Iran keluarkan pecahan uang kertas baru

Mata uang Iran.
Image caption Pada Oktober 2012, mata uang Iran sempat turun ke nilai terendah dibanding dollar AS.

Bank Sentral Iran dilaporkan akan mengeluarkan uang kertas dengan nilai dua hingga lima kali lebih tinggi dari pecahan terbesar saat ini.

Kantor berita semipemerintah Iran, Mehr, mengutip pejabat Bank Sentral, Majid Sani, yang mengatakan uang kertas baru berupa pecahan 200.000 dan 500.000 rial.

Saat ini uang kertas 100.000 rial -atau sekitar Rp87.000- merupakan pecahan tebesar di Iran dan masyarakat Iran dianggap membutuhkan pecahan yang lebih besar.

Mehr memperkirakan pemerintah pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadineja akan menghadapi defisit keuangan sebesar 171 triliun rial atai sekitar US$13,8 miliar karena harus membayar subsidi hingga akhir kalender keuangan 20 Maret.

Dalam enam bulan pertama tahun keuangan, defisit tercatat sebesar mencapai sekitar US$3,8 miliar dan jika kecenderungan yang sama berlangsung maka defisit akan membengkat menjadi US$13,8 miliar.

Reformasi ekonomi

Sekitar 74,5 juta warga Iran menerima subsidi pemerintah dalam bentuk uang tunai.

Subsidi itu merupakan bagian dari rencana reformasi untuk menghapuskan subsidi bahan pangan dan bahan bakar secara perlahan-lahan.

Upaya reformasi yang diluncurkan Presiden Ahmadinejad pada penghujung 2010 itu disebutnya sebagai rencana ekonomi terbesar dalam 50 tahun terakhir.

Bulan Oktober 2012, nilai mata uang Iran sempat turun ke tingkat terendah terhadap dolar Amerika Serikat akibat sanksi yang diterapkan AS dan Uni Eropa.

Penurunan nilai rial itu kemudian memicu unjuk rasa yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang dituduh tidak mampu mengatasi krisis mata uang.