Asiacell Irak raih US$1,3 miliar dari penjualan saham

Pedagang saham di Bursa Saham Irak.
Image caption Para pedagang saham Irak berpendapat saham Asiacell dinilai terlalu tinggi.

Operator telepon genggam Irak, Asiacell, berhasil meraih dana US$1,3 miliar dari bursa saham di Baghdad.

Dilepasnya saham 25% Asiacell kepada masyarakat umum merupakan yang terbesar di kawasan Timur Tengah dalam lima tahun belakangan.

Lebih dari dua pertiga saham -yang dijual dengan harga 22 dinar Irak atau sekitar Rp184 per lembar- dibeli oleh para pemodal asing.

Penjualan saham Asiacell dilihat sebagai salah satu indikator dari keyakinan pemodal asing atas keamanan di negara itu, yang masih dilanda kekerasan sektarian dan menghadapi kebuntuan politik.

Kepala Bursa Saham Irak, Taha al-Rubaye, mengungkapkan penjualan saham Asiacell ini sebagai salah satu pertanda perubahan di negaranya.

Namun banyak pedagang saham Irak yang berpendapat saham Asiacell itu dinilai terlalu tinggi dan memperkirakan harganya akan turun dalam perdagangan Senin (04/02).

Asiacell merupakan satu dari tiga operator utama layanan telepon di Irak, bersama Zain Iraq -yang sebagian dimiliki Kuwait- dan Korek -perusahaan afiliasi dari France Telecom.

Mayoritas saham Asiacell dimiliki oleh Qatar Telecom.

Rangkaian kekerasan masih terus melanda Irak. Minggu, 3 Februari, serangan bunuh diri di markas polisi Kirkuk, Irak utara, menewaskan sedikitnya 30 orang.

Berita terkait