Penyaturan cara menyanyikan lagu kebangsaan Filipina

Bendera Filipina
Image caption Warga Filipina harus menyanyikan lagi kebangsaan dengan benar.

Dewan Perwakilan Rakyat Filipina mensahkan sebuah RUU yang mengkriminalkan orang yang menyanyikan lagu kebangsaan dengan tidak tepat.

Jika Senat nanti mensahkan RUU ini menjadi UU, maka orang yang menyanyikan secara menyimpang diancam denda sebesar US$2.000 atau sekitar Rp 20 juta atau ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara.

Sanksi juga dijatuhkan kepada orag yang menggunakan atau memajang bendera nasional dengan tidak tepat.

Seorang penyanyi pop terkenal Filipina, Charice Pepmpengco, pernah membawakan lagu kebangsaan dan cara dia membawakannya bisa diterima oleh Lembaga Warisan Nasional.

Namun rupanya tak semua versi bisa diterima.

Penyanyi yang lain dikritik karena membawakannya terlalu pelan atau dengan nada yang salah maupun menambahkan selera pribadi masing-masing.

Dengan RUU maka masalahnya akan lebih jelas karena mengatur secara rinci, antara lain lagu kebangsaan harus dinyanyikan dengan tempo mars dengan kecepatan antara 100 hingga 120 bit per menit.

Dan jika dimainkan di tempat umum serta di bioskop maka semua warga negara harus berdiri dan ikut bernyanyi dengan semangat sebagai tanda penghormatan.

RUU itu juga memperketat peraturan dalam penggunaan bendera nasional, namun tampaknya pengaturan dalam lagu kebangsaan yang akan berdampak besar.

Warga Filipina suka bernyanyi dan kini jika mereka ingin menyenandungkan lagu kebangsaan maka mereka harus melakukannya dengan benar.