Kisah anak delapan tahun yang meninggal setelah disiksa oleh ibu dan ayah tirinya: Ke sekolah dengan bibir bengkak, luka bakar

  • Beatriz Díez (@bbc_diez)
  • BBC Mundo
Gabriel Fernandez

Sumber gambar, Netflix

Keterangan gambar,

Gabriel Fernandez meninggal bulan Mei 2013 akibat rangkaian pukulan yang diterimanya di rumah dari ibu dan ayah tirinya.

Peringatan: Artikel ini berisi rincian kekerasan serta mengungkapkan jalan cerita seri dokumenter yang akan disiarkan.

"Apakah biasa kalau seorang ibu memukul anaknya?" Pertanyaan ini diajukan oleh Gabriel Fernandez, saat berumur tujuh tahun, kepada gurunya Jennifer Garcia yang terkejut mendengarnya.

Ketika Jennifer bertanya lebih lanjut, Gabriel bertanya apakah normal dipukul dengan kepala ikat pinggang yang terbuat dari logam.

"Apakah biasa kalau berdarah?" tanya anak itu lagi.

Berbulan sesudah percakapan itu, Gabriel Fernández atau Gabrielito meninggal akibat rangkaian pukulan yang ia terima dari ibunya Pearl Fernandez, serta pacar sang ibu Isauro Aguirre.

Namun bukan hanya kedua pasangan itu yang diadili. Sebanyak empat pekerja sosial juga didakwa menyiksa anak dan memalsukan catatan resmi.

Dalam seri dokumenter The Trials of Gabriel Fernandez, Netflix menghadirkan secara rinci apa yang terjadi pada anak yang tinggal di Palmdale, di utara Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Kisah ini diceritakan dalam enam episode penyiksaan yang diderita Gabriel serta menyoroti kegagalan sistem dalam mencegah tragedi ini.

Sumber gambar, Netflix

Siapa Gabriel Fernandez?

Menurut keluarga, ketika hamil sang ibu tak menginginkan Gabriel. Namun ia meneruskan kehamilannya. Ketika Gabriel lahir, ia meninggalkannya di rumah sakit.

Kakek-nenek Gabriel mengambilnya, lalu mulailah Gabriel berpindah dari satu rumah ke lainnya, selalu tinggal bersama keluarga lain.

Menurut kesaksian dan wawancara dengan anggota keluarga setelah kematiannya, mereka menyatakan Gabriel anak yang manis yang selalu mencari rasa sayang dari keluarganya.

Foto-foto saat ia tinggal bersama paman dan kakek-neneknya memperlihatkan ia anak yang tampak bahagia dan sehat.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Kakek-nenek merawat Gabriel itu di sebagian besar hidup anak itu.

Keadaan ini berubah tahun 2012 ketika Pearl Fernandez memutuskan membawa Gabriel tinggal bersamanya dan pacarnya, demi mendapat tunjangan dari negara.

Di apartemen kecil tempat mereka tinggal, ada dua saudara Gabriel: Ezekiel and Virginia, keduanya masih lebih kecil.

Di sinilah nasib Gabriel berubah.

Horor delapan bulan

Seiring pindah rumah, Gabriel juga pindah sekolah dan di sekolah baru ini ia bertemu Jennifer Garcia, guru yang ia ceritakan tentang pukulan dengan kepala gesper tadi.

Sesudah percakapan itu, Jennifer menelepon untuk melaporkan penyiksaan anak-anak sesuai perkataan Gabriel.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Keluarga dan teman-teman Gabriel menggambarkan ia sebagai anak manis yang merindukan kasih sayang ibu.

Kasus ini jatuh ke tangan Stefanie Rodriguez, pekerja sosial yang - menurut orang di sekelilingnya - tak berpengalaman untuk pekerjaan berat seperti ini.

Dari situ ada kunjungan, telepon dan peninjauan, tapi tak ada perubahan.

Menurut gurunya, penyiksaan terhadap Gabriel semakin buruk.

Gabriel mulai datang ke sekolah dengan rambut yang tercabut, koreng di kepala, bibir bengkak, memar di wajah atau luka yang disebabkan senapan angin.

Jennifer terus mengadu ke dinas sosial sembari meminta bantuan.

Petugas dari kantor sheriff datang ke apartemen beberapa kali - bahkan beberapa hari sebelum Gabriel meninggal - tapi mereka percaya saja kata-kata sang ibu tanpa mengecek kondisi si anak.

Tiada apapun yang dilakukan pihak berwenang yang berpeluang menyelamatkan hidup Gabriel.

Sumber gambar, Netflix

Keterangan gambar,

Menurut dokumenter Netflix beberapa mencoba menolong, seperti misalnya petugas keamanan di kantor dinas sosial Palmdale tetapi ia mendapat hambatan birokrasi.

Tanggal 23 Mei 2013, ibu Gabriel dan ayah tirinya dipanggil ke ruang gawat darurat karena anak mereka tak bernapas.

Saat itu delapan bulan sejak ia tinggal bersama mereka. Dua hari kemudian ia meninggal di usia delapan tahun.

Patah tulang rusuk, luka bakar

Pearl dan Isauro ditahan dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama dengan penyiksaan.

Kejaksaan Los Angeles mengumumkan mereka menuntut hukuman mati bagi keduanya.

Rencananya, hanya satu pengadilan yang akan dilakukan, tetapi kemudian keduanya diadili terpisah karena dengan keterbatasan intelektualitas Pearl - sesudah diperiksa ahli - dikhawatirkan proses akan berlarut-larut.

Jaksa yang menangani kasus ini adalah Jon Hatami, yang juga menjadi pemandu seri dokumenter Netflix.

Sumber gambar, Netflix

Keterangan gambar,

Jaksa Jon Hatami adalah penghubung penonton dengan kisah Gabriel Fernandez di Netflix.

Hatami memperlihatkan sisi pribadinya, bahwa ia juga korban penyiksaan fisik oleh ayahnya. Ini membuat kisah Gabriel jadi punya arti khusus baginya.

Kesaksian yang didapatkan kejaksaan mengungkapkan kejutan.

Beberapa paramedis yang menanggapi telepon darurat bisa melihat apa yang mereka temukan pada Gabriel: beberapa memar di kepala, patah tulang rusuk, luka bakar di beberapa tempat dan tangan membengkak.

Koroner yang mengotopsi Gabriel menemukan pasir bercampur kotoran kucing di perutnya.

Saudara-saudara Gabriel yang bersaksi di ruang tertutup memastikan bahwa Gabriel dipaksa makan kotoran kucing kalau tidak membersihkan pemukul bola kasti dengan baik.

Mereka juga menjelaskan ibu dan sang pacar sering mengikat Gabriel di perabotan di kamarnya tanpa memberi makan atau membolehkannya ke kamar mandi.

Ayah tiri Gabriel juga sering menghinanya secara khusus dengan menyebutnya gay.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Kematian Gabriel Fernandez mengejutkan penduduk Palmdale, Los Angeles tahun 2013.

Pengacara Isauro tak bisa membantah bukti-bukti kematian Gabriel.

Ia mendasarkan pembelaan bahwa pukulan-pukulan maut kliennya tak direncanakan, melainkan hasil kemarahan tiba-tiba.

Ia juga meminta juri untuk menyatakan kliennya bersalah untuk kasus pembunuhan tingkat kedua yang hukumannya lebih ringan.

Namun juri tidak berhasil diyakinkan.

Isauro Aguirre dijatuhi hukuman mati dan kini menunggu eksekusi di penjara San Quintin di California.

Sesudah mendengar hukuman ini, Pearl memutuskan menyatakan bersalah, sehingga terhindar dari pengadilan lebih jauh dan hukuman mati.

Ia dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa berkesempatan mengajukan pembebasan bersyarat.

Sistem yang kewalahan

Proses hukum tak berhenti di sini.

Pekerja sosial Stefanie Rodriguez dan Patricia Clement, dan penyelia Gregory Merritt serta Kevin Bom didakwa dengan penyiksaan anak dan pemalsuan catatan resmi yang mereka lakukan di tahun 2017.

Mereka semua dipecat segera sesudah kematian Gabriel.

Merritt menjelaskan versinya dalam seri dokumenter ini.

Sumber gambar, NEtflix

Keterangan gambar,

Dalam seri dokumenter itu, penyelia Gregory Merritt membela dinas sosial dalam kasus Gabriel Fernandez.

Merritt bicara soal kesulitan yang dihadapi dinas sosial dan betapa petugas-petugasnya kewalahan, terkadang masing-masing mengurusi 25-30 kasus anak-anak.

Ia menjelaskan bahwa fokus perlindungan anak adalah memelihara unit keluarga dan berpendapat bahwa pemisahan paksa anak-anak dari keluarga merupakan proses yang traumatis.

Akhirnya pengadilan banding di California memutuskan akhir Januari bahwa pekerja sosial tidak perlu menghadapi tuduhan kriminal dalam kasus Gabriel ini.

Cuma untuk hiburan?

Seri dokumenter di Netflix ini datang seiring sukses cerita kriminal dalam berbagai format.

Acara seperti ini dikritik seputar bahaya sensasionalisme kekerasan dan eksploitasi korban untuk kepentingan hiburan semata.

Dalam wawancara dengan majalah Time, sutradara pembuat dokumenter ini Brian Knappenberger, mengakui bahwa seri ini termasuk ke kategori di atas sekalipun ia menyatakan pendekatannya berbeda.

Sumber gambar, Netflix

Keterangan gambar,

Di lingkungan tempat tinggalnya, tetangga masih mengenang Gabriel dengan baik.

Tanpa melupakan keutamaan Gabriel dan penderitaannya, upaya utama seri ini adalah menemukan kegagalan sistem hukum, dan jika ada pihak lain yang bertanggungjawab atas kematian si anak.

"Tak ada yang mendengar Gabriel ketika ia masih hidup," kata Knappenberger.