Batasan usia untuk video musik dikritik

rihanna
Image caption Video Rihanna menjadi salah satu tayangan yang dikritik karena dianggap terlalu seksual.

Ide batasan usia bagi penonton video musik online mendapat kritik dari sejumlah pihak.

Rio Caraeff, CEO Vevo, salah satu saluran musik online populer menilai batasan usia tersebut tidak akan berjalan.

"Saya rasa itu tidak dibutuhkan dan saya harap tidak menjadi kenyataan,'' katanya.

Pada tahun 2011, sebuah laporan dari komisi pemerintahan Inggris mengatakan akan mengeluarkan sebuah sistem yang bisa melindungi anak-anak dari gambar-gambar dan lirik porno.

Hampir 200 juta video musik ditonton setiap bulannya di Inggris melalui Vevo, dan mereka mengaku tidak mengedit satupun tayangan video yang ada di saluran mereka.

Ide batasan usia ini dibuat oleh Persatuan Ibu di Inggris, yang mengatakan orangtua tidak senang dengan ''peningkatan kebudayaan seksual''.

Dalam laporannya mereka merekomendasikan perlunya pembatasan usia bagi penonton video musik melalui internet.

Sebuah pernyataan dari kepala eksekutif Persatuan Ibu, Reg Bailey mengatakan sistem batasan usia bagi video musik online adalah ''realistis''.

Dia mengatakan: ''Saya meyakini niat baik dari industri musik bersama kami dan ini akan lebih baik menjadi sebuah kerja sama untuk mencapai tujuan batasan usia daripada pemerintah harus membuat sebuah undang-undang, yang malah akan menyulitkan semua orang.''

Bagaimanapun, Rio Caraeff mengatakan batasan usia untuk video musik online akan menjadi ''membingungkan dan sulit untuk dikelola''.

"Ini akan menciptakan beban yang signifikan bagi pengguna, bagi artis dan pemberi layanan jasa,'' katanya.

"Orang akan mengkonsumsi musik lebih sedikit, menemukan isi yang lebih sedikit dan menonton sedikit video yang pada akhirnya akan berpengaruh buruk bagi pendapatan, iklan dan royalti bagi artis. Ini buruk bagi bisnis,'' tambah Caraeff.

Dia mengatakan bahwa orangtua dan pendamping semestinya justru yang bisa lebih bertangung atas konsumsi musik yang diakses anak-anak mereka melalui internet, seraya menambahkan ''ada banyak yang lebih buruk datang dari internet ketimbang apa yang dilihat dari video musik.''

Tanggapan beragam

Pandangan sejumlah artis ini terbelah terutama terkait dengan penggambaran seksual dan lirik yang eksplisit dari sejumlah klip video.

Pada November 2011, Gary Barlow mengatakan : ''Saya bukan seorang pemalu tetapi saya rasa, saya tidak menginginkan anak-anak saya yang berusia sembilan dan 11 tahun melihat jenis video semacam itu di usia tersebut.''

Tetapi penyanyi Kelly Rowland kepada BBC Newsbeat mengatakan bahwa artis memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ekspresi mereka.

"Tuhan memberi kita orangtua dengan alasan - apa yang anda inginkan untuk dilihat anak anda, anda harus memonitornya. Ini bukan karena artisnya,'' kata mantan anggota grup Destiny's Child tersebut.

Para penggemar musik juga memiliki pandangan yang berbeda atas ide ini.

Sarah Hardcastle,21, dari Eastbourne mengatakan: ''Itu terdengar bagus. Anda tidak mau anak-anak melihat video dengan tayangan yang terlalu seksual.''

Sedangkan Matthew Viura, 23, dari London Utara menilai: ''Saya rasa ide itu tidak akan berjalan. Meski ada peringatan tetapi orang bisa dengan mudah menerobosnya''.

Tidak jelas akan seperti apa sistem batasan usia yang akan diberlakukan, tetapi kemungkinan akan seperti sertifikasi batasan usia gaya bioskop.

Meski baru berupa ide tetapi sejumlah saluran musik sebenarnya sudah memberikan peringatan batasan usia terhadap sejumlah video.

Single terbaru Madonna Girl Gone Wild mendapatkan tanda batasan untuk 18 tahun ke atas di situs YouTube.

Situs ini sering mengkaji isi tayangan setela mendapatkan laporan dari para pengguna.

Berita terkait