Olimpiade Tokyo: Seniman Jepang umpamakan Indonesia dan negara lain sebagai karakter samurai

  • Sofia Bettiza
  • BBC World Service, Tokyo
anime

Sumber gambar, world flags

Keterangan gambar,

Maharudika, yang diumpamakan sebagai Indonesia, disebut punya keahlian khusus di bidang badminton. Hobinya minum kopi luwak dan makanan favoritnya nasi goreng.

Sekelompok seniman Jepang berupaya agar khalayak dunia dapat merangkul semangat Olimpiade sekaligus budaya Jepang dengan mengumpamakan Indonesia dan negara-negara peserta Olimpiade sebagai karakter-karakter samurai dalam wujud anime.

Khalayak dapat melihat karakter-karakter anime tersebut pada situs World Flags. Selain Indonesia, terdapat karakter anime Malaysia, Singapura, Afrika Selatan, Inggris, dan tentunya Jepang.

"Samurai adalah sesuatu yang khas Jepang dan kami ingin semua orang mengetahui budaya tradisional Jepang," kata pencipta anime-anime tersebut, Kamaya Yamamoto.

Baca juga:

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Karakter Samurai Spanyol awalnya dikritik warganet, sedangkan karakter samurai Sri Lanka amat populer.

Yamamoto memulai proses kreatifnya dengan meriset makna dan sejarah bendera sebuah negara, sekaligus warna dan desainnya. Dia juga meriset budaya negara tersebut.

Sebagai contoh, karena bendera Meksiko memperlihatkan seekor elang bertengger pada sebuah kaktus sembari memakan seekor ular, Yamamoto menggabungkan semua elemen itu guna menciptakan karakter samurai yang mengenakan logo ular. Karakter itu digambarkan menjulurkan tangannya sebagai tempat bertengger seekor elang.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Karakter samurai Meksiko digambarkan sesuai dengan apa yang terlihat pada bendera negara tersebut.

Yamamoto dan timnya membuat rincian setiap karakter, termasuk kepribadiannya, kekuatan, dan kelemahan—mirip karakter dalam gim video.

Contohnya adalah karakter samurai bernama Maharudika untuk menggambarkan Indonesia.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Indonesia memiliki "hati yang jujur dan murni".

Dia dilukiskan sebagai pria berkacamata yang memakai kimono merah dan putih. Dia lahir pada 17 Agustus dan tinggi badannya 178cm.

Dalam rincian karakter itu, Yamamoto dan timnya menyebut Indonesia memiliki "hati yang jujur dan murni".

Karakter Indonesia juga punya kekuatan khusus jika menghadapi karakter lain. "Jika Anda mencoba berbohong rambut Anda akan berdiri tegak lurus dan [kebohongan] Anda akan langsung terungkap."

Maharudika, yang diumpamakan sebagai Indonesia, disebut punya keahlian khusus di bidang badminton. Hobinya minum kopi luwak dan makanan favoritnya nasi goreng.

Ada satu titik lemahnya, yaitu cuaca dingin.

"Kami berharap ini dapat menjadi jalan bagi khalayak untuk mempelajari negara lain," ujar Kozo Yamada, seniman lain yang tergabung dalam World Flags.

"Itulah gunanya Olimpiade."

Jalan ksatria

Ksatria samurai punya bagian penting dalam sejarah Jepang, setidaknya sejak abad ke-12.

Meskipun samurai sudah punah, 'bushido'—jalan ksatria berlandaskan martabat dan disiplin—adalah sistem nilai yang dianggap penting dalam budaya Jepang hingga sekarang.

Karena itu, karakter samurai berwujud anime ini tampak pas bagi promosi Olimpiade Jepang.

Meski demikian, 15 orang di balik World Flags tidak mendapat bayaran dan karya-karya tersebut diciptakan pada waktu senggang.

Sejauh ini, mereka sudah membuat 84 karakter samurai dari 200 negara peserta Olimpiade.

Dalam mendesain sebuah karakter, mereka berkolaborasi dengan sejumlah orang. Ada kalanya mereka menggelar jajak pendapat di Twitter dan meminta warganet memilih simbol atau obyek paling khas dari sebuah negara.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Samurai adalah bagian penting dari sejarah Jepang.

Untuk Paraguay, misalnya, banyak warganet menyebut air terjun Iguazu. Yamamoto dan timnya lantas menyebut karakter samurai Paraguay suka berlatih di air terjun itu.

Mereka juga pernah mendapat respons negatif, yang justru membantu. Saat mereka menggambar karakter samurai Spanyol, misalnya. Karakter tersebut digambarkan sebagai petarung dalam adu banteng.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Karakter samurai dari Paraguay, Kolombia, dan Kosta Rika digambarkan sesuai dengan warna bendera masing-masing negara.

"Saya akui beberapa karakter mungkin sedikit stereotip karena berdasarkan perspektif Jepang terhadap dunia," kata Yamamoto.

"Kami tidak tahu bahwa adu banteng kontroversial di Spanyol. Kami lalu menerima kritik secara online, jadi kami mengubahnya."

Terkenal di luar Jepang

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Para seniman meriset makna dan sejarah bendera sebuah negara, sekaligus warna dan desainnya. Sebagai contoh, kaakter samurai Jamaika.

Beberapa karakter yang mereka ciptakan sangat populer di luar Jepang, termasuk Sri Lanka.

Warna bendera Sri Lanka mewakili tiga etnik utama di negara itu: Sinhala, Tamil, dan Muslim.

Dengan demikian, karakter samurai Sri Lanka digambarkan memakai tiga warna ini dan menampakkan seekor singa sesuai bendera negara tersebut.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Pencipta anime ini berharap karyanya dapat membuat khalayak bersemangat menyambut Olimpiade Tokyo.

"Kami menerima banyak pesan daring dari orang-orang Sri Lanka yang mengatakan kepada kami bahwa kami sungguh keren karena telah mengubah negara mereka menjadi seorang samurai," kata Yamamoto dengan bangga.

Sejumlah kedutaan besar di Jepang—seperti Honduras dan Venezuela—menghubungi para seniman di balik World Flags karena mereka ingin menampilkan foto-foto karakter samurai.

Sumber gambar, World Flags

Keterangan gambar,

Setiap karakter disertai penjabaran sifat mereka.

Harapan para seniman adalah karakter-karakter ini bisa membuat khalayak bersemangat menyambut Olimpiade mengingat tidak ada yang bisa menyaksikan pertandingan secara langsung di lapangan.

Pasalnya, Jepang dalam status darurat karena Covid sehingga pendukung dilarang masuk ke arena Olimpiade untuk menonton.

"Orang-orang hanya akan bisa menikmati Olimpiade secara online," kata Yamada.

"Jadi harapannya desain-desain kami bisa memberikan sedikit hiburan dan pelipur lara bagi mereka yang letih pada Covid-19."

Reportase tambahan oleh Eddy Duan