Antisipasi paceklik, Bangladesh sewa lahan di Afrika

Bangladesh adalah negara produsen dan sekaligus konsumen beras Hak atas foto b
Image caption Bangladesh adalah negara produsen dan sekaligus konsumen beras

Beberapa perusahaaan Bangladesh mengumumkan mereka menyewa ribuan hektar lahan di Afrika untuk mengantisipasi kelangkaan pangan.

Dua perusahaan telah menandatangani kontrak untuk menyewa lahan yang bisa ditanami tapi tak digunakan di Uganda, Tanzania dan Gambia.

Kontrak lain untuk menyewa sekitar 30.000 hektar selama 99 tahun akan segera ditandatangani dengan pemerintah Tanzania.

Lahan di Afrika tersebut disewa pengusaha Bangladesh dengan Sistem Pertanian Kontrak.

Dengan sistem tersebut, perusahaan Bangladesh akan mendapatkan setidaknya 60% dari panen.

Sebagi imbalan, Bangladesh akan melatih petani Afrika menanam padi di sawah tadah hujan, melestarikan benih dan mengembangkan irigasi.

Selain beras, sebagian lahan yang dikontrak juga dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman lain seperti gandum dan kapas.

Tenaga kerja

Menurut para pejabat, negara-negara di Afrika memiliki banyak lahan yang bisa ditanami, tapi tak digunakan.

Sementara itu, mereka melihat Bangladesh memiliki sumber daya dan keahlian untuk memproduksi tanaman pangan sepanjang tahun.

Kesepakatan antara pengusaha Bangladesh dan negara-negara Afrika tersebut diharapkan akan meningkatkan produktivitas pangan dan memungkinkan sumber daya manusia Bangladesh yang melimpah dikerahkan di sektor pertanian benua Afrika.

"Pada dasarnya gagasan ini adalah pengelolaan ketahanan pangan kami sebagaimana mestinya,'' kata Wahidur Rahman, seorang pejabat senior di kementerian luar negeri Bangladesh.

''Kami tengah mempertimbangkan perluasan pertanian kami, tapi kami tidak memiliki cukup lahan untuk budidaya. Dengan kondisi ini, kami melihat Afrika mungkin menjadi tujuan produksi pertanian kami,'' katanya.

Bangladesh adalah produsen beras terbesar keempat di dunia. Negara Asia Selatan tersebut menghasilkan panen beras sekitar 34 juta ton tahun lalu.

Meski negara tersebut menghasilkan beras cukup untuk memberi makan penduduknya yang mencapai 160 juta jiwa, Bangladesh sering menghadapi kelangkaan bahan pangan akibat bencana alam.

Berita terkait