Imam idol ala televisi Malaysia

Image caption Acara pemilihan calon imam di Malaysia, Imam Muda ternyata mendapat sambutan dari masyarakat muslim negeri itu

Beberapa pria muda dengan setelan jas dan kopiah di kepalanya berdiri saling berangkulan di atas panggung yang terang benderang.

Tak lama kemudian, juri acara reality show televisi ini menyebut salah satu nama pria muda di atas panggung.

"Dengan sangat menyesal, perjalanan imam muda Syakir harus selesai sampai di sini," kata sang juri.

Seketika musik dramatis berkumandang dan para peserta saling berpelukan.

Sebagian adegan tadi adalah bagian dari acara Imam Muda, sebuah acara pemilihan para pemimpin agama muda yang digelar stasiun televisi satelit Malaysia Astro Oasis.

Hadiah bagi pemenang acara ini cukup menggiurkan yaitu bea siswa ke Arab Saudi, sebuah mobil dan pekerjaan sebagai imam di salah satu masjid utama Kuala Lumpur.

Seluruh peserta yang berusia di bawah 28 tahun itu menjalani ujian seputar pengetahuan agama Islam. Setiap pekan mereka harus menghadapi tantangan dari cara mengatasi masalah remaja hingga mempersiapkan upacara untuk seseorang yang meninggal dunia.

Format pemilihan seperti ini di televisi mungkin sudah sangat biasa. Namun bagi Astro Oasis, acara ini diharapkan mampu memberikan warna dalam acara-acara bernuansa Islam yang ditayangkannya. Acara yang disiarkan pertama kali 28 Mei lalu ini diproduksi Astro Oasis dengan Departemen Agama Islam Malaysia.

Produser Astro Oasis mengatakan target acara ini adalah membantu generasi muda Malaysia semakin memahami agama Islam, dengan memberi pengetahuan seputar hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang imam.

Acara ini ingin menunjukkan bahwa tugas seorang imam tidak hanya dibatasi tembok masjid saja namun juga harus berperan dalam semua sendi kehidupan Islam.

Selama ini, Malaysia selalu dianggap sebuah negara Muslim namun negeri ini masih berupaya untuk menyeimbangkan tata kehidupan modern dan ajaran Islam.

Dan acara ini mencoba untuk mencari keseimbangan antara kedua hal itu dengan cara mencari seorang pimpinan agama yang berasal dan bisa diterima kalangan muda.

Imam ideal

Image caption Para kontestan menjalani ujian tentang pengetahuan agama Islam

Aran, seorang pegawai bank berusia 26 tahun adalah salah satu dari 10 kontestan dalam acara ini. Kepada BBC dia mengatakan acara ini sangat bermanfaat untuk menyebarkan ajaran Islam.

"Generasi muda sangat menyukai reality show di televisi dan itulah sebabnya saya mengikuti kontes ini sehingga saya bisa merengkuh lebih banyak generasi muda," papar Aran.

Acara ini terbukti memiliki penggemar yang fanatik. Halaman acara ini di Facebook memiliki 30.000 orang penggemar.

Bahkan beberapa peserta termasuk Aran memiliki situs pribadi yang didedikasikan oleh para pengagum mereka.

Namun, ternyata Aran tidak mengetahui hal ini. Para kontestas selama mengikuti pemilihan tinggal bersama di sebuah penginapan selama tiga bulan dan membatasi diri dari dunia luar.

"Kami tidak diperkenankan membaca surat kabar, membuka Facebook atau menggunakan telepon," kata Aran.

Namun berbeda dengan kontes-kontes seperti American Idol penonton tidak diberi wewenang menjatuhkan pilihan mereka. Semua tergantung pada keputusan juri yang terdiri atas serang ahli agama Islam dan seorang mantan imam masjid.

Para kandidat menjalankan pelatihan yang sama dengan seorang imam, seperti misalnya tentang teori dan pengetahuan agama.

Namun, mereka juga harus mampu mengatasi masalah sosial yang melibatkan anak-anak muda seperti anggota geng motor atau remaja yang hamil di luar nikah.

Penggagas acara ini Izelan Basar mengatakan mereka mencari imam ideal yaitu yang mapan dalam hal spiritual dan memahami permasalahan masa kini.

"Ada dua tingkatan audisi. Pertama adalah soal pengetahuan agama dan kedua adalah soal masalah-masalah terkini," kata Basar.

"Misalnya, apa yang Anda ketahui soal lingkungan hidup? Atau apa yang mereka ketahui soal sistem keuangan dan ekonomi negara. Itu yang kami mau. Seorang imam yang benar-benar seimbang antara dunia saat ini dan dunia setelah ini," tambah Basar.

Formula ini nampaknya cukup ampuh. Dan acara Imam Muda tayang pada setiap Jumat malam di jam tayang utama.

Pro kontra

Image caption Mempersiapkan pemakaman adalah salah satu tantangan imam muda

Bagaimana reaksi masyarakat atas acara ini? Sebagian orang menganggap acara ini cukup menarik dan informatif.

"Acara ini sangat informatif karena saya bisa belajar banyak hal baru dan menambah pengetahuan saya soal Islam," kata Syed Jafar Al Hussaini yang selalu mengikuti acara ini.

Hussaini, beserta keempat anaknya, istri dan ibu mertuanya menyaksikan acara itu ketika seorang kontestan tengah mengunjungi sebuah rumah potong hewan untuk memastikan apakah prosedur pemotongan sudah sesuai hukum Islam.

Dan ini, menurut putra tertua Hussaini, Muhammad Syafiq, adalah sisi lain seorang imam yang jarang dia ketahui. Bahkan pemuda berusia 22 tahun itu mengatakan akan lebih sering ke masjid jika sang imam berusia muda.

"Imam masjid dari generasi tua biasanya hanya berdiam di masjid dan berkumpul dengan orang tua saja karena cara berfikir mereka biasnya terlalu kuno," kata Syafiq.

Namun, tidak semua orang setuju dengan acara ini. Sebagian warga Malaysia mengatakan seharusnya seorang imam masjid tidak dipilih dengan cara seperti itu.