Filipina tetapkan Imlek sebagai hari libur

Tahun baru Cina Hak atas foto Xinhua
Image caption Filipina menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional untuk pertama kalinya.

Filipina menetapkan tahun baru Cina sebagai hari libur nasional sebagai pengakuan untuk warga keturunan Tionghoa di negara itu.

Presiden Benigno Aquino menetapkan awal tahun baru Naga Air sebagai hari libur nasional sebagai apa yang ia sebut "solidaritas persaudaraan bagi warga Cina Filipina."

Banyak warga Filipina berdarah Cina, termasuk Presiden Aquino sendiri dan sejumlah pengusaha terkemuka negara itu.

Perayaan tahun baru Cina di Filipina selama ini diwarnai dengan berbagai perayaan, termasuk dengan menyalakan kembang api.

Namun tidak hanya warga keturunan Tionghoa di Filipina yang memiliki pengaruh dan wewenang besar di negara itu.

Filipina sendiri juga semakin tergantung pada Cina.

Hubungan bilateral antara kedua negara mencapai titik tertinggi pada tahun 2011, dengan nilai perdagangan sekitar US$30 miliar.

Seruan kelahiran bayi di Singapura

Sementara itu di berbagai kawasan Asia dari Cina, Korea Selatan sampai Malaysia, jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk menemui sanak saudara dalam perayaan tahun baru ini.

Rumah sakit-rumah sakti di Cina juga bersiap menghadapi kenaikan pesat kelahiran bayi pada tahun Naga Air.

Dalam zodiak Cina, Naga dianggap sebagai simbol keberuntungan.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memanfaatkan perayaan tahun baru ini dengan mengeluarkan seruan untuk meningkatkan kelahiran sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan negara itu pada pekerja asing.

"Saya berharap tahun ini akan menjadi tahun Baru Naga besar sebagai bayi...Ini penting untuk kelangsungan Singapura," kata Lee Hsien Loong dalam pesan tahun baru.

Berita terkait