Boeing 787 kembali mengudara

787
Image caption Penerbangan komersial 787 sempat terhenti setelah masalah baterai.

Sebuah pesawat 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines lepas landas dari Addis Ababa pada Sabtu pagi menjadi penanda kembalinya pesawat buatan Boeing tersebut ke udara.

Sebelumnya semua armada pesawat 787 didaratkan pada bulan Januari lalu karena memiliki masalah dengan baterai.

Sekitar 50 pesawat Dreamliner di seluruh dunia didaratkan setelah baterai gagal fungsi menyebabkan satu 787 terbakar di AS.

Selama beberapa pekan tim teknisi Boeing melakukan perbaikan dan memasang baterai baru ke pesawat setelah otoritas penerbangan AS, FAA menyetujui perubahan rancangan baterai.

Ethiopian Airlines menjadi penerbangan komersial pertama yang memakai pesawat berbaterai baru ini dengan rute Addis Ababa ke Nairobi, Kenya.

Tim teknisi

Sebelumnya tiap 787 memiliki dua baterai jenis lithium-ion yang menjadi sumber masalah.

Dua baterai lithium-ion ini tidak digunakan saat 787 tengah dalam penerbangan.

Baterai tersebut baru digunakan saat pesawat berada di darat dan mesin dalam keadaan mati, dan digunakan untuk rem dan lampu pesawat.

Dalam versi baru baterai diklaim memiliki suhu yang lebih dingin, dan sekarang terbungkus dalam kotak baja.

Kotak ini memiliki pipa saluran udara yang secara langsung menyalurkan panas keluar pesawat. Boeing mengatakan, hal ini berarti jika ada asap atau api yang ditimbulkan di masa depan tidak akan mengganggu bagian pesawat lainnya.

Boeing mengatakan mempekerjakan 200.000 teknisi untuk memecahkan masalah baterai ini sepanjang waktu.

Dan 300 teknisi Boeing lainnya, terbagi dalam 10 tim, telah memasang baterai baru dan sistem pembungkusnya ke seluruh dunia.

Selain memperbaiki 50 Dreamliner yang telah digunakan oleh sejumlah maskapai dunia, Boeing juga meningkatkan produksi 787 yang terus berlanjut di pabrik mereka di Seattle sejak Januari lalu.

Dreamliner pertama kali mengudara secara komersial pada tahun 2011. Sebagian dari pesawat ini dibuat dari materi komposit ringan, sehingga membuatnya jadi lebih hemat bakar ketimbang pesawat lain dengan ukuran yang sama.

Berita terkait