Finlandia juara dunia sepak bola lumpur

Image caption Turnamen sepak bola lumpur secara berkala digelar di beberapa negara Eropa setiap tahun.

Spanyol boleh saja menjadi juara dunia sepakbola di Afrika Selatan belum lama ini. Namun, di arena sepak bola lumpur 2010 di Finlandia, Negeri Matador ini tak mampu berbuat apa-apa.

Sebanyak 300 tim dari berbagai negara berpartisipasi dalam turnamen yang berlangsung di sebuah rawa berlumpur di luar kota Hyrynsalmi, Finlandia.

Kawasan rawa-rawa berlumpur ini kemudian diubah menjadi 22 lapangan sepakbola dan tiap tim bertarung memperebutkan sebuah piala untuk tujuh kategori yaitu sepakbola pria, perempuan dan campuran.

Turnamen ini, meski terkesan main-main, namun memerlukan kebugaran fisik yang benar-benar prima. Bagaimana tidak, lumpur yang terkadang sedalam pinggang membuat para pemain sulit bergerak.

Tak jarang, para pemain harus merangkak bahkan merayap untuk bergerak menggiring bola. Di akhir turnamen, tim Mestaruus, Finlandia keluar sebagai juara umum.

Ketua penyelenggara turnamen Kimmo Kyhala mengatakan turnamen ini sebagai pelipur lara karena negaranya yang tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2010.

"Kami (Finlandia) tidak terlalu bagus dalam sepak bola normal, tapi sangat menguasai rawa-rawa berlumpur. Sehingga, kami memadukan keduanya sepak bola dan rawa berlumpur," kata Kyhala.

"Dan hasilnya adalah olah raga dan bersenang-senang," tambah Kyhala.

Meskipun Spanyol tak berhasil meraih satu pun trofi, namun kenyataan itu tak menghalangi para pemainnya untuk bersenang-senang.

"Ini adalah turnamen untuk semua orang, segalanya mungkin di sini. Anda bisa bermain dan bersenang-senang di sini," kata pemain Spanyol Ivan Fernandes Kanalehas sambil menambahkan turnamen ini adalah yang paling lucu yang pernah dia ikuti.

Kompetisi sepak bola lumpur tak hanya digelar di Finlandia. Turnamen serupa juga dilakukan di Swedia, Islandia dan Inggris dengan turnamen tahunan yang mengundang beberapa negara seperti Rusia, Austria, Jerman, Ukraina, Estonia dan Spanyol.