Tur jalan-jalan Kate-William

Tur di toko perhiasan Garrard's Hak atas foto 1
Image caption Tur jalan-jalan keluarga kerajaan banyak ditawarkan di London

Dari kampung halaman Kate Middleton di Berkshire hingga acara tur jalan-jalan Kate dan Wills di London, berbagai biro perjalanan meraup keuntungan dari rencana pernikahan keluarga kerajaan Inggris.

Pernikahan Kate Middleton dengan Pangeran William, pewaris tahta nomor dua kerajaan Inggris, bagi sebagian orang dianggap sekedar sebagai hari libur yang menyenangkan, tetapi bagi sekelompok penggemar keluarga kerajaan dan turis yang fanatik, merupakan hari istimewa untuk menunjukkan besar cinta mereka pada keluarga kerajaan Inggris.

Sebuah industri tur keluarga kerajaan pun lahir dan tumbuh subur, setelah era handuk atau mug bergambar putri Diana dianggap tidak lagi cukup.

Dengan tarif mulai dari £15 (sekitar Rp210.000) hingga £3.800 (sekitar Rp53 juta), turis mendapatkan kesempatan mengikuti jejak yang diklaim "mengarahkan hidup pasangan emas" kerajaan itu.

Turis misalnya diajak melihat lingkungan 'orang biasa' dimana kakek buyut Kate bekerja, melihat klub malam "hedonis" yang sering dikunjungi Pangeran William atau bahkan menatap jendela toko baju -benar-benar toko pakaian biasa- dimana calon pengantin wanita pernah bekerja.

Menyenangkan dan mendidik

Sekelompok turis Amerika berkumpul di Jalan Bruton 17 Mayfair, yang merupakan awal mula dari sebuah atraksi tur dua jam, yang merupakan lokasi lahirnya Ratu tahun 1926.

Disana nampak Christie Brock, 30, seorang warga AS yang tinggal di barat daya London.

Brock menikahi seorang pria Inggris dua tahun lalu dan memesan tur ini untuk ibunya Jeanne Richards, 63, dan kawan ibunya Kay Juhas, 64, keduanya penggemar keluarga kerajaan yang datang khusus dari Michigan, AS.

Hak atas foto 1
Image caption Peminat tur adalah turis dan penggemar fanatik keluarga kerajaan

Meski semua orang, termasuk suaminya, menertawakan tur ini, Brock mengatakan dirinya merasa senang.

"Cukup menyenangkan dan mendidik, hari yang cerah untuk jalan-jalan di kota."

Saat melintasi toko pembuat perhiasan keluarga kerajaan Garrard's, Jeanne Richards menyatakan alasannya.

"Sebagian besar orang Amerika suka selebritis dan ingin tahu bagaimana hidup orang, penasaran saja. Keluarga kerajaan sepertinya punya banyak uang tapi tidak terlalu bahagia," tambahnya.

Sementara menurut pekerja sosial yang menjadi pemandu tur ini, Hana Umezawa, mengisahkan bagaimana Putri Diana mematahkan tradisi dengan membeli cincin pertunangannya dari katalog toko perhiasan ketimbang memesan seperti keluarga kerajaan biasanya.

Lalu muncul pula cerita bagaimana cincin itu sampai ke tangan Nona Middleton, setelah Pangeran Harry, yang sebenarnya memiliki cincin itu, setuju memberikannya pada William.

Bisnis ramai

Kisah tentang keluarga Kate juga muncul saat tur tiba di kantor milik keluarga kakek Kate yang kaya dan diikuti oleh perjalanan dan kisah lain.

Didalamnya antara lain muncul penjelasan bagaimana dua bersaudara Kate dan adiknya Pippa, dilukiskan sebagai "gadis-gadis wisteria", merujuk pada nama tanaman perdu yang dianggap "berhias berlebihan, terlalu wangi, dan punya kemampuan lebih memanjat ke atas".

Gambaran itu disebut oleh Hana Umezawa yang jadi pemandu tur hari itu.

Tur ini diciptakan oleh James Bonney, yang mengoperasikan Celebrity Planet, perusahaan yang juga menyelenggarakan tur bertema Harry Potter, The Beatles sampai Jack the Ripper.

Ada juga tur Your London Tours yang menawarkan perjalanan delapan jam dengan biaya £380 (sekitar Rp5,3 juta), bahkan ada tur yang diselenggarakan oleh seorang mantan pegawai rumah tangga ratu yang diberi nama tur delapan hari "perayaan pernikahan kerajaan" dengan biaya £3,800 (setara dengan sekitar Rp53 juta).

Dalam rangkaian tur-tur ini peserta antara lain diajak pula mengunjungi Mahiki, klub malam dimana Pangeran William dilaporkan meredam rasa patah hatinya setelah berpisah dari Kate, kemudian kunjungan ke toko pakaian Jigsaw dimana Kate sempat bekerja sebagai buyer asesoris.

Menurut pemandu saat bekerja di toko itulah tahun 2007 Kate menerima telepon dari Pangeran yang menyatakan memutuskan hubungan pacaran mereka.

Macam-macam kunjungan ke "berbagai tempat bersejarah" selanjutnya bisa diikuti, mulai dari istana Ratu yang biasa ada dalam jadwal turis sampai ke kapel Ratu dimana pada tahun 2008 diselenggarakan pernikahan kerajaan dengan kehadiran Kate padahal Pangeran William sedang tidak ada, yang dianggap "membuktikan masuknya Kate dalam lingkaran keluarga Kerajaan".

Jadi apakah tur semacam ini sekedar dibikin-bikin dan oportunistis?

Jeanne Richards dan Kay Juhas yang datang dari Michigan menolak anggapan ini.

"Kami tidak dipaksa ikut tur ini, kami memang mau. Cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu beberapa jam," kata Richards. "Saya merasa perjalannya sangat bisa dinikmati, saya lihat banyak hal yang sebelumnya sudah saya lihat tapi tidak tahu nilai (sejarah)nya, jadi sangat menarik," tambah Juhas.

Berita terkait