Tahanan di LP Thailand 'dirantai'

Pengunjuk rasa di Thailand tanggal 18 Mei 2011 Hak atas foto BBC World Service
Image caption Tahanan ada yang dirantai di Thailand, seperti yang diperagakan oleh demonstran di Bangkok ini

Kelompok hak asasi independen di Thailand, Persatuan Kebebasan Sipil, Union for Civil Liberties, memulai kampanye untuk memperbaiki kondisi di penjara-penjara Thailand.

Organisasi itu menerbitkan laporan tentang kondisi penjara di negara itu dengan menyebutkan kondisi di lembaga pemasyarakatan terlalu penuh, masih ada penggunaan rantai sementara fasilitas kesehatan kurang.

Kelompok itu juga mengupayakan agar hukuman mati dihapus dan memuji janji pemerintah untuk mengalihkan hukuman mati menjadi seumur hidup.

Penjara-penjara di Thailand dibangun untuk menampung sekitar 100.000 orang, namun menurut data pemerintah, jumlah tahanan dua kali lipat dari angka itu.

Akibatnya, menurut Persatuan Kebebasan Sipil, kondisinya sangat mengenaskan.

Tahanan terpaksa tidur berdesak-desakan di lantai. Di sel-sel penjara, setiap tahanan memiliki tempat sekitar satu meter persegi, dan bukannya sekitar empat kali enam meter persegi seperti yang digambarkan sebagai syarat minimum oleh Dewan Eropa.

Danthong Breen, ketua organisasi itu mengatakan kondisi penjara Thailand sangat mengejutkan.

Tahanan dirantai

"Penjara wanita jauh lebih buruk kondisinya. Ada sekitar 200 perempuan di satu sel," kata Breen kepada BBC.

"Bila salah seorang bangun untuk ke toilet di malam hari, semua harus bergerak sedikit dan saat ia kembali, ia tidak dapat lagi tempat untuk tidur. Akibatnya dia harus berdiri sepanjang malam."

"Kondisi berdesak-desakan seperti ini tidak manusiawi," tambahnya.

Keadaan lain yang menyedihkan adalah penggunaan rantai, kata Breen.

Rantai digunakan di pergelangan kaki tahanan yang dijatuhi hukuman lama, dan rantai-rantai ini tidak dilepas meskipun mereka sakit, sampai hukuman selesai.

PBB telah mengajukan kritikan atas kondisi di penjara Thailand.

Departemen Luar Negeri Thailand berjanji untuk menangani hal itu.

Tetapi di lapangan rasio kondisi berdesak-desakan di penjara ini adalah satu banding 45, dan karenanya sulit untuk dibenahi.

Kurangnya anggaran pemerintah menyebabkan kesulitan untuk membangun fasilitas baru dan menambah petugas lembaga pemasyarakatan.

Setengah dari jumlah tahanan dihukum karena kejahatan terkait obat bius.

Organisasi kebebasan sipil Thailand berharap apapun hasil pemilu bulan depan, janji untuk tidak lagi mengenakan hukuman mati, akan tetap dilaksanakan.

Berita terkait