Christo: seniman Bulgaria yang 'membungkus' gedung Reichstag di Berlin dan gedung bersejarah lainnya, tutup usia di usia 84 tahun

Conceptual artist Christo poses for photographers in front of the wrapped Reichstag, 26 June 1995

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Christo dengan karyanya Wrapped Reichstag di Berlin, Jerman, pada 1995

Seniman asal Bulgaria Christo, yang biasa mewujudkan karya dengan membungkus bangunan-bangunan bersejarah, meninggal dunia pada usia 84 tahun di rumahnya di New York.

Dia meninggal pada hari Minggu (31/03), menurut sebuah pernyataan yang diunggah di halaman resmi Facebook seniman itu.

Christo, yang selalu bekerja dengan istrinya Jeanne-Claude, mendapat popularitas ketika membungkus bangunan bersejarah Reichstag di Berlin dan Pont-Neuf di Paris dengan kain.

Karya-karyanya "menyatukan orang-orang" di seluruh dunia, kata pernyataan itu.

"Christo menjalani hidupnya sepenuhnya, tidak hanya memimpikan apa yang tampaknya mustahil, tetapi menyadarinya," bunyi pernyataan itu, menambahkan bahwa karya seni pasangan tersebut "hidup dalam hati dan kenangan kita".

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Christo ketika memamerkan karya instilasinya The Floating Piers di Sulzano, Italia pada 2006

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Para pengunjung berjalan di atas The Floating Piers, karya instalasi yang terdiri dari 100.000 meter persegi kain berwarna kuning

Sebuah karya instalasi berjudul The Floating Piers yang dibuat pada 2016 terdiri dari 100.000 meter persegi kain berwarna kungin cerah yang mengambang di atas kubus plasatik di Danau Iseo, di Sulzano, Italia.

Shakespeare memberi tahu kita 'dunia ini panggung sandiwara', Christo menunjukkan kepada kita semua galeri seni dunia.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Seniman kelahiran Bulgaria itu tidak tertarik pada dinding putih steril museum modern di mana benda-benda hidup terpisah dari kehidupan sehari-hari.

Dia ingin mengubah kehidupan sehari-hari menjadi seni, membuat orang melihat lagi dan berpikir lagi tentang lingkungan mereka.

Dia melakukan ini dengan intervensi - baik dengan membungkus sebuah bangunan seperti Reichstag di Berlin dengan material berwarna biru, atau bagian dari garis pantai Australia dalam satu juta kaki persegi kain - dalam kedua kasus mengubah struktur yang keras dan kaku menjadi patung sensual yang rapuh.

Dia berkolaborasi dengan istrinya Jeanne-Claude, yang dia temui di Paris pada tahun 1958. Mereka membuat karya luar ruang utama pertama mereka tiga tahun kemudian di Jerman, dengan membungkus barel minyak yang ditumpuk di pelabuhan Cologne dengan material.

Jeanne-Claude meninggal pada tahun 2009 meninggalkan Christo untuk melanjutkan berkecimpung di dunia sendirian, yang dia lakukan, dengan rencana untuk membungkus L'Arc de Triomphe di Paris tahun depan - sebuah proyek yang mungkin masih bisa untuk direalisasikan.

Pada 2018, sebuah karya Christo - karya luar ruangnya yang di Inggris - dibuka di Serpentine di Hyde Park London.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Christo dan karya seni The London Mastaba, di Hyde Park pada 2018

London Mastaba adalah patung penuh warga dalam bentuk trapesium dan terbuat dari lebih dari 7.500 barel 200-liter yang ditumpuk bersama, dipajang pada platform mengambang.

Lahir dengan nama Christo Vladimirov Javacheff di Gabrovo, Bulgaria pada 1935, dia menghabiskan waktu hidupnya di Austria dan Swiss sebelum pindah ke Prancis, dimana dia bertemu dengan Jeanne-Claude Denat de Guillebon.

Selain mentransformasikan landmark skala besar, pasangan ini juga menciptakan karya seni lingkungan yang monumental bersama-sama dalam pengaturan alam, sebelum kematian Jeanne-Claude pada 2009, pada usia 74 tahun.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Christo dan istrinya Jeanne-Claude pada 1997

Proyek seni terbaru Christo di Paris yang belum rampung berjudul L'Arc de Triomphe, Wrapped direncanakan selesai dan dipamerkan pada September 2021, sesuai dengan harapan Christo.

"Kami meminjam ruang dan membuat gangguan lembut selama beberapa hari," Christo pernah berkata.

Pernyataan yang diumumkan pada Minggu juga menyimpulkan: "Dalam surat pada tahun 1958 Christo menulis, 'Keindahan, sains dan seni akan selalu menang'. Kami memegang kata-kata itu erat hari ini."