Kesaksian 'influencer' menghadapi tekanan dan menikmati keuntungan, apakah sepadan?

  • Kathryn Kyte
  • Wartawan bisnis BBC
Michelle Phan

Sumber gambar, Joy Wong

Keterangan gambar,

Michelle Phan saat ini menjalankan perusahaan kosmetiknya sendiri.

Michelle Phan mengatakan dia harus berhenti membuat video tentang cara merias wajah dan kecantikan di YouTube karena mengalami kelelahan emosional.

"Membuat video menjadi semakin berat dan sulit bagi saya untuk berpura-pura bahagia," kata dia. "Dan [sebagai akibatnya] saya tidak sehat dalam berhubungan dan pertemanan. Saya sudah di ambang batas."

Phan yang berusia 34 tahun, mengenang kembali ke tahun 2017 sampai 2019, saat dia memutuskan berhenti mengunggah video-video tutorial.

Sebagai orang yang disebut pemengaruh (influencer) atau kreator, dia mengatakan butuh waktu untuk istirahat dari tekanan mengunggah lebih banyak konten, dan mengejar lebih banyak tanda "suka" di media sosial.

Saat ini saluran YouTubenya memiliki 8,84 juta pengikut di seluruh dunia, dan Phan yang tinggal di Los Angeles menjadi mentor dan mendukung orang lain dalam membuat dan mengunggah video.

Dia berkata banyak orang mengalami stres karena kehabisan ide, dan terdorong untuk membuat konten baru beberapa kali per hari.

Sumber gambar, Michelle Phan

Keterangan gambar,

Video milik Phan ditonton jutaan kali

Tapi apa sebenarnya pemengaruh media sosial itu?

Tidak ada definisi yang tepat dan jelas, tapi pada dasarnya adalah seseorang yang memiliki cukup banyak pengikut di media sosial, dan biasanya di YouTube, Instagram, atau TikTok yang dapat dimonetisasi.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Pendapatan yang diperoleh berasal dari dua sumber - dari iklan dan kesepakatan dengan perusahaan yang mempromosikan produk mereka.

Merujuk pada yang pertama, di YouTube Anda dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh bagian dari pendapatan di iklan yang ditempatkan di dalam video Anda, jika Anda memiliki lebih dari 1.000 pengikut dan 4.000 jam tayangan.

YouTube tidak terbuka tentang berapa banyak yang bisa Anda hasilkan, tapi menurut sebuah laporan, biasanya antara Rp42.000 sampai Rp71.000 per 1.000 penayangan di salah satu video Anda.

Dan ketika menjalin kesepakatan dengan satu perusahaan, pendapatan Anda akan bervariasi sesuai dengan berapa banyak pengikut yang Anda miliki. Di Instagram, jika Anda memiliki lebih dari satu juta pengikut, Anda akan memperoleh lebih dari Rp142 juta hanya dengan satu unggahan.

Kami berbicara dengan Phan dan empat pemengaruh lain tentang pengalaman mereka.

Meskipun ada potensi besar untuk menghasilkan uang, Phan mengatakan kreator "harus tahu kapan harus menarik diri" dan mengunggah konten sepanjang waktu.

Kekhawatiran ini digaungkan oleh analis media Rebecca McGrath dari lembaga riset Mintel, yang mengatakan beberapa pemengaruh mengejar pendapatan sedemikian rupa sehingga mengunggah "ketika mereka tidak memiliki sesuatu yang baru untuk dibuat".

Phan juga mengingatkan bahwa Anda harus mampu menghadapi serangan dari warganet yang menulis hal-hal mengerikan di kolom komentar video Anda. "Anda bisa terkena ujaran kebencian, dan saya kira beberapa orang tidak siap menghadapi itu".

Masalah ini diangkat kembali pada Juli lalu oleh seorang pemengaruh asal Inggris, Em Sheldon, ketika dia berbicara di depan anggota parlemen di House of Commons. Sebuah komite dibentuk untuk menyelidiki perkembangan budaya ini.

TikTok adalah anak baru di antara situs media sosial besar lainnya. Sekarang aplikasi ini telah digunakan oleh lebih dari satu miliar orang dan pengguna menghabiskan lebih banyak waktu menonton TikTok ketimbang YouTube.

Colin dan Dylan McFarland bersaudara, serta ayah mereka, mengunggah konten tarian komedi dan sandiwara dalam bentuk video sejak 2019.

Sumber gambar, The McFarlands

Keterangan gambar,

Collin bersaudara bekerja sama dengan sejumlah merek ternama.

Dikenal sebagai The McFarlands, trio dari Louisville, Kentucky ini memiliki 2,6 juta pengikut di TikTok.

"Profesi sebagai pemengaruh adalah gelombang baru bagi orang-orang yang bisa Anda percaya di internet," kata Collin, 27. "Jika Anda menjual produk, atau memberi saran, orang akan memercayai orang yang mereka lihat di ponsel mereka setiap hari."

Sementara bagi Dylan, karena humor yang mereka buat, perusahaan Colgate dan Gillette "ingin bekerja sama dan melihat apa yang bisa kami lakukan, karena kami membuat konten sebagaimana adanya."

Selama dua tahun terakhir, penghasilan kedua bersaudara itu membuat mereka meninggalkan pekerjaan harian mereka, membeli rumah, dan bahkan berinvestasi di bidang properti.

"Saya sepenuhnya percaya siapa pun bisa melakukan ini," kata Collin, yang sedang mengedit video di iPhone-nya. "Temukan pasar Anda dan tetaplah di jalur itu."

Kreator YouTube yang berbasis di Toronto, Kevin Parry menikmati penghidupan yang baik dengan membuat video animasi stop motion untuk 936.000 pengikut dan penonton lainnya.

Pada 2018, atau di tahun pertama saja, dia menghasilkan lebih dari Rp1,1 miliar.

Sumber gambar, Kevin Parry

Keterangan gambar,

Kevin Parry mengingatkan kreator tidak terlalu fokus pada kehidupan pribadi mereka.

Pria berusia 32 tahun, yang telah bekerja dengan Disney, Apple, Amazon dan Lego ini mengatakan 90% dari pendapatannya berasal dari kesepakatan dengan sebuah merek. Adapun sisanya 10% dari iklan dan agensi yang mengeklaim serta memonetisasi kontennya.

Dia mengingatkan calon pemengaruh untuk tidak membagikan terlalu banyak kehidupan pribadi mereka.

"Jika orang tidak suka video yang saya buat, setidaknya itu hasil kreativitas dan saya mencoba menjadi lebih baik, dibandingkan membagikan kehidupan saya dan orang-orang tidak menyukainya," kata Parry.

"Bagaimana memperbaikinya? Tidak akan bisa."

Parry menyarankan kreator untuk mengasah keahlian tertentu, seperti membuat film atau pertukangan. Bagikan keahlian itu daripada berbicara tentang kehidupan sehari-hari.

Sumber gambar, Kevin Parry

Keterangan gambar,

Video Parry memiliki pengikut setia.

Penulis Shan Boodram telah berbicara tentang masalah seks dan hubungan asmara di saluran YouTube-nya Shan Boody sejak 2012. Dia memiliki 664.000 pengikut dan videonya telah ditonton lebih dari 71 juta kali.

Dia mengatakan kreator baru harus tahu jika berada di situasi yang buruk, dan tidak membuat kontek dalam kondisi tersebut. Serta mengenali apa yang harus diunggah. Dia punya saran jitu: "Pikirkan orang terakhir yang melihat konten itu. Jika Anda terlihat keren dengan konten itu, unggah."

Sumber gambar, Maya Washington

Keterangan gambar,

Shan Boodram mengatakan bahwa kreator harus fokus pada kesehatan mental mereka

Terlepas dari kerugian menjadi pemengaruh - kebutuhan untuk selalu mengunggah lebih banyak video, dan kemungkinan terjadi pelecehan - banyak orang ingin menjadi pemengaruh. Ini bisa menjadi jalan yang menguntungkan dan menyenangkan mencari nafkah.

Tapi psikolog Stuart Duff dari Pearn Kandola memperingatkan Anda harus memiliki kepribadian yang unik untuk bisa sukses.

"Jelas ada beragam faktor dari kesuksesan seorang pemengaruh, dalam hal gaya dan kepribadian, tapi untuk benar-benar sukses, pemengaruh akan memainkan sisi psikologi untuk memengaruhi pengikut mereka," katanya.

"Mereka akan membuat dirinya seperti terhubungan dengan orang lain, atau menceritakan kisah-kisah hebat, unik, dan kuat. Mereka akan sangat berapi-api dalam bertutur, seakan tahu apa yang ingin didengar audiens mereka."

Phan pertama kali mengunggah video di YouTube pada 2017, dan sebagian besar berkat kesuksesannya, dia sekarang memiliki dan menjalankan perusahaan multi-juta dolarnya sendiri yaitu EM Cosmetics.

"Jika Anda seorang pendongeng yang baik, maka Anda bisa memperbanyak audiens dan mengubah hidup Anda," katanya.