Penembakan makin marak di Sidney

senjata api Hak atas foto PA
Image caption Polisi menduga penembakan dilakukan kelompok penjahat besar.

Polisi di kota Sidney mengatakan mereka kewalahan dengan maraknya penembakan di kota terbesar di Australia tersebut.

Selama sepekan terakhir saja telah terjadi delapan insiden penembakan, sebagian besar terjadi di kawasan yang dihuni orang-orang yang berasal dari Lebanon.

Wartawan BBC di Sidney, Phil Mercer, mengatakan satu orang tewas dalam insiden ini.

Menurut polisi, pria yang menjadi korban adalah anggota geng motor Lone Wolf, yang ditembak di luar apartemennya.

Ia dimakamkan dengan peti mati berlapis emas yang bernilai US$40.000.

Sejauh ini tidak diketahui dengan jelas motif di balik kejahatan tersebut karena polisi kesulitan menggali informasi. Hanya segelintir saksi yang bersedia memberikan informasi kepada aparat penegak hukum.

Takut

Penembakan dengan sasaran rumah dan mobil di pinggiran Sidney mungkin membuat orang takut bekerja sama dengan polisi.

Ada puluhan kasus penembakan sepanjang tahun lalu, namun hanya beberapa orang yang berhasil ditangkap.

Wakil Kepala Kepolisian New South Wales Alan Clarke yakin sindikat penjahat yang lebih besar berada di balik kasus-kasus penembakan.

"Sebagian besar kasus penembakan merupakan imbas dari konflik antarkelompok penjahat," kata Clarke.

"Bagi mereka, penembakan dipakai sebagai alat intimidasi atau untuk memulai konflik," jelasnya.

Polisi telah membentuk satgas khusus, Operasi Spartan, untuk mengatasi kejahatan yang menggunakan senjata api.

Dua saksi penembakan telah dikenai dakwaan karena menolak bekerja sama dengan para penyelidik.

Para pengamat mengatakan banyak warga keturunan Lebanon yang tidak percaya dengan polisi.