Perenang perempuan kalahkan rekor pria seberangi Selat Inggris

Chloe McCardel

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar,

Chloe McCardel kini telah 35 kali menyeberangi Selat Inggris.

Seorang perenang perempuan memecahkan rekor pria untuk jumlah penyeberangan lintas Selat Inggris — tanpa melanggar aturan karantina Inggris-Prancis.

Perenang asal Australia, Chloe McCardel, menghabiskan waktu 10 jam 40 menit untuk menyelesaikan penyeberangan Channel ke-35, setelah bertolak dari Kent pada Sabtu malam.

Ia khawatir harus mengisolasi diri setibanya di Calais.

Tapi ia mengatakan penjaga pantai di Inggris dan Prancis telah memberinya izin.

"Saya sangat bersemangat," kata McCardel.

"Saya ingin membuat perayaan kecil-kecilan malam ini di Inggris. Saya sangat beruntung dikelilingi oleh begitu banyak cinta dan dukungan, dari induk semang saya di Inggris saya hingga kapten dan kru kapal pendukung saya, dan saya tak sabar untuk merayakan pencapaian ini bersama mereka."

Perempuan berusia 35 tahun itu mulai berenang sejauh 21 mil (33,7 km) dari pantai Abbot's Cliff dekat Folkestone pada pukul 20:00 BST (02:00 WIB) pada Sabtu, dan tiba di Prancis sebelum pukul 07:00.

Ia berniat untuk singgah sebentar di pantai Prancis sebelum berenang kembali ke perahu pendukungnya untuk perjalanan pulang.

"Kami tidak mendekati petugas perbatasan atau pengawas paspor, jadi saya berharap aturan karantina secara teknis tidak berlaku," katanya sebelum berenang.

McCardel sekarang berada di urutan kedua dalam daftar yang paling banyak berenang di Channel, melewati rekor pria 34 yang dipegang oleh pembalap Inggris Kevin Murphy.

Namun, menyamai rekor wanita akan menjadi tugas yang lebih besar - Alison Streeter, "Ratu Selat Inggris", telah berenang sejauh 43 kali.

Sepuluh menit di Prancis

Departemen Transportasi telah menyarankan McCardel untuk berkonsultasi dengan pengacara sebelum berenang.

Ia berkata bahwa ia telah diberi saran oleh Channel Swimming Association bahwa renangnya bisa dilanjutkan.

"Mereka berkata berenang di Channel diperbolehkan selama Anda tetap menjaga jarak saat Anda mendarat dan tidak tinggal di pantai selama lebih dari 10 menit, yang merupakan praktik standar bagi kami," kata McCardel kepada BBC sesaat sebelum mulai berenang.

Ia berkata ada sedikit risiko bersentuhan dengan seseorang di Prancis karena kegiatan renangnya biasanya berakhir di area bebatuan dekat Cap Gris-Nez.

"Saya biasanya selesai di tempat yang ada batu-batu besar dan tidak dapat diakses orang di darat karena Anda tidak dapat berjalan melewati batu-batu besar itu. Tidak ada pasir," ujarnya.

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar,

McCardel memegang sejumlah rekor dunia untuk renang jarak jauh.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

McCardel sudah merundingkan dispensasi khusus dari pemerintah Australia untuk melakukan perjalanan ke Inggris untuk usahanya memecahkan rekor.

Dalam beberapa pekan terakhir, ia telah menyelesaikan tiga penyeberangan Channel, menyamakan rekornya dengan perenang Inggris, Murphy, yakni 34 penyeberangan.

Ia berkata kepada surat kabar Daily Telegraph bahwa ia berharap prestasi terbarunya dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga, seraya mengungkap bahwa dirinya adalah seorang penyintas yang didiagnosis dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Berbicara setelah menuntaskan usaha luar biasanya, McCardel berkata: "Ini adalah kesempatan yang sangat penting dan saya sangat bangga bisa mewakili Australia.

"Saya juga telah memikirkan orang-orang dalam lockdown, terutama para perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan saya bangga bisa menjadi suara bagi mereka yang tidak memilikinya."

McCardel memegang banyak rekor renang jarak jauh, termasuk renang tanpa bantuan terlama pada tahun 2014, ketika ia menempuh 77,3 mil (124,4 km) dalam 41,5 jam di perairan Bahama.

Pada tahun 2017, ia menjadi orang pertama yang mencoba penyeberangan nonstop empat kali bolak-balik Selat Inggris, tapi ia tidak berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 84 mil itu.

Prestasi tersebut akhirnya diraih oleh Sarah Thomas, dari Amerika Serikat, tahun lalu — satu tahun setelah ia dirawat karena kanker payudara.