Slank akan luncurkan dua album

slank Hak atas foto slankdotcom
Image caption Slank dalam beberapa lagu menyuarakan anti korupsi. (foto slankdotcom).

Band Slank yang bermarkas di gang Potlot, Jakarta, dalam waktu dekat akan merilis dua album.

Saat ditemui Info Musika BBC di Jakarta, Bimbim, drummer Slank mengaku dua album ini sudah siap dirilis.

''Kita dalam waktu dekat akan ada mini album, lima lagu, yang terdiri dari tiga lagu 'remake' dua lagu baru,'' kata Bimbim.

''Disusul pertengahan tahun nanti full album dalam bentuk audio dan video, jadi album baru tapi dalam bentuk gambar,'' tambahya.

Ketika ditanya kenapa sekaligus mengeluarkan dua album dalam satu tahun, Bimbim menjawab ini sebagai pelepas dahaga bagi para Slankers - sebutan penggemar Slank.

''Ngamuk, sudah cukup lama, sudah dua tahun kita vakum tidak mengeluarkan album, walau lagu jalan terus, jadi kebanyakan materi yang harus dikeluarkan.''

Menurut Bimbim, album ini harus keluar agar tidak menjadi 'penyakit'.

Bimbim juga mengaku bahwa album terbaru ini akan lebih mencerminkan kedewasaan Slank.

''Lebih mengerucut, kita mulai berbicara tentang Tuhan dan alam, jadi peringatan juga bahwa sejarah dari jaman Nabi Nuh kalau moral sudah mulai parah, biasanya alam akan memakan kita,'' kata Bimbim yang memiliki nama asli Bimo Setiawan Sidharta.

Hukuman mati koruptor

Dalam beberapa tahun terakhir, Slank yang terdiri dari Bimbim (Drum), Kaka (Vocal), Ridho (Guitar), Ivanka (Bass), Abdee Negara (Guitar) ini memang dikenal lebih sering menyuarakan kritik sosial dalam lagunya.

''Dari awal, sekitar 20 persen di setiap album, pasti ada tema sosial, itu dari pengalaman batin kami yang tertulis dalam lagu,'' kata Bimbim.

Slank juga pernah diajak KPK untuk kampanye anti korupsi, salah satu single terbaru Slank, Punya Cinta, yang liriknya berisi tentang dukungan untuk memberi hukuman mati bagi koruptor.

''Punya Cinta itu lagu tentang orang-orang dalam penjara yang mempunyai cinta, tetapi di mata Slank yang tidak punya cinta dan membahayakan adalah koruptor.''

''Dilirik terakhir kami menyebut, semua punya cinta, koruptor . . . dorrr ! gak punya cinta. Ini ada maksud untuk menekan juga karena undang-undangkan ancamannya sampai hukuman mati, tapi belum pernah ada koruptor yang dihukum mati,'' tegas Bimbim.

Bagaimanapun Bimbim menyadari bahwa penjualan album di Indonesia saat ini sedang lesu akibat maraknya pembajakan online. Tetapi Bimbim mengaku memilki strategi lain untuk menjual album mereka.

''Ada banyak jalan ke Roma, seperti tahun 2010 album Jurus Tandur kami bekerja sama dengan salah satu ponsel, dan itu laku keras, jadi kita harus lebih kreatif dari pembajak, jadi pembajak mungkin kejar kaset CD, kita sudah pindah ke ponsel.''

Bimbim mengatakan sebenarnya bukan penjualan yang jelek tetapi tidak ada tempat untuk menjualnya, jadi harus mencari tempat untuk menjualnya.

Album terbaru Slank ini juga akan bekerja sama dengan salah satu jaringan rumah makan cepat saji dalam penjualannya.

Slank dibentuk akhir tahun 1983, dan sempat gonta-ganti personel dalam perjalanan karirnya. Band yang sudah mengeluarkan 17 album ini juga sempat menjalani masa surut ketika para personelnya mengalami kecaduan narkoba.

Berita terkait