Musisi Israel gelar konser di Jalur Gaza

Hak atas foto Reuters
Image caption Daniel Barenboim memimpin orkestra untuk perdamaian di Jalur Gaza

Musik, konon adalah suatu yang universal dan bisa menembus semua jenis penghalang dan perbedaan.

Teori inilah yang akan dibuktikan musisi Israel Daniel Barenboim yang akan memimpin orkestra yang berisi para musisi Eropa untuk menggelar konser perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.

Pemerintah Israel melarang semua warga negaranya memasuki Gaza, sehingga Barenboim dan 25 orang musisi Eropa harus melalui Mesir untuk mencapai Gaza.

Selama bertahun-tahun, Barenboim sudah dikenal menggunakan musiknya untuk mengupayakan perdamaian antara Palestina dan Israel..

Barenboim, yang menjadi warga negara kehormatan Palestina tahun 2008, dikenal dengan upayanya membuat orkestra yang beranggotakan para musisi Arab dan Israel.

Orkestra yang kemudian dikenal dengan nama Orkestra Diva Timur-Barat itu menggelar pertunjukan di Ramallah, Tepi Barat tahun 2005.

Namun, kata wartawan BBC di Ramallah Jon Donnison, pagelaran di Jalur Gaza merupakan rencana paling ambisius Barenboim.

Tidak bernuansa politik

Warga Jalur Gaza nampaknya menyambut baik upaya yang dilakukan Barenboim dan para musisi orkestranya.

Tepuk tangan meriah menyambut Barenboim saat memasuki Pusat Budaya al-Mathaf, Gaza.

Dia mengatakan seluruh anggota orkestra itu memiliki dua kesamaan.

"Mereka adalah musisi-musisi terbaik...dan mereka peduli akan masalah kemanusiaan," papar Barenboim.

"Dan ini adalah persembahan unik dari Eropa untuk Gaza," tambah dia.

Orkestra yang kemudian disebut Orkestra untuk Gaza itu memang terdiri dari musisi anggota lima orkestra ternama Eropa termasuk Orekstra Berlin dan Wina Philharmonic.

Mereka menampilkan sejumlah karya klasik Mozart misalnya Eine Kleine Nachtmusik dan simfoni G minor.

"Kunjungan ini sangat penting bagi kami karena berbagai alasan, baik alasan budaya dan kemanusiaan," kata Direktur Sekolah Musik al-Qattan Ibrahim al-Najjar seperti dikutip AFP.

Sekolah musik al-Qattan adalah sekolah musik satu-satunya di Jalur Gaza.

"Dan dari sisi politik, kunjungan ini penting untuk menunjukkan bahwa Gaza adalah tempat yang aman," tambah Ibrahim.

Berita terkait