Film Thai kejutkan festival Cannes

Festigal Filem Cannes
Image caption Adegan filem Thailand "Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives".

Festival Film Cannes menganugerahkan hadiah utama, Palem Emas, kepada sebuah film mistis Thailand berjudul Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives.

Film ini mengalahkan Another Year arahan sutradara Inggris Mike Leigh, yang sebelumnya dianggap favorit oleh banyak kalangan di festival film bergengsi itu.

Disutradarai oleh sineas Apichatpong Weerasethakul, film yang berhasil meraih Palem Emas itu berkisah tentang seorang pria yang sudah berada di ambang kematian dan dikunjungi oleh mendiang istri dan putranya yang telah berubah menjadi seekor kera.

Dewan juri tahun ini dipimpin oleh sutradara Amerika Tim Burton yang menentukan pemenang dari 19 film nominasi.

Paman Boonmee diperankan oleh Thanapat Saisaymar, seorang tukang las di Thailand yang hanya punya pengalaman akting sebatas di iklan televisi.

Karena menderita gangguan penyakit ginjal, Paman Boonmee didatangi mahluk halus, baik yang berupa manusia maupun hewan.

Adegan-adegan ini bisa diperlihatkan berkat ketrampilan sang sutradara menuangkan bebagai adegan menyerupai mimpi untuk mengangkat tema-tema reinkarnasi serta animisme.

Tidak masuk akal

Berbagai majalah menggambarkan film itu sebagai tidak masuk akal tapi memukau, sementara majalah Screen International menyebutnya sebagai film yang mempesona dengan cerita yang sederhana namun sturuktur rumit dan temanya jelas.

Dalam tinjauannya surat kabar Ingris, Daily Telegraph, memberi penilaian dengan tanda lima bintang bagi film ini, dengan mengatakan Paman Boonnee hampir-hampir bukan sebuah pertunjukkan film, tetapi lebih merupakan dunia yang sedang mengambang.

Ketika menerima piala, Weerethakul mengatakan: "Saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh mahluk halus dan semua hantu di Thailand yang telah memungkinkan saya bisa berdiri di sini."

Dia sebelumnya berhasil menempati urutan ketiga di festval film Cannes 2004 dengan film Tropical Malady.

Kendati mendapat tanggapan yang sangat menggembirakan dari kalangan kritikus film di Cannes, film terbarunya dianggap sebagai kuda hitam dalam pertarungan merebut hadiah Palem Emas.

Film arahan Mike Leigh, Another Year, yang dibintangi oleh Jim Broadent dan Lesley Manville, dianggap paling bagus oleh para kritikus film.

Tetapi Leigh yang pernah mengantungi Palem Emas lewat Secrets and Lies tahun 1996, harus pulang dengan tangan kosong.

Tim Burton -yang memimpin dewan juri yang beranggotakan sembilan orang- mengatakan: "Kami masing-masing punya favorit yang tidak berhasil menggondol piala."

Sementara rekan sesama anggota juri, Kate Becknssale berkelakar: " Kami berusaha membuat lebih banyah hadiah."

Korsel dapat penghargaan

Kalangan kritikus film juga memfavoritkan arahan sutradara Prancis, Xavier Beauviois, Solemn Drama of Gods and Men yang mengangkat kisah nyata tujuh biarawan Prancis yang tewas di Aljazair tahun 1996.

Image caption Javier Bardem dan Juliete Binoche menerima hadiah di Festival Cannes

Namun ilm itu hanya berhasil menempati urutan kedua.

Aktris Perancis Juliette Binoche dikalungi gelar aktris terbaik berkat perannya sebagai pemilik galeri di Tuscany dalam sebuah drama romantis Copie Conforme, yang diarahkan oleh sineas Iran, Abbas Kiarostami.

Kiarostami pernah dianugerahi Palem Emas tahun 1997 dengan filmnya Taste of Cherry

Javier Bardem dari Spanyol harus puas jadi pemenang bersama sebagai aktor terbaik karena memerankan seorang polisi yang korup dan didiagnosa menderita penyakit kanker ganas.

Ia tampil dalam film Biutiful arahan sutradara Meksiko, Alejandro Gonzeles Inarritu, yang berhasil menonjol berkat penampilannya di Babel and 21 Grams.

Bardem berbagi hadiah dengan aktor Italia, Elio Germano dalam film La Nostra Vita

Gelar sutradara terbaik diserahkan kepada Mathieu Amalrik berkat film yang mengisahkan seorang manajer rombongan teater tari yang harus berjuang keras saat mengadakan pertunjukkan keliling.

Suteradara Korea Selatan, Lee Chang-Dong, menggaet hadiah skenario terbaik dengan film Poetry

Ken Loach -yang tidak asing lagi dalam dunia perfilman di Inggris- juga harus gigit jari setelah empat tahun lalu meraih hadiah utama Festival film Cannes bersama filmnya yang berjudul The Wind that Shakes the Barley.

Berita terkait