Virus corona: Orang utan, simpanse, gorila liar, kerabat terdekat manusia perlu dilindungi dari ancaman infeksi Covid-19

Belum diketahui secara persis dampak wabah virus corona terhadap kera-keras besar seperti gorila, simpanse, bonobo dan orang utan. Hak atas foto Getty
Image caption Belum diketahui secara persis dampak wabah virus corona terhadap kera-keras besar seperti gorila, simpanse, bonobo dan orang utan.

Ahli konservasi alam menyerukan tindakan mendesak untuk melindungi kerabat terdekat manusia, kera besar, dari ancaman virus corona.

Banyak langkah yang dibutuhkan guna mengurangi risiko ancaman penularan virus ini terhadap gorila liar, simpanse dan orang utan, demikian diperingatkan oleh para ilmuwan dalam Jurnal Nature.

Kehilangan habitat dan perburuan merupakan ancaman utama bagi kelangsungan kera besar ini, tetapi penyebaran virus ini juga menimbulkan kekhawatiran, kata wartawan BBC News Helen Briggs.

Para ilmuwan mengatakan wabah yang sedang melanda dunia ini telah mengirimkan peringatan besar.

Penyakit menular kini masuk tiga teratas dalam daftar ancaman terhadap beberapa kelompok kera besar.

"Kita tidak tahu apa efek virus ini terhadap mereka dan ini berarti kita harus mengambil langkah waspada untuk mengurangi risiko kera-kera besar terpapar virus corona," kata Profesor Serge Wich dari Liverpool John Moores University, Inggris, yang termasuk salah satu penandatangan surat di jurnal Nature.

“Ini berarti menghentikan kegiatan wisata – yang sudah dilakukan di banyak negara – mengurangi riset dan sangat berhati-hati dalam menerapkan program pengembalian kera besar ke habitatnya,” kata Wich.

“Juga secara potensial menghentikan kegiatan penjelajahan di habitat kera besar yang membuat manusia berdatangan ke sana, dan berpeluang membuat kera-kera ini terpapar virus, terinfeksi dan memungkinkan terjadinya penularan sesama mereka,” imbuhnya.

Flu dan Ebola serang binatang

Beberapa virus, bakteri dan parasit beredar di antara kera besar tanpa menimbulkan masalah, tetapi beberapa di antaranya diketahui menimbulkan penyakit.

Banyak penelitian yang telah memperlihatkan bahwa simpanse bisa terinfeksi virus flu, sedangkan virus Ebola diduga telah membunuh ribuan simpanse dan gorila di Afrika.

Wich mengatakan perlu dilakukan penelitian secara rinci untuk mengetahui dan memastikan risiko-risiko apa saja yang dihadapi kera-kera besar.

“Bagi spesies yang jumlahnya sedikit seperti orang utan Tapanuli, penyebaran virus berpotensi membuat spesies ini di ambang kepunahan,” katanya.

Orang utan Tapanuli adalah spesies orang utan yang hanya hidup di kawasan hutan di Sumatera.

Saat ini hanya ada sekitar 800 ekor saja yang masih hidup di alam liar.

Wich merupakan salah seorang dari ilmuwan yang memastikan di tahun 2017 bahwa dengan lainnya.

Ada empat tipe kera besar yang hidup di Bumi sekarang ini, yaitu gorila di Afrika, bonobo juga di Afrika, orang utan di Asia Tenggara dan simpanse di Afrika.

Topik terkait

Berita terkait