Belanja konsumen AS melebihi estimasi

konsumer
Image caption Belanja konsumen berkontribusi sebesar 70% dari seluruh aktivitas ekonomi AS.

Belanja konsumen di Amerika Serikat pada Maret naik 0,2%, demikian dilaporkan Departemen Perdagangan setempat.

Angka tersebut mematahkan estimasi para ekonom yang sebelumnya beranggapan belanja Maret akan mengalami stagnansi.

Kenaikan belanja konsumen Amerika Serikat ini dipicu oleh tingginya pengeluaran untuk kebutuhan gas dan listrik karena musim dingin yang panjang.

Hasil perhitungan belanja konsumen ini sejalan dengan rilis Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah mengatakan konsumsi pada kuartal pertama mencatatkan laju tercepat selama dua tahun terakhir.

Konsumsi, yang berkontribusi sebesar 70% dari aktivitas ekonomi AS, membuat PDB kuartal satu naik 2,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investor tampaknya menyambut baik pengumuman data tersebut, antara lain tergambar dengan naiknya index Dow Jones sebesar 106,2 poin dan ditutup pada level 14.818,75.

Adapun indeks S&P 500 naik 11,37 poin menjadi 1.593,61. Raihan ini sekaligus mencetak rekor terbaru dan mengalahkan rekor sebelumnya pada 1.593,37

Tidak 'mengesankan'

Ekonom beranggapan tingkat konsumsi yang di luar ekspektasi ini menunjukan pertumbuhan ekonomi tidak akan turun tajam seperti yang dikhawatirkan pada kuartal kedua.

"Terdapat lebih banyak momentum ketika menuju kuartal kedua, terutama di sisi konsumsi yang tidak kita duga sebelumnya," ujar Andrew Grantham, ekonom dari CIBC World Markets.

Adapun Kepala Ekonom Pantheon Macroeconomic Advisors, Ian Shepherdson, mengatakan belanja konsumen pada Maret 'tidak terlalu mengesankan', karena hanya disebabkan oleh faktor cuaca.

Perubahan cuaca membuat konsumen menghabiskan lebih banyak uang untuk kebutuhan gas dan listrik, namun bersifat sementara saja. Dia memerkirakan konsumsi macam ini akan berbalik arah pada April.

"Menurunnya tingkat konsumsi barang dalam beberapa bulan terakhir... adalah cerita yang mendasar. Pengetatan fiskal berdampak buruk," kata Shepherdson.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, laju konsumsi Maret memang menunjukan perlambatan. Pada Januari dan Februari, belanja konsumen tercatat naik masing-masing 0,3% dan 0,7%.

Berita terkait