Virus gonore baru kebal antibiotik

Bakteri gonorea Hak atas foto spl
Image caption Para pakar menganalisa bakteri neseria gonore

Sebuah bakteri baru penyakit kelamin gonore telah menjadi kebal dari antibiotik, menurut hasil penelitian internasional.

Analisa dari bakteri yang menyebabkan gonore menunjukkan adanya varian baru yang sangat cepat untuk mutasi.

Para ilmuwan dari Laboratorium Acuan Swedia memperingatkan bahwa infeksi penyakit itu bisa menjadi ancaman kesehatan masyarakat global.

Obat-obat baru untuk menunda penyebaran infeksi penyakit itu diperlukan, kata para pakar.

Kasus pertama gonore yang kebal antibiotik ditemukan di Jepang.

Dengan menganalisa jenis gonorea yang kebal antibiotik, yang disebut H041, para periset mengindentifikasi bahwa mutasi genetik telah menyebabkan jenis yang baru sangat kebal terhadap semua antibiotik jenis cephalosporin.

Cephalosporin digunakan untuk mengobati banyak jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Antibiotik ini sangat mirip dengan penisilin.

Sekelompok ilmuwan akan menyampaikan temuan mereka dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Internasional untuk Penelitian Penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual di Kanada.

Dr Magnus Unemo dari Laboratorium Penelitian untuk Pathogenic Neisseria di Swedia mengatakan temuan itu mengkhawatirkan namun sudah diperkirakan.

"Sejak antibiotik menjadi pengobatan standar bagi gonorea pada tahun 1940an, bakteri ini sudah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mengembangkan mekanisme kekebalan terhadap semua obat yang dipakai untuk mengendalikannya.

"Masih terlalu awal untuk menilai apakah jenis bakteri baru itu sudah menyebar, biasanya kekebalan yang baru pada bakteri bisa menyebar dengan cepat kecuali jika obat atau program perawatan baru yang efektif dikembangkan."

Pencegahan bukan penyembuhan

Rebecca Findlay, dari Asosiasi Keluarga Berencana, menyebutnya sebagai pertanda yang mengkhawatirkan.

"Pencegahan menjadi lebih penting karena kita tahu bahwa antibiotik tidak selalu bisa menyembuhkannya. Gonore bisa mengenai orang dari segala usia dan semua orang harus memperhatikan kesehatan seksual mereka."

Dr David Livermore, direktur laboratorium yang memantau kekebalan terhadap antibiotik di Badan Perlindungan Kesehatan Inggris, mengatakan "Percobaan terbaru di laboratorium menunjukkan bahwa bakteri itu menjadi kurang peka terhadap cephalosporin, dan beberapa dilaporkan gagal. Ini berarti kita harus mengubah jenis cephalosporin yang digunakan dan menambah dosisnya."

"Ada kekhawatiran gonore akan menjadi jauh lebih sulit untuk disembuhkan dalam lima tahun mendatang," katanya.

Gonore adalah salah satu penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual paling umum di seluruh dunia.

Penderita gonore merasa perih ketika kencing dan kadang-kadang mengeluarkan cairan seperti nanah.

Namun sekitar 50% wanita dan sekitar 2 sampai 5% pria yang mengidap gonorea tidak menunjukkan tanda-tanda.

Jika tidak diobati penyakit gonore bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang tidak bisa disembuhkan pada pria maupun wanita.

Cara terbaik untuk menghindari gonore adalah dengan mengenakan kondom ketika melakukan hubungan seksual.