Budaya aborijin kurikulum wajib di Australia

Anak aborijin Hak atas foto BBC World Service
Image caption Buruknya fasilitas kesehatan menyebabkan banyak anak aborijin yang tidak bisa ke pendidikan tinggi

Untuk pertama kalinya, universitas di Australia akan mengangkat mata pelajaran di bidang sejarah dan budaya aborijin sebagai kurikulum wajib.

Universitas Teknologi Sydney mengatakan langkah itu ditujukan untuk mengakhiri tersudutnya warga asli Australia itu.

Universitas itu juga meminta semua fakultas yang ada untuk menyediakan tempat dan pekerjaan bagi pekerja dan juga mahasiswa aborijin.

Sekitar 30.000 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang akan mendapatkan peluang mempelajari sejarah aborijin sebagai mata pelajaran resmi.

Sejumlah mata kuliah akan diwajibkan dalam langkah yang disebut akademisi senior universitas Teknologi Sydney sebagai "upaya radikal untuk menciptakan masyarakat yang lebih luas."

Buruknya fasilitas perumahan

Profesor Michael McDaniel mengatakan melalui mata kuliah itu para mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam terkait budaya kuno itu.

"Rakyat asli memiliki kebijakan dan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk hidup di salah satu benua yang paling keras lingkungannya dalam lebih dari 4.000 generasi," kata Profesor McDaniel.

"Saya rasa kita semua akan tertinggal bila tidak memperhatikan nilai-nilai yang bisa diangkat dalam upaya bertahan hidup di benua ini selama 4.000 generasi lagi," tambahnya.

Universitas ini juga menginginkan semua fakultas merekrut lebih banyak lagi karyawan yang berasal dari suku aborijin.

Mahasiswa dari suku asli Australia ini juga sangat jarang masuk ke perguruan-perguruan tinggi.

Buruknya fasilitas perumahan dan juga kesehatan di komunitas aborijin menyebabkan banyak anak-anak suku asli ini yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Para akademisi di Sydney mengatakan mereka mengambil langkah yang menentukan dalam menangani ketimpangan sosial ini.

Berita terkait