Pelecehan seksual di akademi militer Australia

Departemen pertahanan Australia Hak atas foto AFP
Image caption Kasus pelecehan seksual disebutkan terjadi karena buruknya prosedur pengawasan

Wanita di akademi militer Australia menghadapi "pelecehan seksual secara meluas," menurut satu penelitian.

Kajian yang dilakukan oleh Komisaris Hak Asasi Elizabeth Broderick, menyebutkan kondisi itu telah membaik dalam sepuluh tahun terakhir.

Namun penelitian itu menyebutkan perubahan budaya diperlukan di Akademi Pertahanan Australia di Canberra (ADFA).

Kajian itu dilakukan di tengah terjadinya skandal seks di institusi itu.

Dua taruna dituduh mengambil film secara diam-diam seorang taruna perempuan yang tengah berhubungan seks dan memasangnya di internet.

Keduanya telah dikenai dakwaan terkait insiden itu.

Namun kejadian itu mengangkat pertanyaan di seputar perlakuan terhadap perempuan di seluruh militer Australia.

Kurang pengawasan

Lebih dari seperempat taruna dan staf di akademi itu diperiksa oleh para pejabat yang melakukan pengkajian.

Banyak wanita yang mengatakan mereka "diperlukan secara adil," menurut laporan itu.

Namun 74% taruna perempuan mengatakan mereka mengalami pelecehan.

"Pelecehan seksual dalam tingkat rendah terjadi secara meluas di ADFA," kata Nona Broderick.

"Perempuan mengalami pelecehan seksual, tindak pelecehan lain, dan diskriminasi."

Data menunjukkan terjadi "insiden serius dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perkosaan," tambah laporan itu.

Hal ini antara lain disebabkan tidak adanya pengawasan dan buruknya prosedur untuk mengajukan keluhan.

Kajian itu mengangkat 31 rekomendasi, termasuk program bantuan untuk para taruna, pendidikan lebih lanjut untuk hubungan gender, dan meningkatkan pengawasan atas konsumsi alkohol dalam akademi.

Menteri Pertahanan Stephen Smith mengatakan pemerintah akan "menentukan cara terbaik dalam menerapkan rekomendasi itu."

Nona Broderick juga melakukan kajian yang lebih luas terkait perlakuan perempuan dalam militer Australia. Kajian ini diharapkan selesai tahun 2012.

Berita terkait