menerima banyak pujian karena penggambaran Korea Utara yang sangat kaya dan penuh nuansa, sesuatu yang hanya bisa dicapai berkat kehadiran Kwak Moon-wan, pembelot dari Korea Utara yang masuk menjadi tim penulis.

Hingga 2004, Kwak Moon-wan merupakan anggota pasukan elite Korea Utara.

Dia bertugas di Komando Pengawal Tertinggi, yang merupakan pengawal pribadi yang melindungi keluarga penguasa Korea Utara.

Dia sangat dipercaya dan bahkan ditugaskan ke luar negeri untuk bekerja di sebuah perusahaan saham Korea Utara di Moskow, Rusia. Perusahaan itu menjadi sumber pemasokan mata uang asing yang sangat dibutuhkan.

Hanya beberapa warga Korea Utara yang diizinkan bekerja di luar negeri, dan untuk memastikan kesetiaan mereka yang berkelanjutan, para pemimpin menerapkan sejumlah langkah antisipatif: Kwak harus meninggalkan istri dan putranya di Korea Utara.

Pada 2004, ia diperintahkan untuk kembali ke Pyongyang.

Saat tiba di Beijing, dia mengetahui salah satu temannya di Moskow telah melaporkan kepada bos mereka di Pyongyang apa yang dia katakan dalam percakapan pribadi.

Kwak tidak mengungkapkan apa yang dia katakan, hanya saja dia telah berbicara tentang apa yang dia lihat saat mengawal anggota keluarga Kim Jong-il saat itu.

Dia sadar hal itu akan menjadi masalah besar ketika dia kembali.

Saat itulah dia memutuskan untuk membelot. Sendirian. Dan dia tinggal di Korea Selatan tanpa keluarganya sejak saat itu.

Hak atas foto Kwak Moon-wan
Image caption Kwak Moon-wan mempelajari penyutradaraan film di Pyongyang.

"Aku hanya punya satu bayangan saat ada mataharit," kata Kwak. "Itulah hidupku di Korea Selatan," katanya sambil memberi perumpamaan.

Dengan kata lain, ia tidak punya siapa-siapa di Korea Selatan.

Setelah tiba di Korea Selatan, Kwak, seperti ribuan pembelot lain dari Korea Utara, memulai proses membangun kehidupan baru.

Takdir membawa Kwak ke dunia hiburan Korea yang sedang populer.

Dari pembelot ke penasihat film

Pada 1980-an, industri film Korea Utara saat itu berkembang pesat, karena kecintaan Kim Jong-il yang terkenal akan seni.

Saat itu, Kwak baru memulai pendidikan dan dia diterima dalam program studi sutradara untuk perfilman di Pyongyang University of Dramatic and Cinematic Arts.

Dia berprestasi, tetapi dia memasuki jalur karier militer.

Tidak lama setelah ia tiba di Korea Selatan, seorang pembuat film terkenal sedang mengerjakan proyek film bertema Korea Utara dan mendekati agensi mata-mata Korea Selatan untuk meminta nasihat.

Kwak baru saja selesai diinterogasi, yang merupakan bagian dari proses pemukiman kembali yang dilalui para pembelot baru, di mana ia berbicara tentang keterampilan filmnya.

Agensi mempertemukan Kwak dengan sang pembuat film, yang kemudian menawarkan pekerjaan di perusahaan filmnya. Kwak langsung menerima tawaran itu.

Dia kemudian bekerja sebagai penasihat di sejumlah film dan serial drama, dan pada tahun 2018, seorang mantan kolega memperkenalkan Kwak kepada Park Ji-eun, kepala tim penulis Crash Landing on You.

Hak atas foto CJ ENM
Image caption Terlepas dari semua perbedaan budaya, keduanya jatuh cinta.

Park muncul dengan ide komedi romantis yang menampilkan perwira Korea Utara dan perempuan kaya asal Korea Selatan, tetapi kurangnya pengetahuan mendalam tentang kehidupan Korea Utara menjadi persoalan.

Kwak bergabung ketika proyek drama ini mulai digarap.

Mata-mata yang menyamar dan anak-anak tunawisma

Serial ini - yang telah menjadi salah satu drama Korea paling sukses sepanjang masa - menceritakan kisah pewaris dan pengusaha Yoon Se-ri dan kapten tentara Korea Utara Ri Jeong-hyuk.

Saat berparalayang, pada suatu hari, Se-ri terhempas angin kencang dan terdorong ke perbatasan Korea Utara.

Dia tersangkut di pohon saat ditemukan oleh sang Jeong-hyuk yang gagah, yang bukannya menyerahkannya ke pihak berwenang namun justru menjaganya agar tetap aman dan membantunya kembali ke rumah.

Mereka kemudian jatuh cinta.

Pengetahuan mendalam Kwak tentang bagaimana para pejabat Korea Utara beroperasi memberikan dia kemamampu untuk menyumbangkan berbagai skenario yang cerdik.

Misalnya, pada satu saat, polisi rahasia menemukan Se-ri bersembunyi di sebuah desa, Jeong-hyuk dengan cepat menjelaskan bahwa Se-ri adalah mata-mata dengan Divisi 11, yaitu unit militer yang bekerja secara rahasia di Selatan.

Hal itu membantu menjelaskan mengapa logat dan penampilannya berbeda, juga kenapa dia tidak memiliki dokumen.

Situasi ini memberikan Se-ri kebebasan untuk menjelajahi desa dan berinteraksi dengan orang lain, sambil menolak menjawab pertanyaan mereka tentang kehidupannya dengan alasan keamanan.

Hak atas foto CJ ENM
Image caption Drama ini menunjukkan persahabatan dan kompetisi di antara para wanita desa.

Kwak juga membantu menciptakan subplot tentang sepasang kekasih lain dari Utara dan Selatan, Gu Seung-joon dan Seo.

Setelah menggelapkan sejumlah besar uang dari saudara laki-laki Se-ri, Seung-joon melarikan diri dan memutuskan untuk mencari perlindungan di Korea Utara.

"Korea Utara adalah satu-satunya tempat yang tidak bisa dijangkau Interpol," kata Kwak.

Benarkah Korea Utara menawarkan perlindungan bagi para penjahat yang dicari dengan imbalan sejumlah uang yang besar?

"Ini memang masuk akal," kata Kwak. "Hanya itu yang ingin aku katakan."

Sepanjang serial, ada penggambaran kehidupan yang bisa dibuat kredibel melalui wawasan seseorang seperti Kwak.

Kereta ditampilkan tiba-tiba berhenti karena pemadaman listrik, anak-anak tunawisma di jalan-jalan, dan lemari es yang digunakan untuk menyimpan buku dan pakaian, bukan untuk menyimpan makanan.

Pujian dari pembelot lainnya

Beberapa menuduh drama itu menggambarkan Korea Utara terlalu indah dan tidak sesuai kenyataan.

Misalnya, penduduk desa tampaknya memiliki banyak makanan tetapi pada kenyataannya kekurangan makanan merupakan masalah yang berulang.

Walaupun demikian, detail yang bernuansa dalam serial ini memang jarang dilihat oleh orang Korea Selatan, dan drama ini bahkan membuat pembelot lain senang.

Chun Hyo-jin, yang membelot ketika dia berusia 19 tahun, mengatakan drama itu memang menyimpang dari kenyataan tetapi tidak menyurutkan antusiasmenya untuk menyaksikan serial itu.

Sebagian besar keluarganya sekarang tinggal di Selatan, dan serial drama ini telah menjadi topik pembicaraan mingguan.

Hak atas foto CJ ENM
Image caption Kedua aktor utama adalah bintang terkenal di Korea Selatan.

"Setiap kali siaran, kami saling menelepon dan berbicara tentang drama di serial itu," kata Chun.

"Serial itu membuat orang-orang tertarik pada Korea Utara," lanjutnya.

"Acara itu membuat teman-teman saya bertanya kepada saya tentang Korea Utara dan saya sangat berterima kasih karenanya."

Serial drama itu juga mendapat pujian dari orang-orang seperti Sokeel Park, yang memiliki organisasi nonpemerintah Liberty in Korea Utara yang bekerja sama dengan para pembelot.

"Penggambarannya dari berbagai aspek masyarakat Korea Utara jelas telah diteliti secara menyeluruh, menghasilkan penggambaran paling tiga dimensi masyarakat Korea Utara dari film atau drama apa pun hingga saat ini," katanya kepada BBC.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Empat pembelot berbicara tentang kehidupan di Korea Utara.

"Ini merupakan hal yang berbeda, bagaimana ini menggambarkan berbagai aspek masyarakat Korea Utara tanpa harus menghakimi, dan menunjukkan warga Korea Utara sebagai orang yang kompleks yang pada akhirnya menyenangkan dan bahkan dicintai, walaupun mereka berbeda secara budaya," kata Sokeel Park.

Sudah diketahui secara umum bahwa warga Korea Utara, terutama yang muda, juga penggemar K-drama.

Dan seperti yang digambarkan oleh Crash Landing on You secara akurat, banyak film dan drama Korea Selatan yang diselundupkan ke Korea Utara.

Kwak mengatakan dia belum mendengar kabar warga Korea Utara yang sudah menonton drama itu.

"Aku yakin mereka akan sangat tertarik. Ini kisah mereka. Ini tentang mereka."

"Dan kurasa terutama pria Korea Utara akan merasa sangat bersyukur memiliki pria tampan seperti Hyun Bin untuk memerankan salah satu dari mereka," ucapnya sambil tertawa.

Berita terkait