Hadiah Ashden Awards pacu Tri Mumpuni

Hak atas foto Ashden
Image caption Tri Mumpuni berjabat tangan dengan Pangeran Charles yang menjadi salah seorang penaung Ashden Awards.

Direktur Eksekutif dan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni mengaku semakin terpacu dalam menyediakan akses listrik tenaga air mikrohidro setelah menerima penghargaan dari Inggris pekan ini.

Tri Mumpuni merupakan salah satu pemenang Ashden Awards 2012 yang diberikan oleh Ashden, lembaga swadaya masyarakat Inggris yang terlibat dalam energi ramah lingkungan. Pangeran Charles menjadi salah seorang penaung Ashden Awards.

Selain Tri Mumpuni, terdapat dua finalis lain dari Asia Timur, Kamboja dan Filipina.

Usai menerima penghargaan di London, Tri Mumpuni berkunjung ke kantor BBC di pusat kota London dan menuturkan senang memperoleh penghargaan atas upayanya menerangi desa-desa terpencil.

Menurutnya, ada hal yang lebih penting dibanding hadiah sebesar £20.000 atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya.

"Saya itu bersyukur karena ini merupakan sebuah pengakuan secara internasional, jadi semakin meneguhkan hati kita dan juga teman-teman di lapangan bahwa yang mereka kerjakan itu benar," tutur Tri Mumpuni sambil meneteskan air mata.

Teknologi sederhana

Sejauh ini pemangkit listrik tenaga air yang ramah lingkungan ini telah menerangi 61 desa di pelosok-pelosok Indonesia.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Tri Mumpuni, perempuan kelahiran 1964 ini menekan kunci utama adalah masyarakat.

Untuk langkah ke depan, Tri Mumpuni berencana mengembangkan program serupa di daerah-daerah terpencil di Maluku dan Papua dengan teknologi sederhana yang diterapkan selama ini.

"Kalau kita melihat ada sungai, ada beda ketinggian sungai itu, ada cukup air yang mengalir di sungai tersebut, kita kemudian mengajak rakyat untuk melihat dan merencanakan secara bersama-sama. Nanti setelah bisa dibuat bangunan sipil yang sederhana, dipasang turbin," jelasnya.

Kunci utama keberhasilan program listrik ini, lanjutnya, adalah masyarakatnya sendiri.

"Jadi kita baru mau membangun kalau rakyatnya sudah disiapkan, disiapkan secara sosial maupun secara teknik. Artinya apa? Ada pelatihan, sehingga rakyat harus mampu mengoperasikan, mampu mengelola dan juga mampu merawat," kata Tri Mumpuni.

Program mikrohidro yang dikembangkan Tri Mumpuni telah menarik minat pemerintah Jepang yang meminta Tri Mumpuni mengembangkannya di sejumlah pulau terpencil di Filipina.

Dia juga baru kembali dari Rwanda yang berminat mengaplikasikan teknologi mikrohidro.

Berita terkait