Peningkatan jumlah guru yang keluar dari profesinya

Ruang kelas
Image caption Jumlah guru yang keluar dari profesinya sempat menurun selama lima tahun.

Jumlah guru di sekolah-sekolah negeri Inggris yang meninggalkan profesinya meningkat sampai seperlima dalam waktu satu tahun.

Angka resmi yang dimiliki pemerintah Inggris memperlihatkan 47.700 guru meninggalkan pekerjaannya pada tahun 2010-2011 atau meningkat dari 40.070 pada periode setahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut terungkap saat dengar pendapat antara Menteri Urusan Sekolah David Laws di parlemen.

Bagaimanapun statistik itu bersifat sementara dan tidak bisa disimpulkan bahwa peningkatan jumlah guru yang keluar dari profesinya sebagai sebuah kecenderungan jangka panjang.

Pada tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan jumlah guru yang meninggalkan profesinya. Dalam periode 2005-2006 sekitar 42.870 guru keluar dan setelah itu terjadi penurunan selama lima tahun berturut-turut sebelum statistik terbaru ini diungkapkan.

Peningkatan guru yang keluar itu dikritik oleh anggota parlemen dari Partai Buruh yang mengamati pendidikan, Stephen Twigg, sebagai kegagalan Perdana Menteri David Cameron dan Menteri Pendidikan, Michael Gove.

"Untuk meningkatkan standar pendidikan, kita membutuhkan guru lebih banyak dan lebih baik. Namun David Cameron dan Michael Gove mengancam standar itu karena menyaksikan ribuan lebih meninggalkan profesinya."

Partai Buruh mengatakan pogram mereka untuk meningkatkan jumlah guru akan didasarkan pada upaya membujuk tamatan-tamatan universitas terkemuka untuk menjadi guru.

Pelatihan guru

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Inggris untuk merekrut guru adalah dengan membuka peluang bagi semua orang untuk mengikuti pelatihan guru.

Departemen Pendidikan Inggris mengatakan bahwa tahun lalu tercapai angka tertinggi dalam jumlah perekrutan orang yang dilatih untuk menjadi guru dengan tingkat kekurangan guru merupakan yang terendah sejak 2005.

"Mengajar kini menjadi salah satu profesi yang lebih menarik. Kami menarik calon-calon guru pilihan yang cerdas dengan bea siswa yang baik untuk subyek-subyek yang menjadi prioritas dan kami menempatkan guru ke ruang kelas dengan memberi mereka wewenang untuk menangani perilaku yang buruk," seperti dikatakan salah seorang juru bicara Departemen Pendidikan.

Pertengahan Oktober, pemerintah Inggris menawarkan bea siswa sebesar £20.000 untuk sarjana tamatan universitas jika bersedia dilatih sebagai guru komputer.

Semakin banyaknya guru yang meninggalkan profesinya tidak mengejutkan salah satu serikat guru Inggris, NASUWT.

"Angka ini tidak mengejutkan, mereka mengukuhkan temuan dari survei NASUWT baru-baru ini yang memperlihatkan 84% guru merasa moral dan profesionalismenya menurun sementara 50% lebih guru secara serius mempertimbangkan untuk keluar dalam waktu setahun belakangan," tutur Chris Keates dari NASUWT.

Dia menambahkan bahwa penurunan itu bukan hanya merupakan keprihatinan bagi profesi guru namun juga orang tua dan siswa yang kehilangan guru berpengalaman dan berdedikasi.

"Kami tahu guru benar-benar menikmati pekerjaannya di ruang kelas. Itu pekerjaan yang hebat, namun guru membutuhkan dukungan dan bukan kritik yang terus menerus," tambah Keates.