Berburu kodok agar rajin sekolah

Wanita Aborigin
Image caption Anak-anak aborigin malas sekolah sehingga dibujuk masuk dengan lomba berburu kodok

Kompetisi berburu kodok ternyata membantu anak-anak Aborijin untuk rajin bersekolah di Northern Territory, Australia.

Bulan lalu, 70 anak-anak menangkap katak besar atau bufo marinus dalam upaya mendapatkan penghargaan sebagai pemburu kodok di sekolahnya.

Namun mereka hanya dapat ikut kompetisi jika bersedia hadir di sekolah.

Sejak datang pertengahan 1930, katak raksasa beracun ini berkembang biak dengan cepat di Australia. Di beberapa daerah malah mengancam satwa liar lainya seperti buaya, serangga langka dan mamalia yang terancam punah.

Buaya pernah ditemukan mati karena memakan kodok jenis ini.

Malas sekolah

Anak-anak Aborijin tergolong sangat rendah tingkat kehadirannya di sekolah Australia. Di dua komunitas terpencil Arnhem Land di Northern Territory, pihak berwenang mengambil kebijakan baru untuk menangani anak-anak yang malas datang ke sekolah sekaligus baik bagi lingkungan.

Kompetisi untuk menangkap katak raksasa yang merupakan hama paling menjijikan di Australia digunakan untuk mendorong anak-anak pribumi hadir di kelas.

Penyelenggara kompetisi mengatakan hasilnya sangat positif. Tingkat kehadiran anak naik dan lebih dari 1.000 katak ditangkap yang kemudian dimusnahkan secara manusiawi.

Di berbagai daerah, banyak komunitas pribumi berjuang keras untuk meningkatkan standar pendidikan yang buruk.

Hak atas foto Getty
Image caption Jenis kodok besar cane toad di Australia ini beracun dan mengancam satwa lain

Komisaris urusan keadilan sosial Aborijin Mick Gooda mengatakan sekolah merupakan kunci bagi kehidupan lebih baik.

"Jika ada satu hal yang masuk dalam agenda penting saya saat ini maka itu adalah tingkat kehadiran di sekolah. Saya kira kami harus mulai berbicara tentang masyarkat kami, mengenai sistem pendidikan kami, bagaimana menaikkan tingkat kehadiran anak di sekolah," jelasnya.

"Hal ini disebabkan pendidikan merupakan kunci bagi perbaikan kesehatan Aborijin. Jika orang-orang ini terdidik, saya dapat katakan kondisi hidupnya membaik. Mereka juga merawat kesehatan secara lebih baik," tegasnya.

Banyak alasan mengapa anak-anak Aborijin buruk di sekolahnya dibandingkan anak-anak Australia lainnya.

Sikap orang tua salah satu penyebabnya namun sering juga masalah standar pengajaran di wilayah terpencil.

Faktor lainnya sulitnya anak pribumi hidup sehat karena munculnya tindak kekerasan di rumah serta rawannya terkena narkoba dan alkohol.

Namun di Northern Territory, barangkali nasibnya akan membaik karena kebijakan unik untuk membolehkan warga berburu katak besar demi tujuan meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah.