Anak perempuan empat tahun alami masalah penampilan fisik karena fitur filter Instagram, cerita yang terkuak dari kampanye #filterdrop

  • Emma Hallett
  • BBC News
Model with make up but no filter

Sumber gambar, Sasha Pallari

Keterangan gambar,

Sasha Pallari adalah seorang penata rias dan model.

Filter telah menjadi cara populer untuk mengubah foto, terutama bagi mereka yang ingin mengikuti standar kecantikan yang semakin tinggi di dunia media sosial.

Sebuah survei baru-baru ini, yang dilakukan oleh Girlguiding, menemukan bahwa sepertiga perempuan muda tidak akan mengunggah selfie mereka tanpa menggunakan filter untuk mengubah penampilan.

Sebanyak 39% dari 1.473 responden, berusia 11-21 tahun, mengatakan mereka merasa kesal karena tidak memiliki penampilan seperti di media sosial di kehidupan nyata.

Hasil survei mencerminkan kekhawatiran make-up artist (penata rias) dan model Sasha Pallari, yang baru-baru ini meluncurkan tagar #filterdrop dengan harapan dapat melihat "foto kulit yang lebih nyata" di Instagram.

"Saya hanya berpikir, 'apakah ada yang menyadari betapa berbahayanya ini?'" katanya.

Ia menceritakan saat dia melihat merek kecantikan global telah mengunggah ulang konten yang sudah diubah dengan filter dari seorang influencer (pemengaruh) yang mengiklankan produknya.

"Saya tidak ingin anak-anak tumbuh dengan berpikir bahwa mereka tidak cukup baik karena apa yang mereka lihat di media sosial."

Sumber gambar, Sasha Pallari

Keterangan gambar,

Pallari berharap kecantikan natural dapat dirayakan.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Perempuan berusia 28 tahun dari Bristol, Inggris, itu membuka feed Instagram-nya sendiri untuk mengunggah "kemarahan secara daring" atas tingkah perusahaan kecantikan itu.

Video itu mendapat respons yang sangat besar sehingga ia membuat kampanye #filterdrop.

"Saat itulah kampanye itu meledak. Melihat rangkaian foto yang realistis dan jujur dari orang-orang rasanya ​​sungguh fenomenal," kata Pallari.

Dia meminta orang-orang untuk mengunggah foto tanpa filter ke akun Instagram mereka untuk "menghargai diri mereka di atas penampilan mereka".

"Kita tidak melihat cukup banyak foto kulit normal," katanya.

"Bagi saya tidak masalah memasang foto tanpa make-up, dan tidak menggunakan filter, tapi untuk beberapa perempuan yang telah melakukannya ... well, ada yang bilang itu lebih menakutkan daripada punya bayi."

Guru sekolah dasar Katie McGrath telah mengikuti Pallari di media sosial selama sekitar satu tahun.

Dia tidak pernah mengira hal-hal di Instagram akan menyentuh profesinya, tetapi musim panas ini, hal itu terjadi.

Anak empat tahun alami masalah dengan penampilan fisik

Sumber gambar, Katie McGrath

Keterangan gambar,

Katie McGrath melihat dampak media sosial bagi anak-anak sekolah.

"Mendekati akhir periode lockdown, saya menerima email dari orang tua yang menyoroti kekhawatiran mereka tentang perubahan perilaku anak mereka," kata McGrath.

"Email tersebut mengatakan bahwa anak itu mengalami masalah dengan penampilan fisiknya. Saya terkejut. Anak ini berusia empat tahun, baru empat tahun.

"Itu kemudian membuat saya merasakan kesedihan yang mendalam, bahwa di usia yang begitu muda, anak-anak sekarang mulai sadar akan penampilan fisik mereka."

Perempuan berusia 29 tahun dari Cwmbran, Wales selatan, itu menemukan bahwa muridnya menonton tutorial make-up di media sosial.

"[Dia] berbicara kepada saya dia tidak menyukai wajahnya tanpa riasan dan ingin mengubah warna rambutnya.

"Di sinilah #filterdrop masuk dan menyelamatkan saya.

"Saya merasa saya dapat berbicara dengan murid tentang kepercayaan diri dari segala hal yang secara pribadi tengah saya manfaatkan dari kampanye itu."

Keterangan gambar,

Beberapa perempuan mengunggah foto mereka tanpa filter.

Anak berusia empat tahun itu kemudian bertanya pada McGrath mengapa dia memakai riasan setiap hari - sebuah pertanyaan yang tidak bisa dia jawab.

Minggu berikutnya, dia pergi ke sekolah dengan "wajah polos".

"Saya tidak bisa melakukan itu tanpa kepercayaan yang diberikan kampanye Sasha kepada saya," katanya.

McGrath hanyalah satu dari ratusan wanita yang menanggapi kampanye Pallari dengan cerita mereka sendiri.

Model tersebut mengatakan bahwa mereka telah memberinya kekuatan untuk terus mencoba menangani masalah yang pernah dianggapnya "terlalu besar" untuk ditangani.

Bagaimana tanggapan atas kampanye 'filter drop'

Sumber gambar, Sasha Pallari

Keterangan gambar,

Foto Sasha Pallari tanpa filter (kiri) dan dengan filter "Paris" (kanan).

Video Pallari tentang kampanye #filterdrop di Instagram kini telah dilihat oleh hampir 50.000 orang.

Dia dibanjiri pesan dari para pendukung. Banyak dari mereka tidak menyadari betapa tergantungnya mereka pada filter sampai mereka ditantang untuk tidak menggunakannya.

Seorang perempuan yang merespons adalah seorang ibu berusia 33 tahun dari Glasgow, yang tak pernah mengizinkan orang lain untuk mengambil fotonya sejak sekitar tiga tahun yang lalu - kira-kira pada saat yang sama dia mulai menonton dan mengikuti banyak influencer kebugaran dan kecantikan.

"Saya benar-benar ingin menjadi salah satu perempuan yang mendukung apa yang dilakukan Sasha, tetapi ketika saya membuka kamera saya, saya menangis karena saya merasa sakit secara fisik pada refleksi diri yang balas menatap saya," katanya.

"Gagasan tentang foto yang dinilai dan dibandingkan dengan foto-foto yang diubah dengan filter secara signifikan bukanlah sesuatu yang bisa saya pahami."

Staf kesehatan itu mengatakan dia memiliki sejarah hubungan yang melibatkan pelecehan fisik, psikologis dan emosional dan bahwa "harga dirinya sendiri tidak berada di tempat yang seharusnya".

"Ada begitu banyak orang yang merasa seperti saya, sangat bergantung pada filter dan akhirnya menatap ke arah dysmorphia," katanya.

"Kesehatan mental seharusnya menjadi fokus nasional; kita tidak punya alasan untuk tidak mengetahui bagaimana representasi yang tidak sehat ini berpotensi memicu dampak negatif pada generasi muda."

Sumber gambar, Zia Hutchings

Keterangan gambar,

Zia Hutchings mengatakan "dia membenci wajahnya tanpa filter".

Pengikut Pallari yang lain, Zia Hutchings, mengatakan, "Sasha mulai membagikan hal-hal tentang kampanye drop filter di Instagram-nya dan saya menyadari bahwa saya benar-benar membenci wajah saya, satu, tanpa make up, dan dua, tanpa filter.

"Saya melihat begitu banyak gadis cantik atau model di media sosial dengan kulit sempurna, hidung sempurna, sosok sempurna. Saya memiliki bintik-bintik, pigmentasi rusak akibat sinar matahari, dan saya punya bayi," kata perempuan berusia 27 tahun itu.

"Awalnya, saya tidak punya nyali untuk bergabung, kemudian pada suatu malam perasaan yang sangat luar biasa ini menghantam saya, bahwa saya takut dengan wajah asli saya.

"Saya punya anak perempuan berusia 18 bulan. Jika saya tidak bisa membagikan foto wajah saya tanpa make-up dan tanpa filter, bagaimana saya bisa mengharapkan dia mencintai dirinya sendiri seperti seharusnya?

"Pikiran itu menghancurkan hati saya."

Sumber gambar, Sahsa Pallari

Keterangan gambar,

Foto yang menunjukkan Pallari tanpa filter (kiri) dan dengan filter mata "kucing".

Pallari berharap kampanye tersebut akan memiliki tiga hasil: untuk Otoritas Standar Periklanan (ASA) agar badan itu mendesak influencer media sosial memberi keterangan jika mereka telah menggunakan filter saat mempromosikan kosmetik; lalu untuk menghapus filter pengubah wajah dan efek 'morphing' wajah dari Instagram; dan untuk "melihat tampilan yang lebih nyata di Instagram".

"[Penggunaan] filter sering tidak dicantumkan, jadi orang-orang dibiarkan berpikir 'mengapa saya tidak terlihat seperti itu?' dan itu karena mereka tidak menjual kebenaran, "kata Pallari.

Dia tidak ingin melihat akhir dari penggunaan filter, tetapi mengatakan bahwa beberapa filter perubahan wajah "seharusnya tidak dibiarkan ada".

"Salah satu yang terbaru yang saya temukan adalah filter untuk mengecilkan hidung, dan membuat wajah terlihat tirus, dan filter itu terlihat sangat realistis," katanya.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Satu pertiga perempuan muda tak akan mengunggah foto tanpa filter, kata sebuah survei.

"Saya tidak pernah melihat hidung saya besar, dan ketika melihat filter ini saya jadi berpikir 'mungkin hidung saya besar'… jadi betapa merusaknya hal itu bagi seseorang yang kurang percaya diri?

"Di media sosial kita memiliki tanggung jawab untuk membuat perubahan itu; kita memilih apa yang kita unggah di sana.

"Jika filter ini harus diumumkan, agar siklusnya bisa diputus."

Pallari tidak ingin "menyebut nama dan mempermalukan" perusahaan yang menggunakan filter itu, tetapi secara langsung mengirim pesan ke perusahaan yang telah menggunakan filter atau mengunggah ulang foto yang telah menggunkan filter.

Dia mengatakan ada tanggapan yang beragam.

ASA mengkonfirmasi bahwa, setelah berkomunikasi dengan Pallari, mereka sedang menyelidiki apakah penggunaan filter di iklan Instagram "membesar-besarkan efektivitas produk kosmetik secara menyesatkan".

ASA menambahkan, "Meskipun sangat sah bagi influencer untuk menggunakan fitur yang mengubah tampilan iklan mereka, penting agar filter tidak membesar-besarkan pencapaian produk secara menyesatkan. Kami akan menerbitkan temuan penyelidikan kami pada waktunya."

Apa tanggapan Instagram?

Sumber gambar, Sasha Pallari

Keterangan gambar,

Sasha Pallari: "Sayang sekali, masih belum cukup pengakuan tentang betapa berbahayanya filter pengubah wajah".

Ketika ditanya tentang efek negatif filter, platform media sosial Instagram mengatakan telah melakukan langkah-langkah untuk membantu mengurangi tekanan sosial, termasuk menguji penghapusan fitur "like" untuk membantu meminimalkan budaya membanding-bandingkan.

Mereka juga mengatakan melihat penelitian dan tren untuk menyesuaikan kebijakannya "yang diperlukan".

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan: "Kami ingin efek AR (augmented reality) menjadi pengalaman yang aman dan positif bagi komunitas kami, sambil memungkinkan kreator untuk mengekspresikan diri.

"Itulah mengapa kami mengizinkan orang untuk membuat dan menggunakan efek pengubah wajah di Instagram, tetapi kami tidak merekomendasikannya di Galeri Efek kami, yang memungkinkan banyak pengguna menggunakannya".

Menanggapi komentar tersebut, Pallari berkata, "Sayang sekali masih belum cukup pengakuan tentang betapa berbahayanya filter pengubah wajah dan morphing, terlepas dari ditampilkan di Galeri Efek atau tidak. Mereka masih dapat ditemukan dengan sangat mudah dengan mengikatkan kata-kata sederhana seperti 'beautiful'.

"Filter paling sering digunakan oleh kreator konten dan influencersdengan platform besar, yang menjangkau orang-orang yang mudah dipengaruhi yang mengikuti mereka, jadi mereka tak perlu mencari filter itu sendiri.

"Saya harap tanggung jawab dapat segera diberikan, terkait dengan filter melangsingkan hidung dalam waktu lima detik yang menyebabkan kerusakan parah pada kepercayaan diri kita."