Cina bongkar jaringan perdagangan anak

Anak di Cina
Image caption Kebijakan satu anak di Cina dianggap merupakan salah satu penyebab perdagangan anak.

Polisi di Cina menangkap lebih dari 600 orang yang dicurigai terlibat dalam perdagangan anak dalam operasi di sejumlah propinsi.

Kementrian Keamanan Umum mengatakan sektiar 5.000 polisi dari 10 provinsi bekerjasama dalam enam bulan terakhir dan berhasil menciduk tersangka minggu lalu.

Dalam operasi ini, polisi membebaskan 178 anak yang akan ditempatkan di panti asuhan sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing.

"Polisi akan terus melakukan operasi menangani perdagangan anak dan menjamin anak-anak ini tidak sampai pada pembeli," menurut pernyataan kementrian seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Kementrian itu juga menyebutkan operasinya merupakan "salah satu yang paling berhasil meredam perdangangan manusia."

Perdagangan anak marak

Polisi di provinsi Sichuan bulan Mei lalu mengungkap ada satu jaringan yang dipimpin oleh Cai Lianchao. Mereka menjual 26 anak ke provinsi lain.

Dalam kasus lain, polisi di Fujian Agustus lalu mengungkap seorang perempuan bernama Chen Xiumei dan tersangka lain menjual anak-anak kepada penduduk setempat.

Perdagangan anak sangat marak di Cina karena kebijakan satu anak dan tradisi lebih memilih anak laki menyebabkan aborsi serta penelantaran anak-anak perempuan.

Ketidakseimbangan gender ini menyebabkan banyak jaringan penjahat yang menculik bayi laki.

Namun bayi perempuan juga menjadi sasaran sebagai simpanan untuk calon pengantin yang dapat dijadikan alasan untuk menarik emas kawin dari orang-orang kaya.

Sekitar 5.000 polisi turut serta dalam operasi meredam perdagangan anak itu di 10 propinsi itu.

Kantor berita Xinhua menyebutkan polisi berhasil membongkar lebih dari 7.000 jaringan perdagangan manusia sejak dimulai April 2009, dengan lebih 18.500 anak dan sekitar 34.800 wanita dibebaskan.

Berita terkait