Minat umum untuk tenaga nuklir 'kecil'

Hak atas foto BBC World Service

Jajak pendapat yang diadakan untuk BBC menunjukkan bahwa keinginan masyarakat di dunia pada kelanjutan tenaga nuklir hanya kecil.

Survei GlobeScan yang dilakukan terhadap lebih dari 20.000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga responden menentang pembangunan reaktor nuklir baru.

Hanya 22% responden setuju bahwa "tenaga nuklir relatif aman dan merupakan sumber listrik yang penting, dan kita harus membangun lebih banyak pembangkit tenaga nuklir".

Sebaliknya, 71% berpendapat negara mereka "dapat seluruhnya mengganti batu bara dan tenaga nuklir dalam waktu 20 tahun dengan menggunakan energi yang efisien dan memusatkan perhatian pada tenaga surya dan angin".

Hak atas foto BBC World Service

Secara keseluruhan 39% responden ingin tetap menggunakan reaktor yang ada tanpa membangun pembangkit baru, sementara 30% responden menginginkan semua pembangkit listrik tenaga nuklir ditutup sekarang juga.

Penentangan bertambah

Jajak pendapat GlobeScan untuk BBC diadakan mulai Juli hingga September tahun ini, beberapa bulan setelah bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang yang menghanculkan PLTN Fukushima Daiichi.

Jumlah orang yang menentang pembangunan baru pembangkit listrik tenaga nuklir tampak bertambah di Prancis, Jerman, Meksiko, Rusia dan Jepang.

Pada 2005 lalu GlobeScan melakukan jajak pendapat di delapan negara yang mempunyai program nuklir. Jumlah responden yang menentang pembangunan reaktor baru di sebagian besar negara-negara tersebut meningkat.

Di Jerman jumlah mereka meningkat dari 73% pada 2005 menjadi 90% sekarang ini dan perkembangan tersebut mencerminkan keputusan pemerintah Jerman baru-baru ini untuk menutup program nuklirnya.

Hak atas foto BBC World Service

Di negara pronuklir, Prancis, jumlah penentang meningkat dari 66% menjadi 83% pada periode yang sama. Namun di Jepang kenaikan jumlah penentang tidak terlalu besar, dari 76% menjadi 84%.

Berita terkait