Kontrasepsi untuk singa di Mesir

Singa
Image caption Kebun Binatang Giza di Mesir kelebihan populasi singa

Dokter Hewan di Kebun Binatang Giza sedang melakukan uji coba untuk mengendalikan jumlah kelahiran singa yang populasinya terus meningkat di kebun binatang tersebut.

Untuk mengontrol kelahiran singa yang ada di sana mereka mencoba melakukan langkah yang tidak biasa yaitu memberikan pil kontrasepsi manusia kepada singa-singa tersebut.

Kebun Binatang Giza saat ini memiliki 53 singa dan mereka membutuhkan banyak biaya untuk merawat semua singa-singa tersebut.

"Ini adalah persoalan yang sudah menumpuk bertahun-tahun, persoalan ini bukanlah hal yang baru," kata Manajer Umum Kebun Binatang Giza, Nabil Sidky seperti dikutip media lokal.

Kebun Binatang Giza telah melakukan sejumlah metode untuk membatasi kelahiran singa sebelumnya.

"Pemberian pil pengatur kelahiran ini adalah metode terakhir yang kami gunakan."

Sebelumnya pihak pengelola Kebun Binatang telah mencoba sejumlah metode untuk mengontrol kelahiran singa di Kebun Binatang tersebut.

Salah satunya adalah mengisolasi singa jantan dan tidak menyatukannya dengan singa betina.

Menjual sebagian singa juga coba mereka lakukan. Tapi, pada kenyataannya, setiap mereka menjual dua singa setiap tahunnya selalu dibarengi dengan kelahiran tiga hingga empat anak singa per tahun.

Suntik mati

Pengelola mengatakan mereka juga dihadapkan dengan persoalan keberadaan sejumlah singa yang sudah tua dan membutuhkan biaya besar untuk merawat kesehatan mereka.

Pihak pengelola kebun binatang sedang mengusahakan proposal untuk melakukan euthanasia atau suntik mati terhadap singa-singa yang sudah tua ini. Namun hukum di Mesir melarang mereka menempuh langkah tersebut.

"Euthanasia sudah dilakukan diseluruh dunia dan diterima di berbagai tempat, kami sudah melakukan lobi untuk hal ini, tapi pemerintah menolaknya, " kata Sidky.

Pemerintah Mesir juga beralasan singa-singa itu merupakan barang milik negara yang harus dijaga.

Pendiri Masyarakat untuk Perlindungan Hak Hewan di Mesir, SPARE, Amina Tharwat Abaza mengatakan pengelola terlalu lama menunggu hingga persoalan populasi Singa yang berlebih ini kemudian muncul.

"Saya pikir Kebun Binatang Giza menunggu terlalu lama hingga mereka akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Amina.

Menurutnya akan lebih baik jika Kebun Binatang Giza mengontrol kelahiran singa dengan cara mensterilkan singa betina dibandingkan harus memberikan hormon tambahan kepada mereka.

Dia juga menolak rencana suntik mati terhadap singa-singa yang telah tua.

"Daripada disuntik mati lebih baik, singa-singa itu dikirimkan ke pusat rehabilitasi binatang yang ada di Afrika."

Dia yakin akan ada banyak organisasi penyayang binatang internasional yang akan membantu Kebun Binatang Giza.