Kapal pegiat aborsi dilarang merapat ke Maroko

Terbaru  4 Oktober 2012 - 20:54 WIB
Women on Waves.

Kapal milik Women on Waves sudah berkunjung ke Irlandia, Portugal, dan Spanyol.

Satu kelompok pegiat perempuan Belanda yang menawarkan aborsi di kapal mereka dilarang merapat ke pelabuhan Smir, Maroko.

Women on Waves -atau Perempuan Dalam Gelombang- memberikan layanan aborsi dan konsultasi di perairan internasional di dekat negara-negara yang melarang aborsi.

Pemimpinnya, Rebecca Gomperts, mengatakan kepada BBC bahwa mereka akan melancarkan 'sebuah kejutan' untuk menanggapi larangan itu.

Dia mengatakan seluruh kawasan pelabuhan diblokade dan tak seorang pun bisa memasukinya. Gomperts sudah lebih dulu tiba di Maroko dengan menggunakan pesawat terbang.

Kelompoknya mengaku berlayar ke Maroko karena diundang oleh sebuah kelompok kaum muda Maroko, Gerakan Alternatif Untuk Kebebasan Individu.

Namun Kementerian Kesehatan Maroko, Rabu (03/10), mengatakan kapal tidak akan dibolehkan beroperasi di negara itu dan meminta pihak berwenang untuk menegakkan hukum.

Negara Islam pertama

Maroko

Data pemerintah Maroko menunjukkan tercatat 600-800 kasus aborsi setiap harinya.

Kapal milik Women on Waves berlayar dari Belanda sejak Senin dan rencananya merapat hari Kamis (04/10).

Dalam pernyataanya, mereka mengatakan bisa memberikan layanan aborsi yang sah di kawasan perairan internasional kepada perempuan dengan usia kehamilan sampai enam setengah minggu.

Tujuan ke Maroko adalah untuk mempromosikan bahwa obat pemicu aborsi sebenarnya tersedia di Maroko namun banyak perempuan yang tidak mengetahuinya.

Selain itu juga sudah dibuka jalur telepon untuk mendapatkan informasi tentang kontrasepsi dan aborsi walau Rebecca Gomperts tidak menyebutkan berapa banyak telepon yang masuk ke jalur itu.

Selama 11 tahun belakangan, Women on Waves, sudah berkunjung ke Irlandia, Portugal, serta Spanyol dan memicu protes dari para pegiat antiaborsi.

Mereka berpendapat bahwa aborsi gelap yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi justru membawa risiko bagi perempuan.

Maroko merupakan negara Islam pertama yang menjadi tujuan Women on Waves dan menurut mereka data pemerintah Maroko memperlihatkan setiap harinya tercatat sekitar 600 hingga 800 aborsi di negara itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.