Berhaji dengan jalan kaki dari Bosnia ke Mekah

Terbaru  27 Oktober 2012 - 14:18 WIB
hadzic

Senad Hadzic (memakai baret) berjalan melintasi tujuh negara selama hampir setahun demi ibadah haji.

Seorang pria Muslim berjalan kaki sejauh 5.650km dari Bosnia menuju Mekah, Arab Saudi, guna menjalankan ibadah haji.

Senad Hadzic, 47, kepada BBC mengaku Allah menjaganya saat dia berjalan melintas negara yang tengah berkecamuk perang, Suriah.

Hadzic mengatakan dia menghabiskan beberapa jam di perbatasan Suriah, tawar menawar dengan petugas imigrasi untuk mendapatkan visa.

Kemudian dia berhasil bernegosiasi melewati beragam pos penjagaan - diantaranya dijaga oleh militer pemerintah, dan yang lainnya dijaga pemberontak.

"Beberapa diantara mereka bahkan mencium Quran yang saya bawa,'' katanya.

Haji ke Mekkah merupakan rukun ke lima Islam - tugas yang dilakukan Muslim jika mampu setidaknya sekali dalam hidup.

'Jalan menuju Allah'

Senad Hadzic langsung sujud dan berdoa saat tiba di tanah suci.

Hadzic memulai perjalanannya di sebuah kota dekat ibukota Bosnia, Sarajevo, akhir tahun lalu. Dan cobaan pertama yang harus dia hadapi adalah melewati suhu minus 35C di Bulgaria.

"Setiap harinya tidak semakin mudah, setiap hari selalu sulit. Tetapi sekaligus mengasyikan pada saat bersamaan,'' katanya.

Saat dia mendapatkan visa Suriah, dia mengatakan, seorang petugas militer Presiden Bashar al-Assad ''meminta saya untuk berdoa untuknya di Mekah, jika saya berhasil keluar dari Suriah hidup-hidup''.

"Ketika saya mengatakan saya dalam perjalanan menuju Allah, baik pemberontak maupun militer Presiden Assad membiarkan saya pergi."

Senad Hadzic

"Jalanan diantara perbatasan dimana saya masuki, dan kota Aleppo penuh dengan batu-batu besar. Pemberontak melemparkan batu agar mobil dan bus sulit bergerak. Orang dengan keluarga jelas sulit keluar dengan mobilnya.''

Dia kemudian mengatakan bahwa mendapatkan visa Suriah ''tidak ada artinya - karena seorang pejuang pemberontak bisa keluar dari ladang jagung dan meminta paspor anda''.

"Tidak ada yang menembak saya. Saya dihentikan oleh orang bersenjata memeriksa paspor saya. Tetapi ketika saya mengatakan saya dalam perjalanan menuju Allah, baik pemberontak maupun militer Presiden Assad membiarkan saya pergi.''

Selain membawa Quran Hadzic juga membawa Injil di tas punggungnya, dia mengaku membawa kedua kitab suci tersebut ''karena saya orang yang sangat agamis''.

"Jika saya tidak percaya kepada Allah bahwa dia bersama saya, melindungi dan menjaga saya, saya mungkin tidak akan mampu melewati Bulgaria, apalagi Mekah.''

"Saya berjalan melintas tujuh negara, dua gurun, 5.650 kilometer, tanpa uang, hanya dengan sebuah tas punggung seberat 20kilogram,'' katanya kepada BBC.

Hadzic akhirnya sampai ke Mekkah pada Sabtu (20/10) dan langsung sujud dan berdoa di tanah suci.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.