Virus corona: Apakah perguruan tinggi di Inggris akan buka untuk tahun akademik baru September ini?

  • Ian Westbrook
  • BBC News
Mahasiswa, universitas Inggris, virus corona, Covid-19

Sumber gambar, Getty Images

Calon mahasiswa universitas di Inggris pekan depan harus menentukan apakah akan tetap menerima tawaran kuliah atau tidak untuk tahun akademik baru September 2020.

Ini adalah keputusan penting - terlebih tahun ini ketika banyak kegiatan perkuliahan direncanakan akan dilakukan secara online atau daring dan interaksi sosial pun sulit dilakukan.

Apakah universitas-universitas di Inggris akan buka pada September?

Berbagai universitas saat ini tengah mempertimbangkan bagaimana mereka akan beroperasi mulai September nanti, dan banyak di antara mereka telah memutuskan untuk mengubah jadwal yang sebelumnya biasa berlaku.

Rencana yang telah diumumkan adalah:

  • Kuliah di Universitas Cambridge akan dilakukan secara daring selama satu tahun
  • Universitas Manchester, Reading dan Queen's University di Belfast akan mengadakan kuliah online untuk semester pertama.
  • Universitas Keele mengggunakan sistem peringatan lima tahapan, mirip dengan sistem peringatan virus corona yang diterapkan pemerintah, untuk menentukan kebijakannya
  • Aberdeen mengundurkan jadwal kuliah dua minggu dari jadwal semula

Calon mahasiswa perlu mengontak atau mengecek situs masing-masing perguruan tinggi untuk mencari tahu keputusan yang telah diambil.

Apakah calon mahasiswa harus menerima tawaran?

Tenggat waktu untuk menerima atau menolak tawaran penerimaan dari perguruan tinggi telah diundur ke tanggal 18 Juni.

Biasanya calon mahasiswa di Inggris mempunyai dua pilihan - pilihan pertama yang paling kuat dan pilihan kedua, dan kemudian menolak tawaran yang lain.

Sumber gambar, ADRIAN DENNIS/AFP

Keterangan gambar,

Polisi melakukan penjagaan di lingkungan kampus Oriel College, bagian dari Universitas Oxford, menjelang unjuk rasa menentang imperialisme, Selasa (09/06). Perguruan tinggi itu telah mengumumkan akan mengadakan kuliah secara daring karena pandemi Covid-19.

Jika ia memenuhi syarat-syarat penerimaan untuk pilihan pertama maka ia diterima di universitas yang menjadi pilihannya itu, jika tidak, maka ia masih punya pilihan kedua.

Kendati demikian, calon mahasiswa tidak diharuskan menerima tawaran tersebut.

Tawaran di berbagai universitas dapat dibatalkan lewat online, dan khusus untuk calon mahasiswa asal Inggris, jika ia memutuskan untuk tidak kuliah sama sekali maka ia harus menelepon lembaga pendidikan yang memberikan tawaran untuk memintanya menarik lamarannya.

Sampai pada tahap ini, tidak ada pembayaran yang diminta.

Apakah biaya kuliah tetap penuh?

Pemerintah Inggris mengatakan perguruan tinggi yang ada di wilayah Inggris (Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara mempunyai kebijakan berbeda) tetap harus membayar biaya kuliah secara penuh walaupun kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring pada permulaan tahun akademik baru nanti.

Namun sebagian calon mahasiswa tidak puas dengan kebijakan itu.

Satu orang membuat petisi online untuk menuntut pengembalian biaya karena kuliah tatap muka dibatalkan mulai bulan Maret seiring dengan pemberlakuan karantina wilayah di Inggris karena virus corona.

Petisi ini telah ditandatangani oleh lebih dari 330.000 orang, memenuhi syarat untuk dibahas di parlemen.

Biaya kuliah di universitas Inggris dipatok maksimal £9.250 atau Rp164 juta per tahun, tetapi biaya yang dikenakan kepada mahasiswa asing lebih besar.

Mahasiswa dari Skotlandia dan Uni Eropa tidak dikenakan biaya kuliah di universitas Skotlandia.

Apakah calon mahasiswa internasional akan tetap kuliah di Inggris?

Penelitian terbaru menunjukkan dua pertiga mahasiswa internasional tetap bermaksud menerima tawaran kuliah di luar negeri, termasuk di Inggris.

IDP Connect, yang menangani pemasaran global untuk mahasiswa, melakukan survei terhadap hampir 6.900 calon mahasiswa dan menemukan bahwa 69% di antara mereka tidak akan mengubah rencana.

Sumber gambar, ANDY RAIN/EPA

Keterangan gambar,

Pembatasan yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona menyulitkan interaksi sosial, termasuk di lingkungan kampus.

Kendati demikian, calon mahasiswa S2 dari kawasan Asia Timur lebih menyukai kuliah tatap muka pada bulan Januari mendatang dibandingkan kuliah daring mulai September, menurut hasil studi British Council.

Survei British Council yang melibatkan lebih dari 15. 000 orang pada bulan April dan Mei, juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Inggris kemungkinan mengalami penurunan peminat, berkurang hampir 14.000 peminat baru untuk tahun akademik 2020-2021, dibandingkan jumlah pada tahun 2018-2019.

Artinya, jumlah pemasukan untuk biaya kuliah dan biaya hidup yang diterima Inggris akan berkurang £463 juta atau sekitar Rp8,219 triliun.

Bagaimana dengan biaya akomodasi?

Sewa akomodasi bervariasi, tetapi biasanya mencapai beberapa ribu poundsterling.

Claire Sosienski-Smith, seorang pengurus Persatuan Mahasiswa Nasional (NUS), mengatakan kepada BBC, "Kami ingin menyarankan agar mahasiswa memikirkan masak-masak sebelum meneken kontrak yang mengikat atau perjanjian untuk tahun depan, khususnya dalam kasus kontrak sewa."

Sebagian mahasiswa mendapat pengembalian biaya akomodasi dari tengah semester terakhir tahun ini, tetapi sebagian lainnya tetap harus membayar meskipun mereka tidak tinggal di akomodasi kampus karena karantina wilayah.

Data statistik pendidikan tinggi menunjukkan terdapat 2,38 juta mahasiswa di Inggris tahun 2018-2019, sekitar 480.000 di antara mereka adalah mahasiswa asing.