Demo di depan parlemen diusir

Parliament Square
Image caption Para demonstran mengatakan tidak bersedia meninggalkan daerah itu

Para demonstran damai yang telah berkemah di Parliament Square, sebuah taman depan Gedung Parlemen di London, sejak bulan Mei telah diusir.

Minggu lalu Pengadilan Banding menolak permohonan para demonstran di kam, yang dikenal sebagai Desa Demokrasi, untuk tetap berada di sana.

Petugas dan polisi masuk ke perkemahan sekitar jam satu dinihari waktu setempat hari Selasa, meskipun beberapa pegiat mengikat diri di kerangka besi untuk bangunan.

Namun mereka sekarang sudah diusir dan pagar didirikan di sekitar lapangan. Diperlukan 60 petugas selama empat jam untuk mengusir semua demonstran.

Sekelompok orang melanjutkan protes di trotoar, beberapa mengibarkan spanduk bertuliskan "orang terlantar" dan bertekad akan kembali kalau pagar sudah dicabut.

Namun perintah pengusiran tidak berlaku bagi demonstran paling terkenal di Parliament Square, Brian Haw.

Haw -yang berasal dari Redditch, Worcestershire- sudah berkemah di sana sejak tahun 2001 dan berhasil memperjuangkan haknya untuk tetap melanjutkan aksi protesnya setelah sempat dinyatakan tidak sah berdemonstrasi secara tidak sah dalam radius satu mil persegi dari Gedung Parlemen tahun 2007.

Lapangan ditutup

Seorang warga London Maria Gallastegui, 51 tahun, mengatakan: "Tidak ada orang yang terluka, namun orang-orang diusir secara paksa."

Ia menambahkan bahwa setidaknya seorang demonstran dirantai ke kerangka besi bangunan dan seorang lainnya dirantai di atas truk yang berisi pagar yang akan dipasang di sekitar lapangan.

Para demonstran anti perang dan pegiat perubahan iklim termasuk orang-orang yang mendirikan perkemahan di lapangan di depan Gedung Parlemen.

Walikota London Boris Johnson -yang mengajukan gugatan ke pengadilan untuk memindahkan Desa Demokrasi- menggambarkan pemandangan di sana "memuakkan".

Seorang juru bicara walikota mengatakan aksi protes telah menyebabkan "kerusakan besar di lokasi."

"Lapangan itu sekarang akan ditutup untuk sementara, dan akan diperbaiki untuk digunakan bagi warga London, pengunjung ke ibukota, dan para demonstran yang bertanggungjawab," tambahnya.

Ketua Dewan Kota Westminster, Colin Barrow mengatakan: "Lega karena pemandangan buruk di Parliament Square akhirnya hilang, dan menanti untuk dipulihkan pada kondisi sebelumnya sehingga semua warga London bisa berkunjung dan menikmatinya."

Ia menambahkan lapangan "dibajak" oleh minoritas yang gaduh dan mengubahnya menjadi "perkemahan kumuh" yang tidak bisa dibenarkan.

Pengacara para demonstran mengatakan akan naik banding atas keputusan pengusiran.

Sementara penyelenggarakan aksi protes, Chris Knight, mengatakan:"Kami tidak akan pergi jauh dan kami tidak akan pergi."