Menyembunyikan sepatu dan tahayul kuno

Image caption Diduga penyembunyian puluhan sepatu kuno ini untuk menolak roh jahat.

Sepasang sepatu kulit kuno ditemukan tersembunyi di sela-sela tiang jembatan. Ada lagi sepatu usang terkelupas tersembunyi di balik anak tangga di sebuah rumah lama.

Dan lagi-lagi, sebuah boneka berjamur ditemukan di loteng rumah bertingkat, selain tulang-belulang kucing yang sengaja diletakkan tersembunyi di atap rumah.

Itulah artefak yang ditemukan sejarawan Australia, Doktor Ian Evans, selama enam tahun masa penelitiannya atas benda-benda seperti sepatu, boneka, atau pakaian yang ditaksir berusia lebih dari seratus tahun, di berbagai tempat di Australia.

Penelitian ini dilakukan Evans untuk mengetahui latar belakang atau motif dibalik penyembunyian benda-benda tersebut, terutama sepatu.

Dia ingin membuktikan apakah praktek penyembunyian sepatu tersebut untuk menolak roh jahat seperti yang dipraktekkan sebagian pemukim awal Australia asal Inggris, lebih dari seabad silam.

"Ini semua merupakan bagian dari praktek kuno untuk menangkal roh jahat atau penyihir," kata Evans, menyimpulkan hasi penelitiannya.

"Dengan menempatkan benda-benda itu di bagian bangunan tertentu, diharapkan dapat menangkal bahaya mungkin mengintai," jelasnya lebih lanjut.

Sydney Harbour Bridge

Salah-satu temuan paling spektakuler dan tak terduga adalah ditemukannya sepatu anak-anak di dalam tempat tersembunyi di bangunan Harbour Bridge di Sydney, Australia.

Di beberapa tiang jembatan itu, tidak jauh dari Gedung Opera, para pekerja yang tengah menggali sebuah terowongan, menemukan sepatu anak berusia tua.

Dari analisa terhadap fisik sepatu tersebut, demikian Evans, kemungkinan besar sepatu itu dipakai sekitar 1920, ketika jembatan tersebut sedang dibangun.

Evans menolak argumen yang menyatakan sepatu tersebut sengaja dijatuhkan ke tempat itu.

Sebaliknya, Evans mengatakan, "itu disembunyikan oleh para kuli bangunan atau tukang batu untuk melindungi mereka dari kekuatan jahat".

"Anak-anak kecil tidak mungkin bekerja pada proyek pembangunan jembatan. Lagipula, kualitas sepatu itu bagus sekali. Nah, dua faktor ini cukup untuk menyimpulkan bahwa sepatu itu sengaja disembunyikan," katanya, menganalisa.

Kemeja di balik tangga

Dalam penelitiannya, Evans tidak hanya menemukan sepatu "yang sengaja disembunyikan", tetapi juga benda-benda lain.

Dari 130 lokasi di seluruh Australia, mulai jembatan hingga rumah kuno, Evans juga mendatangi bekas bangunan penjara.

Tidak jauh dari Sydney Harbour Bridge, Evans mendatangi bekas bangunan penjara Hyde Park.

Image caption Kemeja kuno ditemukan di penjara

Dibangun untuk menampung sekitar 50.000 narapidana, yang diangkut dari Inggris antara 1819 dan pertengahan 1840-an, bangunan penjara itu merupakan salah-satu bangunan berukuran besar pertama yang dibangun di Sydney.

Evans menjelaskan, para pekerja menemukan kemeja bergaris-garis -- yang dikenakan tahanan -- di lantai dua, di bawah anak tangga kayu.

Jika ada yang mengatakan kemeja itu diletakkan secara kebetulan, Evans meragukannya.

"Sama seperti sepatu yang ditemukan di Harbour Bridge, saya yakin itu disembunyikan untuk suatu tujuan".

Meskipun saat ini bekas penjara itu dikelilingi gedung pencakar langit, ratusan tahun silam bangunan itu dikelilingi rawa-rawa dan dihuni hewan liar. "Dan situasi seperti itu terkait dengan motif penyembuyian kemeja itu".

"Anda harus tahu, tempat itu sangat asing bagi narapidana. Mereka kemungkinan besar ketakutan oleh suara-suara dari sekitar penjara, sehingga mereka mencari perlindungan mistis pada barang-barang yang mereka bawa, "jelas Evans.

Sepatu di loteng rumah

Di sebuah pedesaan terpencil di Tasmania, Evans bertemu Alan Cooper, sang pemilik rumah kuno, yang menemukan puluhan sepatu kuno dan benda-benda lain di loteng rumah tersebut.

Keduanya lantas mendatangi loteng rumah itu dan menemukan berbagai benda peninggalan abad 19 yang menurut Evans "sengaja disembunyikan".

Image caption Sepatu anak-anak diyakini ampuh menolak balak.

Dengan ketelitian luar biasa, mereka akhirnya dapat menemukan duapuluh sepasang sepatu, boneka, topi, serta seekor kucing mati.

Dari berbagai temuan benda-benda itu, Evans menyederhanakan temuannya dengan memformulasikan pada empat item: Inggris (asal para imigran), rasa takut, kaum belia, serta kebodohan:

• Inggris: praktek menyembunyikan benda-benda dalam bangunan untuk mengusir roh jahat tersebar luas di Inggris sejak abad ke-17, dan para imigran di Australia melanjutkan kebiasaan tersebut.

• Rasa takut: para imigran takut kehilangan anak-anak mereka sakit, yang diyakini terkait dengan keberadaan roh jahat. Dihadapkan keterbatasan prasarana kesehatan, para imigran akhirnya 'lari' ke praktek tahayul.

• Kaum belia: sebagian besar benda yang ditemukan adalah sepatu anak-anak, atau pakaian. Alasannya: kekuatan dan kepolosan kaum muda akan cukup kuat untuk mengalahkan roh kejahatan.

• Kebodohan: para imigran percaya pada Tuhan dan pergi ke gereja, namun sebagian besar berpendidikan rendah dan lebih tertarik tahayul.

Berita terkait