Gajah stres di Polandia jadi hewan percobaan untuk penelitian minyak ekstrak ganja

  • Joshua Nevett
  • BBC News
Fredzia, a young female African elephant at Warsaw Zoo

Sumber gambar, Warsaw Zoo

Keterangan gambar,

Fredzia dipilih menjadi kelinci percobaan minyak ekstrak ganja.

Tahun ini merupakan masa yang sulit bagi Fredzia, seekor gajah Afrika betina di Kebun Binatang Warsawa di ibu kota Polandia.

Pada bulan Maret, kebun binatang itu masih memiliki empat gajah. Namun, gajah bernama Erna, yang paling tua di antara gajah lainnya, kemudian mati.

Kematian Erna membuat Fredzia, gajah berusia belia itu, berduka dan stres.

Penjaga kebun binatang melihat perubahan langsung dalam perilaku Frezia, saat dia mencoba memahami hidup tanpa Erna.

"Fredzia bereaksi aneh ketika dia melihat tubuh Erna. Dia sangat gembira," kata Dr Agnieszka Czujkowska, kepala Departemen Rehabilitasi Hewan kebun binatang, kepada BBC. "Tapi Anda bisa melihat bahwa dia sebenarnya juga berduka, dia juga depresi."

Sejak itu, penjaga kebun binatang mengatakan Fredzia menunjukkan tanda-tanda stres, saat dia berjuang untuk membangun hubungan baru dengan gajah betina lainnya, Buba.

Butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun bagi gajah untuk mengatasi kehilangan seorang tetua dan memulihkan rasa harmoni di kelompoknya.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

"Ini adalah perubahan di setiap kelompok gajah. Gajah mungkin menunjukkan masalah perilaku ketika struktur kelompoknya berubah," kata Dr Czujkowska.

Kondisi Fredzia yang stres memberi Kebun Binatang Warsawa kesempatan untuk menguji eksperimen pengobatan baru.

Dr Czujkowska dan rekan-rekannya meluncurkan sebuah proyek untuk memeriksa apakah minyak ekstrak ganja akan mengurangi kecemasan pada hewan di kebun binatang.

Cannabidiol, juga dikenal sebagai minyak CBD, berasal dari senyawa tanaman ganja.

Minyak ini diduga merangsang produksi serotonin dan dopamin, bahan kimia pembawa pesan di otak, yang dapat membantu memerangi depresi.

Gajah di kebun binatang akan menjadi hewan pertama yang diberi minyak CBD, karena mereka rentan stres dan relatif mudah dipantau.

Mengingat perilakunya baru-baru ini, Fredzia dianggap sebagai kandidat yang ideal untuk penelitian ini.

"Saat Erna meninggal, segalanya berubah. Saya kira Fredzia tidak siap untuk perubahan sebesar itu," kata Dr Czujkowska.

"Fredzia selalu memikirkan tentang apa yang Buba lakukan sekarang, sebelumnya dia lebih tenang."

Sumber gambar, Warsaw Zoo

Keterangan gambar,

Kebun binatang di Warsawa kehilangan satu gajahnya.

Uji coba tahap pertama telah selesai.

Dalam tahap itu, peneliti mengumpulkan sampel kotoran, air liur dan darah dari gajah untuk memantau kadar kortisol mereka. Kortisol adalah hormon yang diproduksi di tubuh manusia dan hewan dalam situasi stres.

"Kami berencana memberi mereka CBD dan mengukur kortisol lagi. Ini eksperimennya. Kemudian kami akan mendapat jawaban apakah [minyaknya] bekerja atau tidak," kata Dr Czujkowska.

Minyak CBD akan diberikan langsung ke mulut gajah atau dicampur dengan makanannya. Kesehatan mereka akan diperiksa secara rutin melalui tes darah.

Meski berasal dari ganja, minyak ini tidak menimbulkan rasa intoksikasi. Itu karena minyaknya tidak mengandung THC, komponen psikoaktif dari ganja.

Dr Czujkowska tidak mengharapkan gajah mengalami efek samping yang serius.

"Minyak ini tidak terlalu kuat. Satu-satunya efek samping adalah beberapa perubahan perilaku," kata Dr Czujkowska. "Kami harus mengatur ini untuk mencapai hasil yang kami inginkan."

Dr Czujkowska mengatakan, sepengetahuannya, proyek tersebut adalah yang pertama dari jenisnya untuk memantau kadar kortisol gajah sebelum dan sesudah mereka mengonsumsi minyak CBD.

Produk CBD yang dirancang untuk konsumsi manusia telah ada di pasaran selama bertahun-tahun di beberapa negara. Mereka digunakan oleh beberapa orang untuk mengobati kondisi seperti nyeri atau insomnia, tetapi para pembuat kebijakan mengkhawatirkan masalah keamanan.

Studi produk CBD sedang berlangsung dan tahun lalu, dua obat berbasis ganja, yang digunakan untuk mengobati epilepsi dan multiple sclerosis, telah disetujui untuk digunakan oleh tenaga kesehatan di Inggris.

Keterangan video,

Cannabidiol: 'Membantu saya menghadapi kecemasan'

Ada juga penelitian tentang efek perilaku dan medis minyak CBD pada kuda, anjing, dan hewan lainnya.

Peneliti dari Tarleton State University di Texas misalnya sedang menilai bagaimana dosis CBD mempengaruhi perilaku kuda dalam menanggapi rasa sakit atau kecemasan. Hasil kajian itu diharapkan bisa dipublikasikan tahun depan.

Hasil studi Kebun Binatang Warsawa akan rampung setidaknya dalam waktu dua tahun, kata Dr Czujkowska.

Jika eksperimen berhasil, Kebun Binatang Warsawa berencana untuk memperluas proyek dan memberi minyak ganja pada hewan stres lainnya, termasuk badak dan beruang.

Sementara itu, gajah akan menjadi kelinci percobaan pertama.

Pada tahun 2020, stres ada di mana-mana, kata Dr Czujkowska. "Tapi Fredzia sendirian dan dia membutuhkan [bantuan] untuk mengelola stresnya."