Pasangan penyelamat robot 'ular' dan anjing

Anjing pencaru
Image caption Robot ular dibawa oleh anjing pencari dan dilepas agar bisa menggeliat di celah-celah sempit.

Peneliti di Amerika Serikat mencoba untuk memasangkan robot 'ular' dengan anjing pencari untuk membantu upaya evakuasi di reruntuhan gedung.

Simulasi yang dilakukan peneliti melibatkan dua anjing yang membawa robot berbentuk ular masuk dalam gedung yang telah ambruk.

Anjing-anjing ini kemudian melepas robot ular sehingga dia dapat menggeliat bebas di celah-celah sempit.

Video eksperimen robot ular ini telah diunggah oleh labolatorium biorobotik Universitas Carnegie Mellon.

"Robot ular dapat menggunakan kebebasan mereka untuk bergerak ke berbagai sudut sehingga dapat menjangkau lokasi yang tidak bisa dicapai oleh manusia dan mesin lain," seperti ditulis peneliti Universitas Carnegie Mellon.

"Perangkat dengan artikulasi tinggi ini dapat mengkoordinasikan derajat kebebasan internal mereka untuk melakukan berbagai kemampuan gerak yang melampaui kemampuan konvensional robot beroda dan robot berkaki yang baru dikembangkan."

Riset dilakukan dengan menggunakan serangkaian 'modular robot ular' terbaru yang dikembangkan oleh pusat riset berbasis di Pittsburg dalam satu dekade terakhir.

Mesin dalam ular ini dirancang untuk bergerak dengan mengubah sudut penyambung yang terhubungkan dengan bagian lain dari tubuhnya.

Image caption Robot 'ular' dapat menggapai lokasi yang tidak dapat dicapai oleh manusia dan robot berkaki lain.

Rancangan dibuat sedemikian rupa sehingga mencerminkan gerakan ular asli yang bergerak melalui undulasi lateral, yaitu sinkronisasi otot-otot yang dapat memungkinkan ular seakan-seakan melata di atas tanah.

Para peneliti berharap teknologi ini nantinya dapat digunakan untuk mencari orang-orang yang terperangkap dalam lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh anjing pencari.

Anjing terlatih

Simulasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan peneliti melibatkan peran anjing yang masuk melalui pipa beton menuju gedung runtuh di pusat pelatihan gawat darurat Teex Disaster City di Texas.

Anjing sudah dilatih untuk menyalak ketika mereka menemukan titik yang menarik. Ketika mereka menyalak, robot ular yang digantungkan pada tubuh anjing akan terlepas.

Sebuah kamera yang terpasang pada robot kemudian akan mengirim gambar lewat jaringan kabel yang terhubung pada operator.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi peneliti adalah gambar kamera yang terus berputar seiring dengan gerakan ular yang bergelung atau bergerak memutar. Ini membuat operator sulit untuk menavigasi mesin.

Untungnya, peneliti mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah memperbaiki piranti lunak sehingga video akan selalu berada pada posisi yang tepat walau sudut kamera berubah-ubah.

Selain Universitas Carnegie Mellon, sebuah perusahaan berpusat di Berkshire, Wood & Douglas, juga tengah mengembangkan alat yang membantu anjing pencari dalam proses evakuasi.

Wood & Douglas telah mengembangkan kamera video yang dapat dipakai di kepala anjing pencari sehingga dapat mengirim siaran langsung pada tim penyelamat pusat.

"Apapun yang dapat membantu menangani situasi gempa atau bencana harus disambut dengan baik," ujar Chris Bignell, juru bicara Wood & Douglas.

"Kami melihat situasi yang terjadi di Bangladesh pekan lalu ketika gedung ambruk dan puing-puing menimpa segala sesuatu di bawahnya. Apapun yang dapat mempercepat proses pencarian akan sangat membantu."

Berita terkait