Pengusaha Cina kembangkan teh termahal

An Yanshi Hak atas foto AFP
Image caption Pengusaha An Yanshi menanam teh yang diberi pupuk organik dari kotoran panda.

Pengusaha asal Cina An Yanshi meyakini dirinya telah menemukan ramuan khusus untuk memproduksi teh termahal di dunia, panda poo.

Mantan pengajar tulisan kaligrafi itu telah membeli 11 ton kotoran panda untuk dijadikan pupuk bagi tanaman teh yang dikembangkan di pengunungan Sichuan yang juga merupakan daerah asal panda.

An mengatakan dia akan melakukan panen teh pertama musim semi tahun ini dan hasilnya akan menjadi teh termahal di dunia.

Dia mengklaim teh hasil karyanya itu akan dihargai US$35.000 atau sekitar Rp 320 juta per 500 gram.

Para penikmat teh Cina menganggap panenan pertama di awal musim semi adalah yang terbaik. Sedangkan panenan berikutnya meski dianggap tak terlalu bagus tetap dihargai sekitar Rp 20 juta per 500 gramnya.

Pengusaha berusia 41 tahun itu begitu bersemangat menjalankan proyek barunya ini, sampai-sampai dia harus mengenakan pakaian bercorak panda saat melakukan wawancara dengan kantor berita AFP.

Namun karena aksinya itu, An Yanshi juga kerap dicemooh karena klaimnya tentang khasiat dan keuntungan teh penemuannya itu.

Sangat serius

Meski banyak kalangan yang menyangsikan teh karyanya itu, An sangat serius menjalaninya hingga dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya di Universitas Sichuan.

Setelah berhenti dari pekerjaannya, An langsung mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan perusahaannya, Panda Tea yang berlambang panda berdasi memegang segelas teh hijau panas.

Selain ingin mendapatkan uang dari perkebunan teh seluas lebih dari satu hektare, An ternyata memiliki misi lain.

Dia ingin meyakinkan dunia untuk melindungi lingkungan dengan menggunakan pupuk kandang ketimbang pupuk kimia.

"Kotoran panda memiliki banyak nutrisi dan seharusnya jauh lebih bagus ketimbang pupuk kimia," katanya sambil menikmati teh yang ditanam menggunakan pupuk dari kotoan sapi.

"Manusia harus menciptakan keharmonisan dengan surga, bumi dan lingkungan," tambah An.

An mendapatkan ide menggunakan kotoran panda sebagai pupuk setelah menghadiri sebuah seminar tahun lalu.

Lewat seminar itu dia mengetahui bahwa panda menyerap kurang dari 30% bambu yang mereka konsumsi dan mengeluarkan sisanya.

Banyak tentangan

Hak atas foto AFP
Image caption Demi menunjukkan keseriusannya An Yanshi selalu mengenakan pakaian panda.

Meski An mengklaim teh yang ditanamnya menggunakan pupuk kotoran panda akan menghasilkan teh berkualitas baik dan bermanfaat bagi kesehatan tetap saja banyak yang mempertanyakan teorinya itu.

Apalagi klaimnya bahwa teh ini mampu mengurangi berat badan dan melindungi peminumnya dari radiasi dicemooh banyak orang lewat dunia maya.

"Jika kotoran panda begitu bagus untuk tanaman teh, kenapa Anda tidak memakan saja kotoran panda itu dan menyerap 70% nutrisinya," tanya seseorang bernama Baihuashu.

"Dengan harga di atas 200.000 yuan per 500 gram, apakah saya meminum teh atau darah panda?" ujar penanya lain dengan nama 24-0

Meski mendapat banyak cercaan dan keraguan, An menyatakan tidak terlalu memikirkannya dan justru tengah merencanakan pengembangan bisnisnya.

"Setelah panen pertama dilakukan dan jika kualitasnya memang benar-benar bagus, kami akan mengembangkannya ke skala ekonomis," tegasnya.

Berita terkait