Kena paru-paru berondong, warga AS dapat Rp68 miliar

Terbaru  20 September 2012 - 12:41 WIB
Berondong jagung

Zat diacetyl para perasa makanan diduga menjadi penyebab timbulnya 'paru-paru popcorn'

Seorang warga AS mendapat ganti-rugi US$7,2 juta (lebih dari Rp68 miliar) setelah gugatannya terhadap perusahaan pembuat berondong jagung untuk microwave dikabulkan pengadilan.

Wayne Watson mengaku kerap menghirup aroma mentega artifisial pada popcorn untuk kemasan microwave, tanpa menyadari bahwa asap itu berbahaya untuk kesehatan.

Dalam gugatannya Watson mengatakan pabrik pembuat berondong mestinya mencantumkan peringatan bahaya pada kemasan popcorn microwave, untuk mencegah jatuhnya korban.

Namun menurut kuasa hukum tergugat, penyakit kanker yang diderita Watson terkait dengan pekerjaannya selama bertahun-tahun berhubungan dengan zat kimia pembersih karpet.

Kasus yang kemudian dikenal melahirkan penyakit 'popcorn lung' (paru-paru berondong) ini menyedot perhatian warga AS karena serangkaian gugatan sebelumnya.

"Paru-paru berondong" adalah jenis kerusakan pada paru-paru yang tidak dapat dipulihkan yang mengakibatkan cacat pada paru-paru sehingga udara tak bisa mengalir ke luar.

Wayne Weston mengaku mengalami masalah pernafasan tahun 2007, setelah kerap makan berondong.

"[Pabrik berondong] sama sekali tidak melakukan tes untuk berjaga-jaga kalau-kalau konsumen terkena resiko (penyakit ini)," kata Watson kepada siaran televisi CBS News.

Kesaksian ahli

Vonis hakim Colorado ini mengikuti serangkain vonis serupa sebelumnya, dari gugatan yang diajukan oleh pekerja pabrik pembuat berondong yang jatuh sakit. Diduga zat kimia jenis diacetyl, salah satu bahan dalam pembuatan rasa, menyebabkan terjadinya kelainan dalam organ tubuh manusia.

Menurut para juri dalam kasus ini, perusahaan pembuat berondong Gilster-Mary Lee Corp berkewajiban menanggung 80% ganti rugi, sementara perusahaan pengelola supermarket Kroger Co juga harus bertanggung jawab denga menanggung 20% ganti rugi sisanya.

Kemenangan Watson antara lain ditentukan oleh kesaksian Dr Cecile Rose, seorang ahli medis yang menemukan penyakitnya.

Dr Rose juga adalah seorang konsultan pada industri perasa makanan dan sudah melihat banyak kasus seperti yang diderita Watson terjadi pada pekerja yang terpapar unsur kimia itu, tulis kantor berita Reuters.

Ini bukan kemenangan pertama Watson karena sebelumnya pria yang mengaku kini tak lagi makan berondong microwave ini berhasil memaksa perusahaan perasa makanan FONA International Inc untuk menyelesaikan gugatan di luar pengadilan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.