Ratu Beatrix ucapkan pidato perpisahan

Image caption Ratu Beatrix akan turun tahta dan akan digantikan putranya, Pangeran Willem-Alexander.

Ratu Beatrix sudah mengucapkan pidato perpisahan menjelang upacara penyerahan tahta dirinya dan penobatan putranya, Pangeran Willem-Alexander.

Dia mengucapkan terima kasih kepada rakyat Belanda yang disebutnya "penuh kehangatan dan kasih sayang".

Dalam pidato yang disiarkan di televisi Senin (29/04) malam, Ratu Beatrix terlihat emosional ketika mengatakan kesetiaan masyarakat telah memberinya kekuatan selama 33 tahun masa pemerintahannya.

"Tanpa kehangatan dan kasih sayang kalian, beban itu, yang memang telah ada, akan terasa sangat berat."

Ratu Beatrix juga menyatakan rasa hormatnya kepada mendiang suaminya, Pangeran Claus.

Upacara penyerahan tahta Kerajaan Belanda yang akan berlangsung Selasa 30 April di Amsterdam ini diperkirakan akan diramaikan dengan para warga Belanda yang mengenakan pakaian oranye.

Willem Alexander, yang berusia 46 tahun, akan menjadi raja pertama Belanda sejak Willem III yang wafat pada tahun 1890.

Panggilan bebas

Ratu Beatrix juga menghadiri pula jamuan makan malam mewah yang digelar untuk menghormatinya di Rijksmuseum, Amsterdam.

Dalam jamuan makan malam yang dihadiri keluarganya, hadir pula para undangan seperti kaum bangsawan serta orang-orang terkemuka.

Termasuk di dalamnya adalah Pangeran Charles dan Duchess of Cornwall, Pangeran Felipe dan Putri Letizia dari Spanyol, serta Pangeran Frederik dan istrinya dari Denmark.

Ratu Beatrix, yang kini berusia 75 tahun, menjadi kepala negara sejak tahun 1980, ketika ibunya, Ratu Juliana, turun tahta.

Sementara itu calon raja, Willem-Alexander, sudah mengatakan dia akan menjadi raja yang mempersatukan masyarakat dan mewakili sebuah Abad-21.

"Orang bisa memanggil saya sesuai dengan yang mereka inginkan karena dengan cara itu mereka menjadi lebih nyaman," tuturnya.

Berita terkait